Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan Dan Ketersediaan FiturFitur Terhadap Minat Penggunaan Aplikasi My BCA pada Generasi Z Muhammad Rizky Akbar; Efriyanto
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i6.12827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi kemudahan penggunaan dan ketersediaan fitur-fitur terhadap minat penggunaan aplikasi My BCA pada Generasi Z. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 26. Data dikumpulkan melalui kuesioner online (Google Form) yang disebarkan kepada 100 responden dari kalangan Generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel persepsi kemudahan penggunaan dan ketersediaan fitur secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan aplikasi My BCA. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pihak BCA dalam meningkatkan kualitas fitur dan kemudahan penggunaan aplikasi, serta menjadi referensi bagi pengembangan strategi pemasaran digital yang lebih tepat sasaran bagi generasi muda.
Pemanfaatan Kesenian Music Islam (Nasyid) sebagai Strategi Inovatif dalam Pembelajaran PAI Muhammad Rizky Akbar; Intania Gunasah; Maharani Maharani; Muhajir A.M Al Raaji; Abdul Azis
Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Vol. 2 No. 4 (2025): November : Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/karakter.v2i4.1426

Abstract

The use of Islamic music, especially nasyid, as a creative learning strategy in Islamic Religious Education (PAI) plays an important role in increasing students' motivation, understanding, and appreciation of religious values. This study uses a qualitative descriptive method to describe in depth how nasyid can be used as an innovative and effective learning medium to enrich the IRE teaching process. The findings show that the application of nasyid in the teaching and learning process can create a more interesting, interactive, and enjoyable learning atmosphere. This condition has been proven to encourage active student participation, making learning activities more meaningful and memorable. In addition, nasyid effectively helps students improve their memory and ability to memorize religious material in an easier and more enjoyable way. The positive impact is not only seen in cognitive aspects but also in the overall formation of students' religious character. Through nasyid, moral and spiritual values can be instilled more deeply, naturally, and continuously in everyday life. However, this study also found several obstacles, such as limited supporting facilities and the need to develop teachers' competencies in optimally applying nasyid as a learning medium. Therefore, the use of nasyid in PAI learning can be seen as a strategic innovation that has the potential to improve the quality of religious education holistically and have a positive impact on the development of students in a dynamic and challenging modern era.
Sex Education Ditinjau Dari Agama, Budaya, dan Psikososial Pratama Mukti, Intan; Mawar Setiawati; Larasati Nur Firzana; Muhammad Rizky Akbar; Muhajir A.M
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6272

Abstract

Pendidikan seks memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman remaja mengenai tubuh, hubungan interpersonal, dan tanggung jawab sosial. Namun, di Indonesia, pembahasan seksualitas masih dianggap tabu sehingga penyampaiannya terbatas dan kurang terarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan seks dari perspektif agama, budaya, dan psikososial serta merumuskan pendekatan yang lebih integratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan seks yang efektif tidak dapat hanya berfokus pada aspek biologis, tetapi harus mengintegrasikan nilai moral, norma sosial, dan perkembangan psikologis individu. Dari perspektif agama, pendidikan seks menekankan pembentukan akhlak, pengendalian diri, dan tanggung jawab. Dari sisi budaya, norma kesopanan menjadi hambatan sekaligus potensi dalam internalisasi nilai. Sementara itu, secara psikososial, remaja berada pada tahap perkembangan yang rentan sehingga membutuhkan pendampingan yang tepat. Penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan antara nilai dan implementasi yang dipengaruhi oleh kurangnya komunikasi serta pesatnya perkembangan informasi digital. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan kolaboratif antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan seks berbasis integratif mampu membentuk kesadaran diri, perilaku bertanggung jawab, serta karakter remaja di era modern.