Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaturan MicroRNA pada Penuaan dan Kanker Ekowati, Ana Lucia; Telium, Havian Daulung
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol 3, No 2 (2022): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mujg.3.2.69-80

Abstract

Masalah penuaan merupakan masalah global karena jumlah populasi orang lanjut usia di dunia terus meningkat. Untuk mengatasi masalah penuaan, perlu dilakukan penatalaksanaan kehidupan para lansia supaya memiliki kualitas hidup yang baik dan sehat. Penuaan merupakan kondisi terkait penurunan fungsi fisiologis dan disertai dengan berbagai penyakit degeneratif yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap morbiditas dan mortalitas. Salah satu penyakit terkait penuaan yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia adalah kanker. MicroRNA (miRNA) merupakan non-coding RNA pendek (22 nukleotida) yang dapat mengatur ekspresi gen pada pasca transkripsi dengan mekanisme epigenetik. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan terbukti bahwa terjadi perubahan ekspresi miRNA tertentu yang terdapat pada sistem sirkulasi pada orang tua dan penderita kanker.  Hal ini dapat menunjukkan pengaturan miRNA pada penuaan dan kanker serta miRNA tertentu tersebut dapat dikembangkan sebagai biomarker penuaan dan penyakit kanker. Tujuan dari studi ini adalah memahami pengaturan miRNA pada penuaan dan kejadian kanker. Dari berbagai studi dapat disimpulkan bahwa miRNA mengatur ekspresi gen yang berperan dalam jalur persinyalan terkait penuaan dan penyakit kanker melalui beberapa hallmark penuaan yang kompatibel dalam patogenesis jenis kanker tertentu. Meskipun telah ditemukan beberapa kandidat miRNA terkait penuaan dan kanker, namun untuk sampai pada aplikasi miRNA sebagai biomarker masih terus dilakukan penelitian hingga saat ini.
Therapeutic Potential of Bovine Lactoferrin to Reduce Brain Malondialdehyde Levels in Hyperlipidemia-Induced Sprague-Dawley Rats Telium, Havian Daulung; Djuartina, Tena; Notario, Dion; Hananta, Linawati
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i2.72048

Abstract

Hyperlipidemia is a medical condition that can trigger various diseases, one of which is a neurodegenerative or neurological disease. Lactoferrin is known to have multiple protective activities, one of which is antioxidant. This study aimed to determine the potential of lactoferrin bovine to decrease brain MDA levels in Sprague-Dawley (SD) rats induced by hyperlipidemia. This study was an in vivo experimental study using 24 male SD rats divided into six groups: normal, negative control, positive control, low-dose bovine lactoferrin (LLF), intermediate-dose bovine lactoferrin (ILF), and high-dose bovine lactoferrin (HLF). The diet in the normal group was the standard diet, and the other groups were induced by a high-fat diet (HFD). The intervention for the positive control group was simvastatin. In contrast, LLF, ILF, and HLF groups were given bovine lactoferrin doses of 100, 200, and 400 mg/kgBW, respectively. After seven weeks, all rats were necropsied, and their brains were taken to be tested for malondialdehyde (MDA) levels with an MDA assay kit using a spectrophotometer. Data was then analyzed using Shapiro-Wilk and Levene test and continued with one-way ANOVA and post-hoc Tukey test. There were significant differences (p<0.05) between the negative control group (269.99±13.50 nmol/g weight) and every bovine lactoferrin groups (219.92±22.99 nmol/g weight, 151.60±23.43 nmol/g weight, 158.16±12.33 nmol/g weight, respectively) in reducing brain MDA levels. In summary, all bovine lactoferrin groups (100, 200, and 400 mg/kgBW) significantly reduced brain MDA levels of SD rats in hyperlipidemia condition.