Penelitian ini membahas aksiologi dalam pendidikan Islam dan landasan filosofisnya secara umum, dengan fokus pada nilai-nilai utama yang mendasari pendidikan Islam, yaitu akhlak, keimanan, dan ilmu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami konsep aksiologi dalam konteks pendidikan Islam, menjelaskan landasan filosofisnya, serta menganalisis relevansi nilai-nilai tersebut dalam praktik pendidikan Islam kontemporer. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, yang mencakup analisis literatur dari karya-karya tokoh Islam klasik dan modern, seperti Al-Ghazali, Syed Muhammad Naquib al-Attas, dan Fazlur Rahman, serta pemikiran filsuf Barat seperti Immanuel Kant dan John Dewey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam bertujuan untuk menciptakan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berakhlak mulia dan beriman. Nilai-nilai ini terintegrasi dalam proses pendidikan yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan spiritualitas individu. Pendidikan Islam menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan keimanan sebagai upaya membangun manusia paripurna yang memiliki kecerdasan intelektual, moralitas tinggi, dan kesadaran spiritual. Nilai-nilai aksiologi yang diterapkan mencakup pembentukan akhlak mulia sebagai fondasi karakter, pengembangan keimanan sebagai dasar spiritual, serta penguasaan ilmu untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat dan kemajuan peradaban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam yang berlandaskan nilai-nilai aksiologi mampu menjadi solusi untuk tantangan dunia kontemporer dengan menciptakan generasi yang berilmu, bermoral, dan beriman. Hal ini relevan dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, adil, dan beradab, sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.