Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Learning Media About Healthy Snacks on Students' Knowledge and Attitudes At SDN 38 Bora, Palopo City in 2024 Dian Furqani Hamdan; Nur Padillah
International Journal of Health and Medicine Vol. 2 No. 1 (2025): January : International Journal of Health and Medicine
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijhm.v2i1.219

Abstract

Background: Elementary school students have limited knowledge about healthy food, and the benefits of choosing healthy snacks. They do not understand the nutritional value of various types of food or the impact of consuming unhealthy snacks on their health. Students are often exposed to unhealthy snacks around them, such as fast food, snacks and sodas, and other less nutritious snacks. Objective: This study aims to encourage changes in students' knowledge and consumption attitudes, namely replacing unhealthy snacks with healthy snacks that are beneficial to their health. Method: This study uses a pre-experimental method, with a One Group Pre Post Test design to measure students' initial abilities before and after participating in learning activities. The population of this study was all students of SDN 38 Bora, Palopo City in 2024, totaling 151 students. The sampling method used was the Cluster Random Sampling Technique as a sampling technique, because the population was quite large, and this sampling technique is often used in various studies in the health sector, 21 respondents were obtained. Results: The study showed that the average knowledge before and after was 5.90 while the average attitude before and after was 27.76, the knowledge value p value = 0.000 ≤ 0.05 then H0 was rejected using a 95% confidence level. While the attitude value p value = 0.001 <0.05. Conclusion: there is an influence of the use of Video Learning Media on knowledge and attitudes about healthy snacks for students of SDN 38 Bora, Palopo City.
Optimalisasi Pemanfaatan Bonggol Jagung Sebagai Arang Briket Ramah Lingkungan Di Desa Melle Kecamatan Dua Boccoe Reski Amaliah; Aldin; Nur Padillah; A. Alief Warsi Fathurrahman; A. Fathu Rahman; Irmayanti; Riska Suhanti; Nisda; A. Adam Rinu9
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1834

Abstract

Pemanfaatan limbah pertanian merupakan salah satu pendekatan strategis untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Bonggol jagung, yang selama ini kurang dimanfaatkan dan hanya menjadi limbah, dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi berupa arang briket. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui proses pemanfaatan bonggol jagung sebagai bahan baku arang briket ramah lingkungan di Desa Melle, Kecamatan Dua Boccoe. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan bahan baku bonggol jagung, proses karbonisasi, penghalusan, pencampuran dengan perekat alami, pencetakan, hingga pengeringan briket. Hasil menunjukkan bahwa arang briket berbahan bonggol jagung memiliki kualitas pembakaran yang baik, menghasilkan panas yang stabil, serta asap yang lebih sedikit dibandingkan kayu bakar konvensional. Selain meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan limbah pertanian, inovasi ini juga memberikan manfaat ekonomi langsung melalui peluang usaha berbasis bahan baku lokal. Lebih jauh, potensi penerapan teknologi ini tidak hanya terbatas pada Desa Melle, tetapi dapat diperluas ke wilayah pertanian lain mengingat ketersediaan bahan baku yang melimpah dan proses produksi yang sederhana serta terjangkau. Dampak sosial-ekonomi jangka panjang dari pemanfaatan briket bonggol jagung meliputi peningkatan pendapatan masyarakat, penguatan kemandirian energi desa, serta pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Keunggulan metode yang digunakan terletak pada efisiensi proses karbonisasi dan penggunaan perekat alami sehingga menghasilkan briket yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan metode pengelolaan limbah jagung sebelumnya. Dengan demikian, inovasi ini dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah pertanian sekaligus mendukung pengembangan energi alternatif di kawasan pedesaan.