Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Pemanfaatan Bonggol Jagung Sebagai Arang Briket Ramah Lingkungan Di Desa Melle Kecamatan Dua Boccoe Reski Amaliah; Aldin; Nur Padillah; A. Alief Warsi Fathurrahman; A. Fathu Rahman; Irmayanti; Riska Suhanti; Nisda; A. Adam Rinu9
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1834

Abstract

Pemanfaatan limbah pertanian merupakan salah satu pendekatan strategis untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Bonggol jagung, yang selama ini kurang dimanfaatkan dan hanya menjadi limbah, dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi berupa arang briket. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui proses pemanfaatan bonggol jagung sebagai bahan baku arang briket ramah lingkungan di Desa Melle, Kecamatan Dua Boccoe. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan bahan baku bonggol jagung, proses karbonisasi, penghalusan, pencampuran dengan perekat alami, pencetakan, hingga pengeringan briket. Hasil menunjukkan bahwa arang briket berbahan bonggol jagung memiliki kualitas pembakaran yang baik, menghasilkan panas yang stabil, serta asap yang lebih sedikit dibandingkan kayu bakar konvensional. Selain meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan limbah pertanian, inovasi ini juga memberikan manfaat ekonomi langsung melalui peluang usaha berbasis bahan baku lokal. Lebih jauh, potensi penerapan teknologi ini tidak hanya terbatas pada Desa Melle, tetapi dapat diperluas ke wilayah pertanian lain mengingat ketersediaan bahan baku yang melimpah dan proses produksi yang sederhana serta terjangkau. Dampak sosial-ekonomi jangka panjang dari pemanfaatan briket bonggol jagung meliputi peningkatan pendapatan masyarakat, penguatan kemandirian energi desa, serta pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Keunggulan metode yang digunakan terletak pada efisiensi proses karbonisasi dan penggunaan perekat alami sehingga menghasilkan briket yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan metode pengelolaan limbah jagung sebelumnya. Dengan demikian, inovasi ini dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah pertanian sekaligus mendukung pengembangan energi alternatif di kawasan pedesaan.