Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Debitur Dalam Penyelesaian Kredit Macet Terhadap Bank OCBC NISP Cabang Semarang Melalui Rescheduling, Reconditioning, Restructuring Hadiwinarto, Saputra
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 3: Maret 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i3.8309

Abstract

Kredit menurut Pasal 1 ayat (11) Undang Undang Nomor 10 tahun 1998 tentang Perbankan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain, yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya dengan pihak lain, dalam jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Sebelum kredit diberikan untuk meyakinkan bahwa nasabah benar benar dapat dipercaya, maka bank terlebih dahulu melakukan analisis kredit. Apabila kredit yang diberikan mengalami kemacetan, maka langkah yang dilakukan untuk penyelematan kredit tersebut beragam , hal ini karena akan terlebih dahulu tahu penyebab terjadinya kredit macet tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kredit bermasalah atau kredit macet di bidang perbankan dan bagaimana cara penyelesaiannya yang di lakukan secara litigasi dan non litigasi. Namun penulis cenderung dalam penelitian ini lebih mengutamakan dengan jalur litigasi. Jenis penelitian yang di gunakan oleh penulis dalam penyusunan ini adalah penelitian hukum empiris. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif dimana pernyataan tertulis atau lisan dari nara sumber dicatat berdasarkan fakta di lapangan. Langkah selanjutnya adalah diagram deduktif dari kesimpulan , yaitu penjelasan rinci tentang akibat hukum restrukturisasi perjanjian kredit terhadap jaminan dalam upaya penyelamatan kredit bermasalah pada PT Bank OCBC NISP cabang Semarang, dan analisis datanya . Namun penyelesaian secara non litigasi belum bisa menghasilkan kesepakatan sehingga langkah selanjutnya dengan jalur litigasi. Sehingga ditarik kesimpulan dari hal hal umum hingga masalah khusus , menyimpulkan bahwa: (1) Dengan Restrukturisasi belum tentu dapat menghasilkan cara penyelesaian kredit macet antara debitur dan keditur. (2) Degan jalur litigasi maka melalui Lembaga Hukum cara penyelesaian kredit macet bisa terseleseikan sesuai Keputusan Pengadilan walaupun cara ini memerlukan biaya ,waktu dan tenaga yang tidak sedikit.
TANTANGAN DAN STRATEGI BERWIRAUSAHA KULINER LOKAL, STUDI KASUS LENTOG TANJUNG PAK SISNO KUDUS Wahyudi, Muhamad; Hadiwinarto, Saputra; Mashuri, Dian Imami; Riesha, Riezky Army
Eklektik : Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan Vol 8, No 2 (2025): Eklektik
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ekl.v8i2.38774

Abstract

Business dynamics are constantly evolving, and the micro-enterprise sector has significant growth opportunities due to the abundance of entrepreneurs today. Various types of businesses exist within communities, particularly culinary food businesses rooted in local wisdom specific to certain regions. There is substantial potential to enhance micro-economic growth through culinary ventures based on local heritage, such as "Lentog Tanjung" from Kudüs. This traditional dish originates from Kudus City in Central Java and naturally holds a distinct market share within the region. Currently, Lentog Tanjung eateries are proliferating throughout the city of Kudus. The research focuses on Warung Lentog Tanjung Pak Sisno, located in Loram Kulon Village, Jati Subdistrict, Kudus Regency, aiming to analyze and identify the challenges and strategies faced by its owner.This study employs a qualitative descriptive research method, utilizing data collection techniques including observation, interviews, and theoretical references. The findings reveal that Warung Lentog Tanjung Pak Sisno is among the well-known Lentog eateries in Jati Subdistrict, Kudus Regency. Key challenges faced include the need for capital support to expand the business, fluctuating raw material prices impacting profit margins, and competition from similar Lentog businesses as well as other culinary enterprises. Warung Lentog Tanjung Pak Sisno has been successfully operating for over 20 years and continues to thrive amidst evolving business dynamics.