Permainan tradisional saat ini semakin sulit ditemui di era teknologi modern, meskipun sebenarnya permainan ini bisa menjadi media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan memperkaya pengalaman belajar mereka. Salah satu contohnya adalah materi pecahan di kelas V yang dapat diintegrasikan dengan permainan tradisional seperti boy-boyan. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan media pembelajaran berbasis permainan tradisional boy-boyan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengembangan, kevalidan, dan kepraktisan permainan tradisional boy-boyan sebagai media pembelajaran materi pecahan kelas V SDN 010 Samarinda Seberang. Pengembangan permainan tradisional boy-boyan sebagai media pembelajaran menggunakan metode Research and Development dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahap: Analisis, Perencanaan, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas V di SDN 010 Samarinda Seberang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu kuantitatif dengan analisis data angket validasi para ahli, angket data respon siswa dan angket data respon guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional boy-boyan dapat digunakan dalam pembelajaran matematika, khususnya materi pecahan. Media ini telah diuji validitas dan kepraktisannya oleh ahli media dan ahli materi. Tingkat validitas mencapai 96% hingga 98%, yang dikategorikan sangat valid. Penilaian kepraktisan dari respon siswa dan guru juga menunjukkan hasil yang sangat praktis, dengan skor sebesar 98% baik dalam uji coba skala kecil maupun besar. Dapat disimpulkan bahwa Media Permainan Boy-Boyan ini layak digunakan dalam pembelajaran matematika bagi siswa di sekolah.