Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RANCANG BANGUN KOMPONEN UTAMA PLTS OFF-GRID UNTUK MENUNJANG OPERASI INCINERATOR SIPESAT® Noor Hidayati; Arifia Ekayuliana
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 20 No. 2 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v20i2.3892

Abstract

To increase reliability of SIPESAT® Incinerator, off-grid solar powerplant was installed. The aim of this paper is to designing the requirement of the main equipment for the solar powerplant. 270 w, 3 autonomies days were used as the main parameter. GHI gathered from NASA’s data, VRLA battery type with MPPT inverter type was chosen to design the solar powerplant system. based on calculation results, the solar powerplant system need two solar panels 150watt each, and two VRLA battery 24V 200 Ah each,
Literature Review: Facility Layout Optimization and Safety Management in Manufacturing Workshops Arifia Ekayuliana; Fathan Mubina Dewadi; Muhammad Nurul Mustofa; Nadia Dwi Yuningsih; Nurul Tri Mulyani
JADI (Jurnal Teknik Industri) Vol. 1 No. 3 (2025): Nopember 2025
Publisher : indiepress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaturan strategis fasilitas produksi dan integrasi protokol keselamatan merupakan faktor penentu kritis bagi efisiensi operasional di bengkel manufaktur, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan tata letak fasilitas yang terdiri dari 57 komponen berbeda, termasuk mesin berat (M1–M7) dan sistem pendukung lainnya. Analisis inventaris situs dan hubungan spasial dilakukan secara sistematis menggunakan kerangka kerja Facility Layout Problem (FLP) dengan membagi bengkel ke dalam klaster fungsional produksi, perakitan, pengawasan, dan logistik guna menilai kedekatan antara meja kerja operator (11–16) dengan unit permesinan inti. Temuan menunjukkan bahwa penempatan terpusat ruang instruktur (R1) dan ruang perencanaan (R3) secara signifikan meningkatkan pengawasan area praktek siswa (D1–Dy), sementara implementasi "Safety Area" yang ditentukan secara efektif memisahkan lalu lintas pejalan kaki dari zona berisiko tinggi seperti mesin press hidrolik (M7) dan stasiun pengelasan (MS). Selain itu, isolasi unit intensif kebisingan seperti ruang kompresor (K1) terbukti menjaga standar ergonomis di zona kontrol (R4) dan administrasi (A). Sebagai simpulan, model tata letak terintegrasi ini menunjukkan sinergi yang berhasil antara kebutuhan produksi skala industri dan kebutuhan pedagogis teknis, memberikan tolok ukur strategis bagi manajemen fasilitas yang berpusat pada keselamatan dan produktivitas.