Pencapaian visi dan misi madrasah aliyah menjadi indikator strategis keberhasilan manajerial pendidikan Islam. Namun, realitas di Kabupaten Siak menunjukkan bahwa sebagian madrasah masih menghadapi kesenjangan dalam implementasi visi-misi akibat lemahnya kepemimpinan, kondisi kerja, dan Etos Kerja guru. Situasi ini menuntut penelitian yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi ketercapaian tujuan lembaga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profesionalitas kepala madrasah dan lingkungan kerja terhadap Etos Kerja guru, serta menguji implikasinya terhadap tingkat pencapaian visi dan misi madrasah aliyah di Kabupaten Siak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Sampel penelitian sebanyak 180 guru dipilih melalui teknik proportional random sampling. Data dianalisis melalui pengujian outer model, inner model, serta bootstrapping untuk menilai hubungan langsung maupun mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalitas kepala madrasah (O = 0,494; T = 10,831; p = 0,000) dan lingkungan kerja (O = 0,565; T = 13,339; p = 0,000) berpengaruh positif signifikan terhadap Etos Kerja. Selain itu, Etos Kerja terbukti berperan penting dalam meningkatkan pencapaian visi-misi (O = 0,377; T = 5,912; p = 0,000). Uji mediasi juga memperlihatkan bahwa Etos Kerja secara signifikan memediasi pengaruh profesionalitas (O = 0,186) dan lingkungan kerja (O = 0,213) terhadap pencapaian visi-misi. Kesimpulannya, pencapaian tujuan strategis madrasah sangat ditentukan oleh kombinasi profesionalitas kepala madrasah, lingkungan kerja yang kondusif, dan Etos Kerja guru. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola pendidikan untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan kepala madrasah serta menciptakan iklim kerja yang mendukung.