Lingkungan merupakan bagian dari integritas kehidupan manusia. Sehinggalingkungan harus dipandang sebagai salah satu komponen ekosistem yang memiliki nilaiuntuk dihormati, dihargai, dan tidak disakiti, lingkungan memiliki nilai terhadap dirinyasendiri. Integritas ini menyebabkan setiap perilaku manusia dapat berpengaruh terhadaplingkungan disekitarnya. Perilaku positif dapat menyebabkan lingkungan tetap lestari danperilaku negatif dapat menyebabkan lingkungan menjadi rusak. Integritas ini pula yangmenyebabkan manusia memiliki tanggung jawab untuk berperilaku baik dengan kehidupandi sekitarnya.Gerakan ekofeminisme adalah gerakan yang dipelopori oleh perempuandikarenakan memiliki kesamaan akan mirisnya lingkungan yang tidak baiksehingga menimbulkan banyak bencana alam. Perempuan dan alam seringkalidiartikulasikan sebagai dua hal yang sangat erat dan dekat. Permasalahanlingkungan yang terjadi saat ini tidak netral gender, karena ketika terjadi kerusakanalam, perempuan menjadi pihak yang paling beresiko terkena dampaknya.Banyak perempuan yang menyadari peranannya terhadap penyelesaiankrisis global, termasuk krisis lingkungan. Kelahiran ekofeminisme merupakanindikator kuat bahwa gerakan perempuan sudah merambah pada upayapenyelamatan lingkungan. Hal ini yang terjadi di Kota Jambi, masih banyaknyasampah yang belum di daur ulang sehingga TPA (Tempat Pembuangan Akhir)kurang mampu lagi untuk menampung banyaknya sampah dari berbagai industridan sampah rumah tangga.Kata Kunci: Daur ulang sampah dan Gerakan Ekofeminisme