Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMASI CHANNEL XRD ARL9900 SEBAGAI METODE ALTERNATIF UNTUK ANALISA LIMESTONE DALAM SEMEN Sugeng Mulyono; Dzakiyatul Azizah; Hafit Setiyabudi
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 17 No. 3 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v17i3.1265

Abstract

ABSTRACTLoss On Ignition (LOI) is one of the parameters of cement testing analysis to determine the percentage of substance lost from the sample in a certain time and temperature. LOI cement is mainly caused by loss of water and carbon dioxide content in CaCO3 (Calcite) carbonate compounds in Limestone at 950°C.From the results of this test can be predicted Limestone filler content in cement. Conventional methode of LOI is less efficient because need a relatively long time of about 2 hours and even more. The impact of this problem may lead to delays in production control decision making.The purpose of this research is to make LOI testing more efficient and also produced Calcite Curve as a secondary method for LOI testing. At PT Holcim Indonesia Laboratory there is Xray Fluorescence (XRF) instrument equipped with Xray Diffraction (XRD) channel which can be used for LOI analysis so that the testing process can be faster.The implementation method is made by making a correlation between Calcite with LOI and making Calcite calibration curve in channel XRD then sample tested.From the results of this research trials obtained LOI test results with XRD 7 minutes 34 seconds with accuration percentage is 44,67% and testing with wet method obtained 2 hours 27 minutes 57 seconds. From these results it can be concluded that LOI testing using XRD is 2 hours 20 minutes 23 seconds faster than wet method but not yet accurate. This method is still in the evaluation stage, it is necessary to repair to minimize percent error so that the test result more efficient and accurate, that is by modification of sample preparation or modification of Xray calibration parameter.Keywords: LOI, Calcite, Calibration curve, XRF, XRDABSTRAKLoss On Ignition (LOI) atau kandungan hilang pijar adalah salah satu parameter analisis pengujian semen untuk mengetahui persentase kandungan zat yang hilang dari sampel dalam waktu dan suhu tertentu. LOI semen terutama disebabkan oleh hilangnya kandungan air dan karbondioksida dalam senyawa karbonat CaCO3 (Calcite) dalam Limestone pada suhu 950oC. Berdasarkan hasil pengujian ini dapat diprediksi kadar Limestone filler dalam semen, karena bisa dihitung dari kandungan Calcite yang terdapat dalam Limestone filler.Metode konvensional pengujian LOI kurang efisien karena memerlukan waktu yang relatif lama yaitu sekitar 2 jam bahkan lebih. Dampak dari masalah ini bisa menyebabkan terjadinya keterlambatan dalam pengambilan keputusan kontrol produksi.Tujuan penelitian ini yaitu untuk membuat pengujian LOI menjadi lebih efisien dan juga dihasilkan Kurva Calcite sebagai metode alternatif untuk pengujian LOI. Di Laboratorium PT Holcim Indonesia terdapat instrument Xray Fluorescence (XRF) yang dilengkapi dengan channel Xray Diffraction (XRD) yang bisa dimanfaatkan untuk analisa LOI sehingga proses pengujiannya bisa lebih cepat.Metode pelaksanaan dibuat dengan cara membuat korelasi antara Calcite dengan LOI dan pembuatan kurva kalibrasi Calcite di channel XRD lalu dilakukan uji coba sampel.Berdasarkan hasil uji coba penelitian ini didapatkan hasil pengujian LOI dengan XRD 7 menit 34 detik dengan tingkat akurasi sebesar 44,67%, dan pengujian dengan metode wet didapatkan 2 jam 27 menit 57 detik. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengujian LOI menggunakan XRD lebih cepat 2 jam 20 menit 23 detik dibandingkan dengan metode wet tetapi belum akurat. Metode ini masih dalam tahap evaluasi, diperlukan adanya perbaikan untuk meminimalisir persen error supaya hasil pengujian lebih efisien dan akurat, yaitu dengan cara modifikasi preparasi sampel atau modifikasi parameter kalibrasi Xray.Kata Kunci : LOI, Calcite, Kurva kalibrasi, XRF, XRD
KONTROL SUHU MESIN VACUUM FORMING OTOMATIS ANEKA BENTUK KEMASAN DENGAN HMI Sonki Prasetya; Hasvienda M. Ridlwan; Muslimin Muslimin; Sugeng Mulyono; Idrus Assagaf
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 17 No. 3 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v17i3.1268

Abstract

ABSTRACTFood industries in a country depend on the packaging system to preserve the product commonly use the plastic based material. Generally, commercial plastic type for packaging in Indonesia are Polystirine (PS) and Polyvinyl Chlorida (PVC). One of problem in home industries (UKM) especially in food sectoris to find the appropriateand particular packaging for their food products. Vacuum Thermoforming machines commonly used by industries to provide the packaging product. However, the forms and materials for the product are too general. In order to provide specific forms for definite products, small-scale vacuum forming machines produced by other countries can be found in the market. Nevertheless, the price still considered high for a home industrial entrepreneur. This study investigates the appropriate automatic control system for the designed small-scale industrial vacuum forming. The control decision achieved via a software based on LabView through a laptop. Thus, it can be displayed, monitored and also being recorded continuously. The test shows that the heater stable at 20 minutes meanwhile the plastic sheet can be shapedafter 15 minutes heating process.Keywords: Plastic, vacuum forming, home industry, automatic.ABSTRAKIndustri makanan yang jumlahnya cukup besar di Indonesia tidak dapat lepas dari proses pengemasan terutama penggunaan kemasan plastik. Jenis plastik yang banyak digunakan untuk kemasan makanan adalah Polystirine (PS)dan Polyvinyl Chlorida (PVC) yang umumnya dijual bebas di pasar/ toko dengan ukuran yang sudah spesifik. Masalah yang banyak dihadapi oleh industrik kecil menengah (UKM) umumnya adalah kesulitan dalam penggunaan kemasan yang sesuai baik ukuran maupun bentuk dari produknya. Mesin Vacuum Thermoforming seperti yang dimiliki oleh industri untuk produk kemasan umumnya memiliki skala yang besar dan memiliki jenis serta bentuk standar. Sementara mesin dalam skala kecil masih dirasa cukup mahal dari segi biaya karena produk dari negara luar. Karenanya mesin Vacuum Forming otomatis skala UKM dengan biaya yang ekonomis ini sangat penting. Penelitian ini ditujukan untuk melakukan otomatisasi dari karakter pemanas yang digunakan dengan mempertimbangkan posisi optimal agar dicapai unjuk kerja yang optimal dari system yang sudah dibuat. Keputusan dari pengendalian alat dilakukan menggunakan software LabView melalui laptop. Oleh sebab it, data dapat ditampilkan, dimonitor serta disimpan secara langsung dan terus-menerus. Hasil uji fungsi menunjukkan bahwa pemanas bekerja dengan stabil setelah 20 menit sedangkan obyek plastik dapat dibentuk setelah dipanaskan selama 15 menit.Kata kunci: Plastik,,Vacuum Forming, UKM, otomatis.