Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Menggali Kekuatan Perempuan: Tika Mantofany Kader PSI dan Affirmative Action di Kota Semarang Indriani, Widya Putri; Kristin, Angelica; Tampubolon, Renatha Maylinda; Hersa, Chiara Ratu; Amanda, Putri Ayu; Dewi, Ardisa Lestari; Triswanto, Joko; Tsalitsa, Denada
Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 2 No. 1b (2025): NOVEMBER 2024 - JANUARI 2025 (TAMBAHAN)
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v2i1b.2708

Abstract

Tindakan afirmatif merupakan strategi penting untuk mendorong keterwakilan perempuan dalam politik, khususnya di Indonesia. Sebagai partai yang memiliki visi progresif, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi salah satu organisasi terkemuka yang menerapkan kebijakan positif tersebut. Penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan tujuan untuk menganalisis peran tindakan afirmatif dalam meningkatkan partisipasi perempuan di partai politik, dengan fokus pada Fraksi PSI pada aktor perempuannya yaitu Tika Mantofany. Tika Mantofany seorang politisi perempuan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Semarang, dalam mewujudkan partisipasi aktif perempuan di ranah politik. Melalui pendekatan afirmatif kepada seluruh masyarakat terkhusus program yang beliau buat untuk para janda guna mencapai kesetaraan. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga memberikan ruang bagi perempuan untuk menjadi representasi masyarakat yang inklusif dan progresif. Penelitian ini mengungkap bagaimana peran Tika Mantofany sebagai anggota fraksi PSI menjadi contoh nyata implementasi affirmative action, serta bagaimana upaya ini memberikan dampak positif dalam mendorong keterwakilan perempuan di pemerintahan lokal. Selain itu, artikel ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi perempuan dalam politik, seperti stereotip gender, hambatan budaya, dan persaingan internal partai. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa affirmative action, jika diiringi dengan dukungan kebijakan dan komitmen partai, dapat meningkatkan partisipasi perempuan sekaligus membuka peluang bagi terciptanya politik yang lebih adil dan setara
Perspektif Mahasiswa Terhadap #KaburAjaDulu dalam Konteks Kewarganegaraan di Era Digital Azizah, Deva Lutfi; Fadhila, Elvira Ade; Nugraha, Joko Tri; Amanda, Putri Ayu; Widyaningrum, Restu Sri; Putri, Ridha Tsaniya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i4.1370

Abstract

The hashtag #KaburAjaDulu, which gained traction on social media in early 2025, embodies the unease and dissatisfaction of Indonesia's youth, especially university students, regarding the nation's socio-political and economic climate. This online manifestation signifies increasing disenchantment with systemic disparities, political inertia, and restricted economic prospects. This research seeks to analyze students’ interpretations of the hashtag through the lens of digital citizenship, emphasizing its role as a novel mode of civic participation in the contemporary digital landscape. A descriptive quantitative methodology was utilized, employing an online survey directed at students from diverse academic disciplines who actively engage with social media. A total of 55 participants were chosen through purposive sampling, based on their familiarity or involvement with the #KaburAjaDulu conversation. The data were processed using SPSS version 27, applying both descriptive and correlational analysis techniques. Results indicate that the majority of students do not view the hashtag as an indication of apathy, but rather as a thoughtful critique of the perceived shortcomings of national values like justice and meritocracy. Additionally, a positive correlation was identified between digital literacy and students’ critical perspectives on national matters. This implies that enhanced digital literacy fosters constructive engagement in digital environments. The research concludes that civic education must evolve with digital advancements by fostering contextual, interactive, and pertinent pedagogical methods. Such strategies are vital for cultivating digitally literate citizens who are critical, accountable, and actively involved in civic affairs.
Persepsi Mahasiswa FISIPOL Angkatan 24 Universitas Tidar Terhadap Penggunaan Aplikasi BIMA Mobile Dalam Proses Pembayaran UKT Azizah, Deva Lutfi; Fadhila, Elvira Ade; Amanda, Putri Ayu; Widyaningrum, Restu Sri; Putri, Ridha Tsaniya; Nugraha, Joko Tri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6340

Abstract

Transformasi digital di sektor perbankan mendorong pemanfaatan mobile banking dalam berbagai kebutuhan transaksi, termasuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tidar terhadap penggunaan aplikasi BIMA Mobile dalam proses pembayaran UKT dengan menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner skala Likert lima poin yang disebarkan secara daring. Data dianalisis menggunakan SMART Partial Least Square (PLS) untuk menguji reliabilitas, validitas konstruk, serta hubungan antarvariabel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa instrumen penelitian memenuhi kriteria reliabilitas dan validitas, sehingga layak digunakan dalam pengujian model. Selain itu, seluruh hipotesis dalam model diterima, yang mengindikasikan bahwa persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh signifikan terhadap persepsi kegunaan, serta persepsi kegunaan berpengaruh signifikan terhadap sikap dan niat menggunakan aplikasi. Sikap terhadap penggunaan juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap niat dan penggunaan aktual. Secara keseluruhan, mahasiswa menilai BIMA Mobile bermanfaat dan relatif mudah digunakan dalam pembayaran UKT, sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi administrasi pembayaran di lingkungan perguruan tinggi.