Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Konseling Kelompok Teknik Sosiodrama (Role Playing) Terhadap Etika Pergaulan Santri Faruk; Abd Hadi Faisol
DA'WA: Jurnal Sosial dan Dakwah Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/dawa.v2i1.151

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas konseling kelompok teknik sosiodrama (Role Playing) terhadap etika pergaulan santri pondok pesantren miftahul ulum syaikhina ismail al-zain prigen pasuruan jawa timur, metode dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif pre-experimental dengan One-Group Pretest-Posttest Design, yaitu hasil perlakuan dapat diketahui dan lebih akurat karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan. Populasi dalam penelitian ini yakni santri pondok pesantren miftahul ulum syaikhina ismail al-zain prigen pasuruan jawa timur, banyaknya sampel dalam penelitian ini yaitu 8 santri yang memiliki etika pergaulan buruk. Hasil penelitian didapatkan nilai uji t sebesar sig 0.000 yang berarti lebih kecil dari α = 0.05, dengan demikian Hο ditolak dan Ha diterima. konseling kelompok teknik sosiodrama kelompok teknik Role Playing berpengaruh dan signifikan dalam etika pergaulan santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Syaikhina Ismail Al-Zain Prigen Pasuruan Jawa Timur.
The Representation of Arab immigrants’ identity as portrayed in Diana Abu-Jaber’s novel Arabian Jazz: Postcolonial migrant Theory. Purwanto, Bambang; Faruk; Munjid, Achmad
Language Circle: Journal of Language and Literature Vol. 20 No. 1 (2025): October 2025 Reguler Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lc.v20i1.34478

Abstract

The United States has been a successful land of immigration since the late 1800s. The Arab immigration is a part of that fortunate history. This paper aims to represent Arab immigrants' identity through Diana Abu-Jaber’s Arabian Jazz (1993) by using the Postcolonial migrant. The story is about the Ramoud family, who have migrated from Jordan to the United States, and one of them confused identity. Jemorah, Matussem Ramoud's daughter, has “a double-consciousness” where physically she is like an Arab but not her cultural and attitude. She struggled with her identity because she was born in Jordan and grew up as a teenager in Euclid, the United States. Her aunties also insist that Jemorah get married to an Arabian because they want to preserve the heritage, Arab culture, and the family’s honor. Her condition is quite different from Melvina, Jemorah’s younger sister, in that she can adapt well to American culture. This novel also examines identity as a component of hybridity, especially in Jemorah and Melvina, as the main characters. This paper concludes that the second generation of Arab-Americans lost their identity, and it is quite different from the first generation, who preserve their Arab heritage, norms, tradition, values, and identity.
Crossing the World, Finding the Self: Self-Reflection in Postcolonial Travel Writing by Hanum Salsabiela Rais Nur Rahmawati, Risma; Faruk; Udasmoro, Wening
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 01 (2026)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v7i01.14616

Abstract

Travel writing is a genre that flourishes not only in the West but also in the East. The narrators not only report the foreign areas they visit, including their languages, cultures, people, and customs, but also use travel writing as a medium to express who they are when they are in the foreign areas. This research aims to explore how Hanum Salsabiela Rais identifies herself or expresses her “selfness” when she is in Europe and America areas in her works including 99 Cahaya di Langit Eropa (2013), Bulan Terbelah di Langit Amerika (2014), Faith & City (2018), and Sangkala di Langit Andalusia (2022). This study is qualitative research. The data used include words, sentences, and dialogues relating to the narrator’s self-expression when she is in Europe and America. The data were collected through close reading and document analysis, including note-taking, while the data were analyzed using Creswell’s procedure combined with Carl Thompson’s principles in his book entitled Travel Writing: The Critical Idiom (2011). The results of the research show that Hanum can be categorized as a romantic individual and a tourist. In addition, this research found that the most prominent form of selfness is self-reflection. Hanum utilized her exploration in Europe and America to find or to reflect on herself as a Muslim.   Tulisan perjalanan menjadi genre yang tumbuh subur, tidak hanya di wilayah Barat tetapi juga wilayah Timur. Para penulis tidak hanya memberitakan wilayah asing yang dikunjungi meliputi bahasanya, budayanya, orang-orangnya, dan adat istiadat mereka. Akan tetapi, tulisan perjalanan menjadi media penulis untuk menunjukkan siapa dirinya saat berada di wilayah asing. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengeksplorasi bagaimana Hanum Salsabiela Rais mengidentifikasi diri atau menunjukkan ke-Diri-an saat berada di wilayah Eropa dan Amerika dalam keempat karyanya meliputi: 99 Cahaya di Langit Eropa (2013), Bulan Terbelah di Langit Amerika (2014), Fait & City (2018), dan Sangkala di Langit Andalusia (2022). Jenis penelitian dalam artikel ini yaitu kualitatif. Data dalam penelitian berupa kata, kalimat, dan dialog yang berhubungan dengan pengungkapan diri penulisnya saat berada di Eropa dan Amerika. Metode pengumpulan data berupa simak dan catat, sedangkan metode analisis data menggunakan langkah-langkah milik Creswell yang dipadukan dengan konsep Carl Thompson dalam bukunya berjudul Travel Writing: the Critical idiom (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hanum dapat dikategorikan sebagai diri romantik dan diri wisatawan. Di samping itu, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kedirian yang menonjol adalah diri refeksi atau self-reflection. Hanum memanfaatkan penjelajahan di Eropa dan Amerika untuk menemukan atau mereflesikan dirinya sebagai seorang Muslim.