Pengaturan strategis fasilitas produksi dan integrasi protokol keselamatan merupakan faktor penentu kritis bagi efisiensi operasional di bengkel manufaktur, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan tata letak fasilitas yang terdiri dari 57 komponen berbeda, termasuk mesin berat (M1–M7) dan sistem pendukung lainnya. Analisis inventaris situs dan hubungan spasial dilakukan secara sistematis menggunakan kerangka kerja Facility Layout Problem (FLP) dengan membagi bengkel ke dalam klaster fungsional produksi, perakitan, pengawasan, dan logistik guna menilai kedekatan antara meja kerja operator (11–16) dengan unit permesinan inti. Temuan menunjukkan bahwa penempatan terpusat ruang instruktur (R1) dan ruang perencanaan (R3) secara signifikan meningkatkan pengawasan area praktek siswa (D1–Dy), sementara implementasi "Safety Area" yang ditentukan secara efektif memisahkan lalu lintas pejalan kaki dari zona berisiko tinggi seperti mesin press hidrolik (M7) dan stasiun pengelasan (MS). Selain itu, isolasi unit intensif kebisingan seperti ruang kompresor (K1) terbukti menjaga standar ergonomis di zona kontrol (R4) dan administrasi (A). Sebagai simpulan, model tata letak terintegrasi ini menunjukkan sinergi yang berhasil antara kebutuhan produksi skala industri dan kebutuhan pedagogis teknis, memberikan tolok ukur strategis bagi manajemen fasilitas yang berpusat pada keselamatan dan produktivitas.
Copyrights © 2025