Konflik Israel Palestina yang berkepanjangan menjadi isu global yang tengah memanas di akhir tahun 2023 ini. Serangan Hamas kepada Israel pada 7 Oktober lalu telah meluluhlantahkan Palestina kembali. Pada penelitian ini, Penulis menganalisis konflik yang telah terjadi menggunakan teori Postmodernism yang berorientasi pada pengetahuan di balik serangan yang dilakukan oleh Hamas. Demikian Geneologi sejarah sebagai perspektif yang digunakan dalam penelitian ini guna mengetahui alur sejarah masa lalu hingga masa kini. Metode yang digunakan berupa Studi Pustaka (Library Research) dengan jenis penelitiannya berupa kualitatif yaitu dengan mengutip literatur dari buku, jurnal, artikel, dan wacana isu konflik dari berita Internasional. Hasil penelitiannya yaitu : 1) Pengetahun di balik serangan Hamas kepada Israel yaitu tidak terlepasnya dukungan dari Iran kepada Hamas atas kebebasan Palestina. Hal ini serangan terjadi sebagai “reaksi” atas perlakuan Israel dalam menjajah Palestina. Adapun yang menjadi sebab kekerasan yang dilakukan Hamas adalah mengenai Ideologi dan history demografi. 2) Statecraft kedua fase mengalami kegagalan, maka penulis menawarkan sebagai upaya mencapai perdamaian dengan reunifikasi dua negara yang berlandaskan hukum internasional yaitu dengan memberlakukan “One Country Two System” di modern ini sebagai statecraft fase ketiga yaitu menjadi Republik Israel.Keywords: Konflik Israel-Palestina, One Country Two Sytem, Statecraft Ketiga.