Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSONAL BRANDING DEVELOPMENT STRATEGY FOR UMKM VILLAGE WANASABA LOR, WEST JAVA, INDONESIA Maturidi, Ade Johar; Suharti, Lilis; Muangsal, Muangsal; Setiawan, Moh
Jurnal Abdisci Vol 2 No 3 (2025): Vol 2 No 3 Tahun 2025
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v2i3.549

Abstract

Community service activities in Wanasaba Lor Village, Talun District, Cirebon Regency, aim to develop the social and cognitive sensitivity of lecturers and students and support the acceleration of development. This village is located in the lowlands with a dense population. This community service activity involves dividing the areas of two hamlets, namely Hamlet 1 and Hamlet 2, with a total of 20 RTs and 5 RWs. This village is located approximately 3.2 km from the sub-district and 2.4 km from the Cirebon district government center. Administratively, Wanasaba Lor Village is included in the semi-urban village category. Community service organizers chose Wanasaba Lor Village as the practice site, and a site inspection and communication with the village head was carried out to ensure agreement and support in realizing the development and welfare of the local community.
Pemanfaatan Ecobrick Sebagai Media Pembelajaran Kreatif Dan Ramah Lingkungan di SDN 1 Kedawung Muangsal, Muangsal
Darma Abdi Karya Vol. 4 No. 2 (2025): Darma Abdi Karya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38204/darmaabdikarya.v4i2.2708

Abstract

Sampah plastik merupakan persoalan lingkungan yang terus berkembang karena material plastik membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai. Oleh sebab itu, dibutuhkan upaya pengelolaan sampah yang lebih kreatif agar dapat menekan dampak pencemaran serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Kedawung, Kabupaten Cirebon, berfokus pada edukasi pengolahan sampah plastik melalui kegiatan pembuatan ecobrick. Pendekatan yang diterapkan mencakup sosialisasi mengenai klasifikasi sampah, penjelasan tentang bahaya limbah plastik, serta praktik langsung pembuatan ecobrick bersama siswa sekolah dasar. Peserta juga mendapatkan informasi mengenai potensi pemanfaatan ecobrick sebagai produk ramah lingkungan yang memiliki fungsi, seperti kursi, meja, atau media tanam, sehingga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha kreatif bagi masyarakat. Pelaksanaan kegiatan menunjukkan tingginya partisipasi siswa dan warga serta meningkatnya pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, ecobrick tidak hanya membantu mengurangi jumlah sampah plastik, tetapi juga membuka kesempatan untuk menciptakan inovasi ekonomi kreatif berbasis lingkungan.