FX. Eko Armada Riyanto
Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PANGGILAN SELIBAT DALAM REFLEKSI FILSAFAT FONDASI INTERPRETASI SPIRITUALITAS REMAH DAN DAUN KERING Fransesco Agnes Ranubaya; Valentino Lafdy; FX. Eko Armada Riyanto
Jurnal Reinha Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v15i2.379

Abstract

Fokus penelitian ini adalah mengulas secara kristis dan mendalam mengenai panggilan selibat yang menggunakan pisau bedah filsafat Fondasi Interpretasi menurut spiritualitas Remah dan Daun Kering. Filsafat Fondasi Interpretasi merupakan pemikiran mendalam yang berkaitan erat dengan relasi antara Aku, Teks, Liyan dan Fenomen. Spiritualitas Remah dan Daun kering menjadi fondasi dasar untuk mengungkapkan secara kritis pemaknaan panggilan selibat bagi seorang calon imam dan identitasnya sebagai makhluk relasional. Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk memaknai lebih dalam kehidupan selibat yang dipersonifikasikan dalam spiritualitas Remah dan Daun Kering. Selain itu, karya ilmiah ini juga menjadi refleksi kritis bagi para calon imam untuk menjalani panggilan selibat dengan penuh semangat dan tanggung jawab sebagai relasinya yang amat dekat dengan Tuhan dan sesama. Melalui pengetahuan metafisika, panggilan untuk menjadi seorang selibat ada dalam karya ilmiah ini. Metode yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah analisis kritis melalui pendekatan studi pustaka yang direfleksikan dalam tinjauan kritis. Karya ilmiah ini sangat relevan dengan keadaan para calon imam yang hendak menjalani hidup selibat dan berjuang untuk menghidupi hidup selibat itu dengan kesadaran penuh yang muncul dari dalam bukan dipengaruhi oleh hal-hal lain yang ada di luar dirinya. Melalui karya ilmiah ini, penulis berharap agar setiap calon imam memiliki prinsip yang ideal dan kokoh untuk menjalani hidup selibat melalui spiritualitas Remah dan Daun Kering yang sangat menginspirasi.
Diri yang Terfragmentasi: Filsafat Paul Ricoeur dan Narasi Identitas Kaum Muda di Dunia Digital Agrindo Zandro Raioan; FX. Eko Armada Riyanto; Wendelinus Amaina; Mayolus Dimas Batararanda Ismupuranto; Cornelis Nuba Sakti
Seri Filsafat Teologi Vol. 35 No. 34 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v35i34.269

Abstract

Di era digital, kaum muda hidup dalam ruang interaksi sosial yang didominasi oleh media digital. Identitas pribadi dibentuk dan dipertontonkan secara instan melalui narasi-narasi singkat, visual, dan terfragmentasi. Kondisi ini menimbulkan persoalan serius mengenai kontinuitas, otentisitas, dan kedalaman identitas diri, yang kini cenderung ditentukan oleh algoritma dan ekspektasi sosial, bukan oleh refleksi pribadi yang mendalam. Artikel ini bertujuan untuk menelaah bagaimana konstruksi identitas kaum muda dalam dunia digital dapat dipahami secara filosofis melalui kerangka identitas naratif dari Paul Ricoeur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif reflektif dengan pendekatan hermeneutika filosofis untuk menganalisis teks dan fenomena. Kerangka teorinya berpijak pada gagasan Ricoeur mengenai narasi sebagai medium pembentukan identitas melalui kesinambungan waktu dan tanggung jawab etis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital cenderung memecah kesinambungan (kontinuitas) naratif diri dan menciptakan identitas yang performatif, tetapi dalam waktu yang sama juga menyediakan ruang untuk rekonstruksi identitas yang lebih reflektif dan bertanggung jawab. Dengan demikian, filsafat Ricoeur menawarkan landasan penting untuk memahami sekaligus mengkritisi dinamika eksistensial kaum muda di tengah arus digitalisasi identitas.
Kepemimpinan Publik di Tengah Krisis Kepercayaan Politik di Indonesia Menurut Filsafat Politik Niccolo Machiavelli Paulus Febri Rabuni; FX. Eko Armada Riyanto
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/aladalah.v4i2.1893

Abstract

This article aims to critically examine the concept of public leadership through the philosophical perspective of Niccolo Machiavelli. The crisis of political trust is one of the main challenges in democratic life in Indonesia. This phenomenon is evident in the declining level of public trust in political institutions, public officials, and policy-making processes that are considered not fully in favor of the people's interests. This article explores Machiavelli's system of ideas about virtù and fortuna and analyzes the role of public leadership amidst the crisis of political trust in Indonesia using a political philosophy approach, specifically the dimensions of leadership ethics, public responsibility, and trust in power. The method used is a library study by examining political philosophy literature, specifically the book Dekolonisasi, as well as articles on leadership, ethics, and public trust. The results of the analysis show that the crisis of political trust is not only caused by institutional factors, but also by weak integrity, transparency, and accountability in leadership practices. Therefore, public leadership based on ethics, moral exemplars, and commitment to the public interest are essential requirements for restoring public trust. Thus, strengthening the ethical dimension in public leadership is a strategic step in strengthening the quality of democracy in Indonesia. The focus of this article is to demonstrate a Machiavellian framework for examining tolerance in the murky world of politics.