Arifatul Ma'ani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MEMBANGUN SELF BOUNDARIES DALAM PENINGKATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA BULLYING SEKOLAH Achmad Zaini Arsyad; Arifatul Ma'ani; Ibrohim Muchlis
GAHWA Vol 2 No 2 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v2i2.398

Abstract

Penelitian ini akan membahas tentang membangun Self Boundaries yang nanti membantu mengurangi jumlah Bullying yang terjadi di sekolah, Tujuan dari Jurnal ini nantinya bertujuan untuk memberikan informasi terkait cara pengembangan Self Boundaries dalam menghadapi Bullying tersebut nantinya pembaca bisa menerapkan beberapa Hal tersebut untuk di implementasikan di kehidupan nyata.adapun Metode yang dilakukan dalam penelitian ini nantinya adalah menggunakan metode library research untuk memberikan informasi mengenai membangun Self - boundaries. Buku-buku dalam kajian Pustaka nantinya akan memberikan pemaparan dari Bullying hingga membangun entitas diri. Dampak bullying bagi korban sangatlah serius. Mereka berada di bawah tekanan emosi, kecemasan dan depresi. Hasilnya, prestasi akademis mereka melemah, rasa percaya diri runtuh dan bahkan terkadang hilang Pikiran untuk bunuh diri. Selain itu, bullying juga mempunyai dampak negatif lingkungan sekolah yang lengkap, menciptakan suasana yang tidak aman dan tidak mempromosikan pembelajaran. Penelitian ini juga membahas upaya yang dilakukan Hal ini dilakukan untuk mengatasi dilema bullying di lingkungan sekolah
MEMBANGUN SELF BOUNDARIES DALAM PENINGKATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA BULLYING SEKOLAH Achmad Zaini Arsyad; Arifatul Ma'ani; Ibrohim Muchlis
GAHWA Vol. 2 No. 2 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v2i2.398

Abstract

Penelitian ini akan membahas tentang membangun Self Boundaries yang nanti membantu mengurangi jumlah Bullying yang terjadi di sekolah, Tujuan dari Jurnal ini nantinya bertujuan untuk memberikan informasi terkait cara pengembangan Self Boundaries dalam menghadapi Bullying tersebut nantinya pembaca bisa menerapkan beberapa Hal tersebut untuk di implementasikan di kehidupan nyata.adapun Metode yang dilakukan dalam penelitian ini nantinya adalah menggunakan metode library research untuk memberikan informasi mengenai membangun Self - boundaries. Buku-buku dalam kajian Pustaka nantinya akan memberikan pemaparan dari Bullying hingga membangun entitas diri. Dampak bullying bagi korban sangatlah serius. Mereka berada di bawah tekanan emosi, kecemasan dan depresi. Hasilnya, prestasi akademis mereka melemah, rasa percaya diri runtuh dan bahkan terkadang hilang Pikiran untuk bunuh diri. Selain itu, bullying juga mempunyai dampak negatif lingkungan sekolah yang lengkap, menciptakan suasana yang tidak aman dan tidak mempromosikan pembelajaran. Penelitian ini juga membahas upaya yang dilakukan Hal ini dilakukan untuk mengatasi dilema bullying di lingkungan sekolah
Moral Dimension in Character Education: A Comparative Study of Kohlberg and Lickona's Thought on the Formation of Individual Morals and Ethics Arifatul Ma'ani; Eka Ismaya Indra Purnamanita
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/kk77xt35

Abstract

This study aims to examine and describe the conceptual framework of character education formulated by Lawrence Kohlberg and Thomas Lickona. Using a qualitative, literature-based approach with descriptive analysis techniques, this study reviews various primary sources and supporting literature related to moral development. The results of the study indicate that Kohlberg constructs moral development into three hierarchical levels—preconventional, conventional, and postconventional—each comprising two stages. Meanwhile, Lickona developed a more comprehensive framework through three main dimensions—moral knowing, moral feeling, and moral action—each containing a number of interrelated components. Although both models yield three major dimensions of character, Lickona’s model offers a more detailed and practical approach in the context of character education.