Cosmas Buru
Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REFLEKSI TEOLOGIS DAN EKSEGESE LUKAS 2, 41-52 TENTANG BUNDA MARIA BERDASARKAN PENGALAMAN GURU KB-TK KATOLIK SANG TIMUR MALANG Cosmas Buru; Gregorius Pasi
JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/japb.v5i2.337

Abstract

Fokus studi ini pertama, mendeskripsikan tentang apa maksud menjadi guru KB-TK Katolik. Kedua, apa kekhasan dari guru KB-TK Katolik berdasarkan pengalaman para guru. Ketiga, figur Bunda Maria yang tepat bagi anak-anak KB-TK Katolik dalam pandangan guru KB-TK Katolik Sang Timur Malang. Keempat, perspektif guru KB-TK Katolik Sang Timur Malang mengenai siapa itu Bunda Maria. Kelima, sosok Bunda Maria dalam guru KB-TK Katolik Sang Timur Malang menurut sudut pandang peneliti. Tujuan menggerjakan penelitian ini merupakan suatu ajakan bagi para guru Katolik untuk imitatio spirit pelayanan Bunda Maria sebagai guru dalam dunia pendidikan. Hasil penelitian dikumpulkan langsung dari sekolah KB-TK Katolik Sang Timur Malang Jl. Bandung no. 02 Malang, Jawa Timur. Studi ini berbasis pengalaman umat sebagai guru KB-TK Katolik Sang Timur Malang. Peneliti mengkonfrontasikan riset ini dengan Injil Lukas 2, 41-52 sebagai suatu bentuk kolaborasi dalam memandang Bunda Maria berdasarkan pengalaman empiris para guru KB-TK Katolik Sang Timur Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis melalui wawancara, observasi, pengalaman empirik peneliti sebagai tenaga bina iman, dan studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analisis atau Analisis Fenomenologi Interpretatif (IPA). Melalui metode IPA penulis menganalisa hasil wawancara dan observasi dengan memberikan komentar eksploratoris, menentukan tema emergen hingga superordinat untuk menemukan hasil yang lebih khusus atau spesifik. Adapun temuan studi ini pertama menjadi guru KB-TK itu seperti orang tua sedang menimang bayinya; kedua telaten dalam melayani anak-anak; ketiga Bunda Maria ibu yang super sibuk; keempat Bunda Maria ibu yang peka; kelima Bunda Maria ibu yang suka kepo.
Kaum Muda sebagai Agen Demokrasi Digital: Analisis Peran Teknologi dalam Partisipasi Politik Generasi Digital Menurut Christian Fuchs Cosmas Buru; Hendrikus Balzano Japa; Matias Patriano Vano; Ronaldo Musi; Viktorinus Edison
Seri Filsafat Teologi Vol. 35 No. 34 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v35i34.274

Abstract

Fokus tulisan ini adalah menelaah kehidupan kaum muda dalam dunia politik di tengah derasnya kemajuan media digital. Tulisan ini membahas partisipasi kaum muda (Gen Z) dalam menggunakan gadgad untuk berpartisipasi secara langsung menuju kehidupan ynag lebih demokratis. Tulisan ini didasarkan pada pemikiran kritis Christian Fuchs seorang filsuf sekaligus sosiolog asal Austria. Fuchs melihat peran penting media digital sebagai ruang perjumpaan yang baru bagi siapa pun pada zaman ini terutama kaum muda. Ia berpendapat bahwa media digital akan sangat berguna atau justru merusak keberadaan demokrasi dalam dunia politik tergantung bagaimana pengguna memakainya secara bijak dan bertanggung jawab. Dalam konteks ini, kaum muda memilik peran yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas demokrasi itu sendiri di tangah derasnya arus perubahan media digital dengan fitur-fitur yang ada. Di Pundak kaum muda, arus perubahan itu diletakkan. Di pundak kaum muda mutu demokrasi itu sendiri menjadi dasar untuk memperluas janngkauan demokrasi melalui kegiatan-kegiatan online terutama memajukan opini-opini publik yang bernuansa kritis dan membangun untuk menolak kebijakan pemerintah yang menyimpang dari konsep kehidupan bersama. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dan kajian daftar pustaka berdasarkan kajian pekimiaran Christian Fuchs. Temuan dari tulisan ini ialah bahwa di tengah arus perubahan media digital dan algoritma-algoritma yang termuat di dalamnya sangat penting untuk meningkatkan pendidikan literasi digital untuk kaum muda agar menjadi pribadi yang bertanggung jawab dalam menggunakan media digital.