Ibrohim Muchlis
STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM Ibrohim Muchlis; Abd Wahed
AL - IBRAH Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v7i1.186

Abstract

Pendidikan Islam merupakan salah satu aspek dari seluruh ajaran Islam, sebab tujuan pendidikan Islam tidak terlepas dari tujuan kehidupan manusia, yaitu menciptakan pribadi yang selalu bertakwa kepada Allah SWT, dan dapat mencapai kehidupan bahagia dunia dan akhirat. Dalam konteks sosial kemasyarakatan, bangsa dan negara, maka pribadi yang bertakwa ini menjadi rahmatan lil alamin, baik dalam skala kecil maupun besar. Tujuan hidup manusia dalam Islam inilah yang dapat disebut juga sebagai tujuan akhir pendidikan Islam. Tujuan tersebut lebih praktis, sehingga konsep pendidikan Islam tidak sekedar idealisasi beberapa ajaran Islam semata. Dengan kerangka tujuan yang lebih praktis tersebut dapat dirumuskan beberapa harapan tertentu dalam tahapan proses pendidikan, sekaligus nilai dari hasil yang telah tercapai. Tujuan khusus tersebut bertahap pada penguasaan anak didik kepada bimbingan yang diberikan dalam berbagai aspek, yaitu pikiran, perasaan, kemauan, intuisi, keterampilan, atau dengan istilah lain kognitif, efektif, dan motorik. Dari berbagai tahapan inilah kemudian muncul tujuan yang lebih terperinci dan lengkap dengan berbagai materi, metode, dan sistem evaluasi yang disebut dengan kurikulum dan diperinci lagi menjadi silabus dari berbagai materi bimbingan yang akan diberikan kepada anak didik. Perkembang zaman menjadikan pendidikan Islam pasang surut baik mulai dari masa kejayaan hingga masa ruhtuhnya pendidikan islam itu sendiri. Masa kejayaan pendidikan islam diwarnai oleh pemahaman dalam bidang, matematika yang dikembangkan menjadi teori bilangan, aljabar, geometri analitis dan trigonometri. Kemudian dibidang fisika dan dikembangkan menjadi ilmu mekanika dan optika, lalu dalam bidang geologi dan dikembangkan menjadi geodesi, mineralogi dan meteorolgi. Sedangkan pada masa kemudurannya pendidikan islam bermula pada setelah pola pemikiran rasional diambil alih oleh pengembangan barat dan dunia Islam meninggalkan poleh pemikiran tersebut dan beralih terhadap kehidupan kebatinan, sehingga mengabaikan perkembangan dunia material, dan dampaknya ialah pola pendidikan islam yang dikembangkan tidak lagi menghasilkan pendidikan dan budaya material, hingga dari aspek inilah pendidikan islam dan kebudayaannya mengalami kemunduran.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK DI MTS AL MUSTAQIM PAREPARE Diza Jusriani; Ibrohim Muchlis
AL - IBRAH Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v8i2.278

Abstract

This research is motivated by the lack of variation in Islamic Religious Education learning, particularly in the subject of Aqidah Akhlaq, especially in the teaching methods applied by teachers. Many students are less focused on teacher explanations, often engaging in activities outside of learning, such as talking to classmates, and some even become sleepy during the teaching and learning process. The purpose of this study is to assess the influence of using the Jigsaw cooperative learning model on the interest of students in the Aqidah Akhlaq subject in grade VIII at MTS Al-Mustqim Parepare. This research is quantitative with an experimental design. The study aims to implement innovative learning that can enhance students' enthusiasm and learning outcomes. One proposed alternative is through the application of ice-breaking games, with the hope that students will be more enthusiastic about learning and understand the material taught by the teacher. The research subjects involve 32 students in grade VIII at MTS Al-Mustqim Parepare. Class VIII A is designated as the experimental class, where the Jigsaw Cooperative Learning Model is implemented, and for class VIII B is designated as the control class using conventional methods. Data analysis is carried out by testing normality using the Kolmogorov-Smirnov and Shapiro-Wilk formulas, homogeneity tests, and then hypothesis testing using the independent sample t-test. From the research results and data analysis conducted, there is an influence of the Jigsaw Cooperative Learning Model on the improvement of students' learning interest.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA INDONESIA ANAK PADA MEDIA PANGGUNG BONEKA DI RA SABILUNNAJAH Humairotil; Ibrohim Muchlis
WALADI Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/waladi.v1i1.118

Abstract

Perkembangan berpikir anak usia RA/TK atau Pra Sekolah juga yang disebut dengan masa keemasan (golden age ) berkembang sangat pesat. Perkcmbangan intelektual anak sangat pesat terjadi pada kurun waktu usia nol sampai usia Sekolah. Masa usia taman kanak-kanak itu dapat disebut sebagai masa peka belajar. Dalam masa-masa ini segala potensial kemampuan anak dapat dikembangkan secara optimal. Tentunya dari bantuan orang-orang yang berada di lingkungan anak-anak tersebut. tentunya dengan bantuan orang tua dan guru. Salah satu kemampuan anak yang sedang berkembang pesat saat usia taman kunak-kanak adalah kemampuan berbahasa. Pangggung boneka adalah merupakan teknik bercerita dengan menggunakan media berupa boneka dalam penggunaan boneka di-manfaatkan sebagai media pembelajaran dengam cara dimainkan dalam sandiwara boneka. Boneka, hewan, dan miniatue (dolls. animals. And miniatures). Boneka merupakan model dari manusia, atau yang me-nyerupai manusia (contohnya Bert), atau hewan. Seringkali boneka dimaksudkan untuk dekorasi atau koleksi untuk anak yang sudah besar atau orang dewasa. namun kebanyakan boneka ditujukan sebagai mainan untuk anak-anak, terutama anak perempuan
MEMBANGUN SELF BOUNDARIES DALAM PENINGKATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA BULLYING SEKOLAH Achmad Zaini Arsyad; Arifatul Ma'ani; Ibrohim Muchlis
GAHWA Vol 2 No 2 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v2i2.398

Abstract

Penelitian ini akan membahas tentang membangun Self Boundaries yang nanti membantu mengurangi jumlah Bullying yang terjadi di sekolah, Tujuan dari Jurnal ini nantinya bertujuan untuk memberikan informasi terkait cara pengembangan Self Boundaries dalam menghadapi Bullying tersebut nantinya pembaca bisa menerapkan beberapa Hal tersebut untuk di implementasikan di kehidupan nyata.adapun Metode yang dilakukan dalam penelitian ini nantinya adalah menggunakan metode library research untuk memberikan informasi mengenai membangun Self - boundaries. Buku-buku dalam kajian Pustaka nantinya akan memberikan pemaparan dari Bullying hingga membangun entitas diri. Dampak bullying bagi korban sangatlah serius. Mereka berada di bawah tekanan emosi, kecemasan dan depresi. Hasilnya, prestasi akademis mereka melemah, rasa percaya diri runtuh dan bahkan terkadang hilang Pikiran untuk bunuh diri. Selain itu, bullying juga mempunyai dampak negatif lingkungan sekolah yang lengkap, menciptakan suasana yang tidak aman dan tidak mempromosikan pembelajaran. Penelitian ini juga membahas upaya yang dilakukan Hal ini dilakukan untuk mengatasi dilema bullying di lingkungan sekolah
KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK PERSPEKTIF AL-QUR’AN Fatimah Al Zahrah; Ibrohim Muchlis; Subaidi
GAHWA Vol 2 No 1 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v2i1.415

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya pendidikan akhlak dalam konteks pendidikan Islam, yang kini cenderung terfokus pada pencapaian material dan kecerdasan intelektual. Penelitian ini berangkat dari analisis Surat Al-Furqan ayat 63-64, yang mengandung nilai-nilai etika fundamental dalam pembinaan akhlak seorang Muslim. Ayat ini menekankan sikap rendah hati dan ibadah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengajak kita untuk merenungkan kembali tujuan utama pendidikan: menghilangkan kebodohan dan mencapai ridho Ilahi. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks Al-Qur'an dan studi pustaka untuk mendalami nilai-nilai akhlak dalam ayat tersebut serta mengaitkannya dengan literatur pendidikan Islam. Selain itu, penelitian ini menyoroti tantangan zaman modern, di mana teknologi dan urusan duniawi sering kali mengaburkan akhlak dan jati diri manusia. Dengan mengacu pada Al-Qur'an dan Hadits sebagai pedoman utama, artikel ini bertujuan untuk merumuskan konsep pendidikan akhlak yang komprehensif, yang tidak hanya memperkuat karakter individu tetapi juga membangun masyarakat yang lebih baik. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana pendidikan akhlak dapat diintegrasikan secara efektif dalam sistem pendidikan untuk membentuk kepribadian Muslim yang unggul, baik dalam aspek moral, etika, maupun ibadah.
PERNIKAHAN PEREMPUAN KLAN BA’ALWI (SYARIFAH) DENGAN PRIA NON KLAN BA’ALWI DI DESA GALIS KECAMATAN GALIS KABUPATEN BANGKALAN MADURA DALAM PERSPEKTIF FIKH DAN SOSIOLOGI Muchlis, Ibrohim
AL - IBRAH Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v9i2.413

Abstract

Penelitian ini mengkaji aspek fikh dan sosiologi dari peristiwa pernikahan perempuan syarifah dari klan ba’alawi yang bernama Syarifah Nawira Vad’aq dengan seorang pria diluar klan Ba’alawi yang bernama Badrul Qomar, dimana penelitian ini menggunakan konsep Kafa’ah (kesetaraan dalam aspek nasab) dari aspek fikh, dan empat teori sosial yaitu stratifikasi sosial, norma dan nilai budaya, mobilitas sosial dan perubahan sosial, meskipun peneliti lebih cenderung dengan teori perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan etnografi sebagai alat mengetahui sejarah klan Ba’alawi sekaligus tradisi pernikahan endogaminya, dan pendekatan Studi Kasus yang mana penelitian ini hanya tertuju kepada subjek penelitian Syarifah Nawira Vad’aq dan Badrul Qamar di Desa Galis Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan Madura. Dan hasil penelitian menunjukkan adanya keteganangan antara memertahankan tradisi dan perubahan sosial yang lebih modern, hal tersebut terbukti keduanya dapat diterima kembali di keluarga besar Syarifah Nawira Vad’aq setelah 6 tahun pernikahan setelah ia melahirkan seorang anak laki-laki. Penelitian ini juga bisa memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika hukum dan sosial terkait pernikahan endogami dikalangan ba’alawi itu sendiri dan masyarakat Madura pada umumnya. Serta implikasi terhadap perubahan norma sosial dikalangan Islam tradisional yang tetap bertahan akan tradisinya.