Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RASIONALITAS DAN KETAHANAN PETANI JAGUNG MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Septiadi, Dudi; Karyani, Tuti; Setiawan, Iwan; Abdurofi, Ilmas
JURNAL AGRIMANSION Vol 26 No 3 (2025): Jurnal Agrimansion Desember 2025
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v26i3.1723

Abstract

Jagung merupakan komoditas unggulan dan sumber pendapatan utama penduduk di Kabupaten Lombok Tengah. Petani di Kawasan ini menghadapi tantangan ketahanan produksi akibat perubahan pola cuaca dan ketidakpastian iklim. Kondisi ini membuat petani harus beradaptasi dengan berbagai risiko yang mengancam produktivitas dan keberlanjutan usahatani jagung. Tujuan Penelitian ini adalah; (1) Menganalisis rasionalitas petani dalam budidaya jagung di Kabupaten Lombok Tengah; (2) Menganalisis ketahanan petani jagung dalam menghadapi Dampak Perubahan Iklim di Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survey. Penelitian dilakukan di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara dengan responden yang dipandu dengan kuesioner terhadap 40 petani jagung yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data yang digunakan untuk menganalisis rasionalitas dan tingkat ketahanan petani mengguanakan analisis method successive interval (MSI). Hasil analisis menunjukkan rasionalitas ekonomi menunjukkan nilai tertinggi (3,05) dalam budidaya jagung, sedangkan rasionalitas infrastruktur menunjukkan nilai paling rendah (2,55). Tingkat ketahanan petani jagung dalam menghadapi dampak perubahan iklim di Kabupaten Lombok Tengah masuk kategori sedang (3,36), dimana variabel paling kuat yang mendorong ketahanan petani dalam menghadapi dampak perubahan iklim adalah keyakinan petani akan adanya perubahan iklim dengan nilai 4,21 (tinggi), selanjutnya adalah variabel kapasitas adaptif petani yang masuk kategori tinggi dengan nilai 4,11. Variabel mitigasi perubahan iklim menjadi faktor paling rendah dengan nilai 2,33.