p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Dampak Program Pendidikan Formal Dan Informal Terhadap Prestasi Akademik Santri Di Pondok Pesantren: (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al Falah Assyafi’iyyah Batam) Rizzan, Rizzan; Ria Kurniawaty
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 2: Januari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i2.7111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak program pendidikan formal dan informal terhadap prestasi akademik santri di Pondok Pesantren Al Falah Assyafi’iyyah Batam. Pendidikan formal dalam penelitian ini mencakup kurikulum nasional yang diimplementasikan di lingkungan pesantren, sedangkan pendidikan informal meliputi pembelajaran agama yang intensif seperti kajian kitab kuning dan penguatan akhlak santri. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode analisis SWOT untuk menggambarkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi pesantren dalam mengintegrasikan kedua program pendidikan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan formal memberikan kontribusi signifikan terhadap penguasaan akademik santri, sedangkan pendidikan informal berperan besar dalam pembentukan karakter dan motivasi belajar. Integrasi keduanya menghasilkan dampak positif yang saling melengkapi, di mana santri tidak hanya berkembang dalam aspek akademik, tetapi juga dalam nilai-nilai spiritual dan sosial. Meskipun demikian, terdapat tantangan berupa keterbatasan fasilitas dan sumber daya pengajar yang perlu diatasi melalui kolaborasi dengan pihak eksternal dan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara pendidikan formal dan informal merupakan strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pondok pesantren. Rekomendasi diberikan untuk mengembangkan kurikulum yang lebih terintegrasi dan mendukung pembelajaran holistik guna mencetak generasi santri yang kompeten secara akademik dan berakhlak mulia.
Aksiologi Pendidikan Islam dan Landasan Filosofis Pendidikan Secara Umum Rizzan, Rizzan; Supriadi, Supriadi; Suaningrat, Suaningrat; Imam Subekti
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 2: Januari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i2.7161

Abstract

Penelitian ini membahas aksiologi dalam pendidikan Islam dan landasan filosofisnya secara umum, dengan fokus pada nilai-nilai utama yang mendasari pendidikan Islam, yaitu akhlak, keimanan, dan ilmu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami konsep aksiologi dalam konteks pendidikan Islam, menjelaskan landasan filosofisnya, serta menganalisis relevansi nilai-nilai tersebut dalam praktik pendidikan Islam kontemporer. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, yang mencakup analisis literatur dari karya-karya tokoh Islam klasik dan modern, seperti Al-Ghazali, Syed Muhammad Naquib al-Attas, dan Fazlur Rahman, serta pemikiran filsuf Barat seperti Immanuel Kant dan John Dewey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam bertujuan untuk menciptakan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berakhlak mulia dan beriman. Nilai-nilai ini terintegrasi dalam proses pendidikan yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan spiritualitas individu. Pendidikan Islam menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan keimanan sebagai upaya membangun manusia paripurna yang memiliki kecerdasan intelektual, moralitas tinggi, dan kesadaran spiritual. Nilai-nilai aksiologi yang diterapkan mencakup pembentukan akhlak mulia sebagai fondasi karakter, pengembangan keimanan sebagai dasar spiritual, serta penguasaan ilmu untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat dan kemajuan peradaban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam yang berlandaskan nilai-nilai aksiologi mampu menjadi solusi untuk tantangan dunia kontemporer dengan menciptakan generasi yang berilmu, bermoral, dan beriman. Hal ini relevan dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, adil, dan beradab, sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.