Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGUMPULAN DATA DALAM PENELITIAN KUALITATIF: WAWANCARA Farah Fadila; Safriani Safriani; Eliana Eliana; Muammar Khaddafi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 7 (2025): JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian kualitatif, terdapat berbagai teknik untuk mengumpulkan data, namun wawancara merupakan salah satu metode yang paling umum digunakan. Artikel ini membahas wawancara sebagai teknik pengumpulan data, mencakup berbagai jenis wawancara, bentuk pertanyaan yang digunakan, durasi pelaksanaannya, serta langkah-langkah dalam proses wawancara. Penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai metode wawancara, sehingga mereka dapat memilih jenis wawancara yang sesuai dengan pendekatan penelitian yang digunakan dan mampu melaksanakannya secara tepat.
PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP LAPORAN KEUANGAN YANG AKURAT Farah Fadila; Rayyan Firdaus
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 9 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Informasi Akuntansi (Sia) Memiliki Peran Krusial Dalam Menghasilkan Laporan Keuangan Yang Akurat, Relevan, Dan Dapat Diandalkan. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Menganalisis Pengaruh Penerapan Sia Terhadap Tingkat Akurasi Laporan Keuangan Dalam Organisasi. Dengan Menggunakan Pendekatan Kuantitatif Dan Kualitatif, Data Dikumpulkan Melalui Survei, Wawancara, Dan Analisis Dokumen Pada Perusahaan Yang Telah Mengimplementasikan Sia. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Penggunaan Sia Secara Efektif Mampu Meminimalkan Kesalahan Pencatatan, Mempercepat Proses Penyusunan Laporan Keuangan, Serta Meningkatkan Transparansi Dan Konsistensi Data. Faktor-Faktor Seperti Kualitas Perangkat Lunak, Kompetensi Pengguna, Serta Dukungan Manajemen Juga Ditemukan Memiliki Pengaruh Signifikan Terhadap Keberhasilan Penerapan Sia. Temuan Ini Menegaskan Bahwa Sia Tidak Hanya Menjadi Alat Pendukung, Tetapi Juga Fondasi Dalam Memastikan Kualitas Laporan Keuangan Yang Memenuhi Standar Akuntansi. Studi Ini Memberikan Implikasi Bagi Organisasi Untuk Terus Mengembangkan Dan Mengoptimalkan Penggunaan Sia Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pelaporan Keuangannya.
PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI SYARIAH DALAM ASURANSI SYARIAH DI INDONESIA Muammar Khaddafi; R Deci Fadillah; Safrani Safrani; Farah Fadila; Hidayatussaadah Hidayatussaadah; Zahara Zahara
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 5 (2024): OKTOBER-NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ekonomi dunia yang semakin pesat telah menghasilkan berbagai macam perusahaan dan lembaga-lembaga keuangan di Indonesia, baik itu bank ataupun non bank. Sejalan dengan perkembangan tersebut juga memicu pemikiran masyrakat muslim akan keberadaan serta aktivitas dari perusahaan dan lembaga keuangan. masyrakat muslim meragukan aktivitas lembaga keuangan, sehingga berdirilah lembaga keuangan dengan basic syariah. Namun perkembangan lembaga keuangan syariah yang semakin pesat juga memicu masyarakat akan perlakuan akuntansinya yang sama dengan lembaga keuangan konven lainnya, sehingga ditetapkanlah sistem akuntansi syariah untuk lembaga keuangan syariah. Dalam hal ini penulis membahas sistem akuntansi syariah dalam asuransi syariah dengan menggunakan metode penelitian jenis kajian yang datanya di ambil dari buku hingga jurnal ilmiah. Hasil diskusi yang penulis peroleh pada penelitian artikel kali ini yaitu Akuntansi syariah merupakan proses pencatatan, pernggolongan, pengikhtisaran dan pelaporan keuangan di dalam satu perusahaan selama periode tertentu yang mengacu pada syariat islam. Sistem Akuntansi dalam asuransi yang berbasis syariat terdapat pada perlakuannya, prinsipnya yakni keadilan, dan penerapannya. Berbeda dengan akuntansi pada umumnya, akuntansi syariah mengutamakan prinsip-prinsip syariah. penerapan akuntansi pada asuransi syariah salah satunya yaitu diakui dalam laporan keuangan periode selanjutnya apabila perolehan premi insurance tersebut terjadi sebelum tanggal transaksi. Dari hasil tersebut penulis menyimpulkan bahwasannya asuransi syariah sudah menerapkan akuntansi sesuai dengan syariat Islam yakni akuntansi syariah. Akuntansi syariah ini sangat penting dalam pembuatan laporan keuangan pada asuransi syariah dan juga lembaga syariah lainnya. Semakin luas kita memahami konsep akuntansi syariah maka akan semakin baik pula pelaporan yang akan kita buat.
KELEMAHAN DAN KENDALA DALAM SISTEM PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA SEKTOR PUBLIK: SUATU TINJAUAN Muammar Khaddafi; R Deci Fadillah; Safrani Safrani; Farah Fadila; Hidayatussaadah Hidayatussaadah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 5 (2024): OKTOBER-NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan perundang-undangan mengenai keuangan negara fokus pada perubahan dalam pengelolaan keuangan nasional yang mengutamakan efektivitas, efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017 memperkenalkan paradigma penganggaran berbasis kinerja (PBK), yang membuka era baru dalam kontribusi anggaran terhadap kemajuan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan dan kelemahan dalam penerapan anggaran berbasis kinerja pada instansi pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan scoping review. Data yang digunakan berasal dari peraturan dan artikel jurnal yang relevan. Hasil dari scoping review ini akan menjadi dasar untuk analisis lebih lanjut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan penganggaran berbasis kinerja oleh lembaga pemerintah masih perlu peningkatan yang signifikan. Selain itu, lembaga pemerintah harus dapat beradaptasi dengan tantangan yang ada dan melakukan perbaikan di tingkat makro, terutama dalam hal pengaturan kelembagaan mereka. Meskipun penganggaran berbasis kinerja dianggap lebih baik dibandingkan pendekatan sebelumnya, agar implementasinya lebih efektif, sistem ini perlu terus disempurnakan seiring dengan perubahan kondisi dan kebutuhan yang terus berkembang.