Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Perbankan Syariah Dalam Pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Melalui Data Qardh Hasan di Era 5.0 Dea Sabryna Azizah; Agil Gusri Pratama; Devita Sari Madina; Amelia Joty Yolanda; Sari novi Anggraini
Journal of Economics and Business Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Economics and Business
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/econis.v2i2.494

Abstract

ABSTRACT Islamic banking is one of the important sectors in Indonesia's economic system, especially in financing the micro business sector. Micro business financing in Islamic banking generally uses principles that are not contrary to Islamic law, such as profit sharing (mudharabah), sale and purchase (murabahah), and interest-free loans (qardh hasan). This article aims to explore the concept of Islamic banking in micro business financing using qardh hasan data, as well as its relevance in the 5.0 era characterized by advances in digital technology. Using a qualitative approach, this article discusses the application of qardh hasan in the context of microenterprise financing, the benefits and challenges faced by the Islamic banking sector in using this instrument, as well as its contribution to microeconomic empowerment in Indonesia. In this study, it is found that while qardh hasan provides convenience and justice for micro-entrepreneurs, there are challenges in its implementation in the digital era that requires quick and effective adaptation of information technology   ABSTRAK Perbankan Syariah merupakan salah satu sektor penting dalam sistem perekonomian Indonesia, terutama dalam pembiayaan sektor usaha mikro. Pembiayaan usaha mikro di perbankan syariah umumnya menggunakan prinsip-prinsip yang tidak bertentangan dengan hukum Islam, seperti bagi hasil (mudharabah), jual beli (murabahah), dan pinjaman tanpa bunga (qardh hasan). Artikel ini bertujuan untuk menggali konsep perbankan syariah dalam pembiayaan usaha mikro dengan menggunakan data qardh hasan, serta relevansinya dalam era 5.0 yang ditandai dengan kemajuan teknologi digital. Dengan pendekatan kualitatif, artikel ini membahas penerapan qardh hasan dalam konteks pembiayaan usaha mikro, keuntungan dan tantangan yang dihadapi oleh sektor perbankan syariah dalam menggunakan instrumen ini, serta kontribusinya terhadap pemberdayaan ekonomi mikro di Indonesia. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa meskipun qardh hasan memberikan kemudahan dan keadilan bagi pengusaha mikro, terdapat tantangan dalam implementasinya di era digital yang membutuhkan adaptasi teknologi informasi yang cepat dan efektif. 
INOVASI OLAHAN HASIL PANEN : TRANSFORMASI SINGKONG DESA MENJADI BOLU SINGKONG KARAMEL BERNILAI EKONOMIS Mardia Tuzzulfa; Alda Febrianti; Devita Sari Madina; Jesika Natalia; Mardalena Mardalena; Nabila Afrilia; Windi Rahmawati; Husnah Lutfiah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This community service activity through the Real Work Lecture (KKN) program aims to increase the added value of cassava products in Penandingan Village, Sungai Rotan District, Muara Enim Regency, by developing a new way to process cassava into caramel sponge cake. Because cassava is still sold in its raw form, the selling value of cassava is low. The method used is descriptive qualitative with a participatory approach through production practices, community mentoring, interviews, and observations. The results of the activity show that processing cassava into caramel sponge cake can increase the monetary value of the product, encourage people to become entrepreneurs, and open up home business opportunities based on local potential. In addition to increasing social cooperation and creativity of the village community, this innovation increases economic value. This product may become a competitive village product with further assistance in licensing, packaging, and marketing.   Keyword: Food innovation, cassava, added value, community empowerment, village creative economy   ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini memiliki tujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk singkong di Desa Penandingan, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, dengan mengembangkan cara baru untuk mengolah singkong menjadi bolu karamel. Karena singkong masih dijual dalam bentuk mentah, nilai jual singkong rendah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif melalui praktik produksi, pendampingan masyarakat, wawancara, dan observasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengolahan singkong menjadi bolu singkong karamel dapat meningkatkan nilai moneter produk, mendorong orang menjadi wirausahawan , dan membuka peluang bisnis rumahan yang berbasis pada potensi lokal. Selain meningkatkan kerja sama sosial dan kreativitas masyarakat desa, inovasi ini meningkatkan nilai ekonomi. Produk ini mungkin menjadi produk unggulan desa yang berdaya saing dengan pendampingan lanjutan dalam hal perizinan, pengemasan, dan pemasaran.