Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The The Existence of Turun Ranjang Marriage as an Effort to Enhance Family Harmony in Bakeong Village, Guluk-Guluk, Sumenep Khairiyatin, Khairiyatin; Hatta, Fitri Annisa; Jannah, Raudatul; Nurdiansyah, Eko Wahyu
MAQASIDI: Jurnal Syariah dan Hukum Vol. 4, No. 2 (Desember 2024)
Publisher : MAQASIDI: Jurnal Syariah dan Hukum published by the Islamic Criminal Law Program of the Sharia and Islamic Economics Department at the Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/maqasidi.v4i2.3637

Abstract

The main problem in this study is the existence of the practice of off-the-cuff marriage to achieve family harmony which especially occurs in the Bakeong Guluk-Guluk Sumenep community (case study in Bakeong Guluk-Guluk Sumenep village). Turun ranjang marriage itself is a marriage carried out by a husband or wife with a sibling of his or her deceased partner. The purpose of this study is to find out the description of turun ranjang marriage in Bakeong village with the motifs behind it and the existence of turun ranjang marriage in family harmony. This research is a field research with a type of qualitative research that is descriptive. The data collection method was carried out through observation and interviews. The results of this study show that the practice of turun ranjang in marriage is carried out after one of the husband or wife dies, and is religiously valid. Then the thing behind this marriage is the desire of the parties for the benefit of the child. Then the existence of turun ranjang marriage to family harmony is quite influential on the happiness of children and the harmony of a family.
Efektivitas Ihdad Bagi Wanita Yang ditinggal Mati Suaminya Di Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan khairiyatin, khairiyatin
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 2 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jfs.v6i2.1454

Abstract

Peraturan di Indonesia cukup luas mengatur berbagai persoalan, baik dalam hal ketertiban ataupun keagamaan. Aturan dalam bentuk keagamaan beragam jenisnya, sebagai contoh beberapa pasal dalam kompilasi hukum islam. Pasal 170 BAB XIX Kompilasi Hukum Islam berisi tentang aturan Ihdad bagi wanita yang ditinggal mati suaminya. Dalam bahasa Arab Ihdad berasal dari kata Ahadda yang bermakna Al-man’u dalam artian sebagai cegahan dan larangan.penelitian ini bertujuan menganalisa konsep pelaksanaan ihdad dalam hukum islam serta menjelaskan efektivitas peraturan ihdad bagi wanita yang ditinggal mati suaminya di daerah Kecamatan Pakong. Jenis penelitian ini berupa empiris. Pendekatan penelitian ini termasuk kualitatif yang bersifat deskriptif analitis. Metode pengumpulan data dengan wawancara serta observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, aturan Idhad yang tersebar didaerah Kecamatan Pakong tidak jauh berbeda dengan aturan secara umum dalam Hukum Islam. Wanita yang ditinggal mati suaminya dianjurkan melaksanakan Ihdad selama masih berada dalam masa ‘iddahnya. Efektivitas pelaksanaaan ihdad di daerah Kecamatan Pakong sampai saat ini dapat dikatakan efektiv karena masyarakat setempat tetap melaksanakan ihdad pada masa iddahnya.