Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pertanian urban sebagai solusi strategis dalam mengatasi keterbatasan lahan pertanian di Kabupaten Bireuen. Studi dilakukan di 5 kecamatan dengan karakteristik wilayah perkotaan dan semi-perkotaan, menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 30 petani urban untuk wawancara mendalam, 150 responden untuk survei, dan 10 informan kunci dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanian urban melalui metode vertical farming, roo ftop garden, dan sistem hidroponik berhasil mengoptimalkan pemanfaatan lahan terbatas di wilayah perkotaan. Implementasi pertanian urban tidak hanya berkontribusi pada produksi pangan, tetapi juga memberikan manfaat lingkungan melalui penciptaan ruang hijau produktif dan membuka peluang wirausaha baru bagi masyarakat perkotaan. Namun, pengembangan pertanian urban masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan akses teknologi modern, pengetahuan teknis, dan modal untuk pengembangan infrastruktur. Keberhasilan program ini bergantung pada dukungan kebijakan terintegrasi, peningkatan kapasitas petani, dan pengembangan infrastruktur yang memadai. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan dukungan kebijakan dan program pengembangan kapasitas untuk mengoptimalkan potensi pertanian urban di Kabupaten Bireuen. Kata Kunci: Pertanian urban, Keterbatasan lahan, Kabupaten Bireuen