The transition to the final semester of higher education is a crucial phase for students as they complete their thesis and prepare to enter the workforce. In the context of Industry 4.0, the increasing reliance on digital technology makes job searching more complex, which often triggers anxiety in students. This study examines the effects of social support and self-efficacy on work-related anxiety in final-semester students. Social support, which includes informational, emotional, and instrumental assistance, and self-efficacy, which is defined as the belief in one's ability to achieve goals, are key factors in reducing anxiety. The results showed a significant negative correlation between these two variables and work anxiety, where students with stronger social support systems and high levels of self-efficacy experienced lower anxiety in facing the workforce. These findings emphasize the importance of strengthening these factors to increase students' self-confidence and adaptability, and provide valuable insights for strategies aimed at improving work readiness. ABSTRAKTransisi ke semester akhir dalam pendidikan perguruan tinggi merupakan fase krusial bagi mahasiswa saat mereka menyelesaikan skripsi dan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Dalam konteks Industri 4.0, meningkatnya ketergantungan pada teknologi digital membuat pencarian kerja menjadi lebih kompleks, yang seringkali memicu kecemasan pada mahasiswa. Penelitian ini mengkaji pengaruh dukungan sosial dan efikasi diri terhadap kecemasan terkait dunia kerja pada mahasiswa semester akhir. Dukungan sosial, yang mencakup bantuan informasi, emosional, dan instrumental, serta efikasi diri, yang didefinisikan sebagai keyakinan terhadap kemampuan diri untuk mencapai tujuan, merupakan faktor kunci dalam mengurangi kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara kedua variabel ini dengan kecemasan kerja, di mana mahasiswa dengan sistem dukungan sosial yang lebih kuat dan tingkat efikasi diri yang tinggi mengalami kecemasan yang lebih rendah dalam menghadapi dunia kerja. Temuan ini menekankan pentingnya memperkuat faktor-faktor tersebut untuk meningkatkan kepercayaan diri dan adaptabilitas mahasiswa, serta memberikan wawasan berharga bagi strategi yang bertujuan meningkatkan kesiapan kerja.