Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh digital technology, board size, board gender diversity, dan leverage terhadap kinerja keuangan perusahaan sektor pertambangan tahun 2020-2024. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 58 perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai populasi, dengan periode penelitian dimulai dari tahun 2020-2024. Sampel yang diperoleh berjumlah 21 perusahaan, sehingga jumlah data observasi penelitian yang digunakan adalah 105. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel digital technology dan leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan sektor pertambangan, sedangkan variabel board size dan board gender diversity tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan sektor pertambangan. Temuan tersebut mengimplikasikan bahwa perusahaan perlu memprioritaskan pengelolaan utang dengan menetapkan rasio utang yang lebih rendah demi melindungi kinerja keuangan perusahaan. Selain itu, perusahaan juga harus berfokus pada strategi digital jangka panjang, serta memberikan kewenangan yang cukup bagi dewan komisaris perempuan agar dapat memberikan pengaruh pengawasan yang nyata. Riset ini memberikan pemahaman tentang pengaruh digital technology, board size, board gender diversity, dan leverage terhadap kinerja keuangan perusahaan sektor pertambangan.