Maria Inviolata Deran Ola
Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MERAWAT IBU BUMI MELALUI PENDIDIKAN DAN SPIRITUALITAS EKOLOGIS MENURUT ENSIKLIK LAUDATO SI Maria Inviolata Deran Ola
JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/japb.v5i2.370

Abstract

Bumi kita saat ini mengalami kerusakan akibat tindakan perusakan yang dilakukan manusia, seperti illegal logging, illegal fishing, dan eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran yang menyebabkan peningkatan panas bumi, penurunan kualitas udara, hilangnya keanekaragaman hayati dan juga menimbulkan bencana. Fakta tersebut menjadi kekhawatiran Gereja Katolik sehingga Paus Fransiskus mengeluarkan Ensiklik Laudato Si pada tanggal 24 Mei 2015. Paus Fransiskus mengajak semua orang untuk peduli terhadap bumi. Salah satu upaya untuk melindungi bumi dari kerusakan adalah melalui pendidikan dan spiritualitas ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya merawat bumi melalui pendidikan dan spiritualitas ekologis. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi pustaka. Teknik pengumpulan datanya adalah menelaah dokumen Ensiklik Laudato Si, buku-buku, dan jurnal ilmiah terkait topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendidikan dan spiritualitas ekologis, manusia itu sendiri harus memiliki kesadaran untuk berubah dan menyadari bahwa perbuatan merusak bumi adalah perbuatan yang salah, sehingga manusia dapat kembali merawat bumi dengan baik. Upaya merawat ibu bumi ini harus dilakukan oleh semua pihak. Merawat ibu bumi ini sangat penting karena secara tidak langsung menyelamatkan kelangsungan hidup manusia.
MERAWAT IBU BUMI MELALUI PENDIDIKAN DAN SPIRITUALITAS EKOLOGIS MENURUT ENSIKLIK LAUDATO SI Maria Inviolata Deran Ola
JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/japb.v5i2.370

Abstract

Bumi kita saat ini mengalami kerusakan akibat tindakan perusakan yang dilakukan manusia, seperti illegal logging, illegal fishing, dan eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran yang menyebabkan peningkatan panas bumi, penurunan kualitas udara, hilangnya keanekaragaman hayati dan juga menimbulkan bencana. Fakta tersebut menjadi kekhawatiran Gereja Katolik sehingga Paus Fransiskus mengeluarkan Ensiklik Laudato Si pada tanggal 24 Mei 2015. Paus Fransiskus mengajak semua orang untuk peduli terhadap bumi. Salah satu upaya untuk melindungi bumi dari kerusakan adalah melalui pendidikan dan spiritualitas ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya merawat bumi melalui pendidikan dan spiritualitas ekologis. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi pustaka. Teknik pengumpulan datanya adalah menelaah dokumen Ensiklik Laudato Si, buku-buku, dan jurnal ilmiah terkait topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendidikan dan spiritualitas ekologis, manusia itu sendiri harus memiliki kesadaran untuk berubah dan menyadari bahwa perbuatan merusak bumi adalah perbuatan yang salah, sehingga manusia dapat kembali merawat bumi dengan baik. Upaya merawat ibu bumi ini harus dilakukan oleh semua pihak. Merawat ibu bumi ini sangat penting karena secara tidak langsung menyelamatkan kelangsungan hidup manusia.
Penguatan toleransi beragama melalui tradisi tulun tali di Desa Sukutokan Maria Inviolata Deran Ola; Petrus Tukan; Krisantus Minggu Kwen
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11 No 2 (2025): August 2025
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v11i2.19783

Abstract

Indonesia has a lot of diversity, including ethnicity, culture, language, and religion. This divercity makes Indonesia a country ini rich in divercity. In responding to this diversity, of course there is an attitude of tolerance to prevent division. In the midst of this era of development, there is still a phenomenon of intolerance, so tolerance needs to be echoed and strengthened continuously. One of them in through the local tradition of tulun tali which is practiced by the people of Sukutokan Village, Kelubagolit District, on Adonara Island.This tradition is a praktice of mutual cooperation in terms of helping in the form of goods, foodstuffs and animals in people’s lives at certain events or events. This study aims to determine how to strengthen religious tolerance through the tulun tali tradition in Sukutokan Village. The research method used in this study is a qualitative using a descriptive approach. The results of study show that the tulun tali tradition practiced by the Sukutokan Village community in various social activities, such as death customs, marriages, religious events, building traditional house, and building residents house can strengthen religious tolerance.