Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala apa saja yang dihadapi dalam implementasi Program Genre di Kabupaten Malang dengan menggunakan model implementasi kebijakan menurut Donald S. Van Meter dan Carl E. Van Horn (1975). Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis terhadap implementasi Program Genre di Kabupaten Malang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan sumber data sekunder. Sedangkan, pengolahan data dilakukan dengan analisis data interaktif seperti reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kualitas data diperoleh melalui triangulasi sumber dari hasil wawancara dan sumber data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 (empat) dari 6 (enam) indikator yang menjadi kendala dalam mengimplementasikan Program Genre di Kabupaten Malang. Pertama, standar dan tujuan program masih kurang jelas, dikarenakan belum tersedianya kebijakan atau regulasi baik di tingkat Provinsi Jawa Timur maupun Kabupaten Malang sebagai acuan dasar pelaksanaan Program Genre di Kabupaten Malang. Kedua, sumber-sumber kebijakan seperti sarana dan prasarana, anggaran, dan manusia masih kurang memadai. Ketiga, komunikasi yang dilakukan masih bersifat satu arah saja sehingga kurang efektif. Keempat, kondisi lingkungan sosial dan ekonomi sangat mempengaruhi pencapaian tujuan Program Genre. Hal tersebut disebabkan karena kondisi ekonomi di Kabupaten Malang tergolong dalam kategori menengah ke bawah. Selain itu, kondisi lingkungan sosial seperti pemikiran di masyarakat yang masih tradisional di mana masih beranggapan bahwa anak jika sudah lulus sekolah SMA sudah boleh untuk menikah, jika tidak segera menikah makan akan disebut sebagai perawan tua atau tidak laku.