Tristiadi Ardi Ardani
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EFEKTIVITAS TERAPI ABA (APPLIED BEHAVIOUR ANALYSIS) TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS AUTIS Annisa Aqilah Haya; Tristiadi Ardi Ardani
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 3 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i3.1236

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas terapi Applied Behavior Analysis (ABA) dalam membantu perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus, terutama yang mengalami gangguan spektrum autisme. Terapi ABA berfokus pada penguatan perilaku positif dan mengurangi perilaku yang tidak adaptif melalui pendekatan terstruktur dan sistematis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka atau kajian literatur dengan menganalisis berbagai literatur terkait penerapan ABA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ABA efektif dalam meningkatkan kemampuan sosial, komunikasi, dan perilaku adaptif pada anak-anak dengan autisme, terutama ketika diterapkan secara konsisten dan dini. Dukungan dari lingkungan keluarga serta intervensi tepat waktu menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi ini. Kesimpulannya, ABA merupakan pendekatan yang signifikan dalam membantu anak-anak autisme mencapai potensi mereka, meskipun membutuhkan komitmen jangka panjang. This study examines the effectiveness of Applied Behavior Analysis (ABA) therapy in helping the development of children with special needs, especially those with autism spectrum disorders. ABA therapy focuses on reinforcing positive behaviors and reducing non-adaptive behaviors through a structured and systematic approach. This study uses a qualitative method through literature study, by analyzing various literature related to the application of ABA. The results showed that ABA was effective in improving social, communication, and adaptive behavior skills in children with autism, especially when applied consistently and early. Support from the family environment as well as timely intervention are important factors in the success of this therapy. In conclusion, ABA is a significant approach in helping children with autism reach their potential, even if it requires a long-term commitment.
PENGARUH TERAPI DESENSITISASI SISTEMATIS UNTUK GANGGUAN KECEMASAN: SISTEMATIKA REVIEW Puja Maudy Lawinsky; Tristiadi Ardi Ardani
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 3 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i3.1238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi desensitisasi sistematis dalam mengurangi gangguan kecemasan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur (Systematic Literature Review) dengan menggali data yang relevan mengenai seberapa banyak penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti dalam pengaruh terapi desensitisasi sistematis terhadap gangguan kecemasan. Data dikumpulkan melalui pencarian artikel yang diterbitkan dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir (2017–2024) dari beberapa database elektronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi desensitisasi sistematis efektif dalam mengurangi gangguan kecemasan. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam melakukan terapi desensitisasi sistematis yaitu tingkat motivasi terhadap individu untuk mengurangi kecemasan yang dialaminya, tingkat kesadaran diri akan cemas yang berlebihan, serta keterampilan terapis. Individu yang memiliki tingkat kecemasan yang masih rendah dan mendapatkan durasi atau sesi terapi yang lebih intensif maka hasilnya akan lebih baik. Peneliti ini memberikan pengetahuan mendalam mengenai pentingnya terapi Desentalisasi dalam mengatasi gangguan kecemasan serta implikasi terhadap intervensi psikologi. This study aims to determine the effectiveness of systematic desensitization therapy in reducing anxiety disorders. This study uses the systematic literature review method by exploring relevant data on how much research has been conducted by researchers on the effect of systematic desensitization therapy on anxiety disorders. Data were collected through searching articles published within the last seven years (2017-2024) from several electronic databases. The results showed that systematic desensitization therapy is effective in reducing anxiety disorders. Factors that influence success in conducting systematic desensitization therapy are the level of motivation for individuals to reduce the anxiety they experience, the level of self-awareness of excessive anxiety, and the skills of the therapist. Individuals who have low levels of anxiety and get more intensive duration or therapy sessions will have better results. This researcher provides in-depth knowledge about the importance of Decentalization therapy in overcoming anxiety disorders and implications for psychological interventions.
PERILAKU ANAK ADHD : PERKEMBANGAN DAN PENANGANAN DI CIBI MALANG Frida Lolita Hapsari; Mukhammad Raihan Al Hakim; Arifah Nabila; Muhammad Shohih Farid Wajdi; Tristiadi Ardi Ardani
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 1 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v5i1.1359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman anak-anak dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktif (ADHD) serta efektivitas intervensi yang diterima. Metode yang digunakan meliputi observasi dan wawancara dengan anak-anak, orang tua, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ADHD memiliki tiga tipe: inatensi, hiperaktif-impulsif, dan kombinasi. Anak-anak dengan tipe inatensi mengalami kesulitan dalam fokus, sedangkan yang hiperaktif-impulsif menunjukkan perilaku berlebihan. Intervensi seperti analisis perilaku terapan (ABA) dan Brain Gym terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial dan konsentrasi anak-anak. Dukungan emosional dari orang tua dan guru juga berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan terapi. Namun, penelitian ini mengidentifikasi kelemahan, seperti kurangnya pemahaman orang tua tentang ADHD yang dapat menghambat kemajuan terapi. Kerjasama yang erat antara terapis dan orang tua sangat penting untuk mendukung perkembangan anak-anak dengan ADHD. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya edukasi yang memadai bagi orang tua dan kolaborasi yang lebih baik antara semua pihak terkait untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak dengan ADHD. Penelitian ini memberikan wawasan penting dalam memahami tantangan yang dihadapi anak-anak dengan ADHD dan strategi yang dapat diterapkan untuk membantu mereka mencapai potensi penuh dalam aspek akademik dan sosial. Abstract. This study aims to explore the experiences of children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) and the effectiveness of the interventions they receive. The methods employed include observations and interviews with children, parents, and teachers. The results indicate that ADHD has three types: inattentive, hyperactive-impulsive, and combined. Children with inattentive type struggle with focus, while those with hyperactive-impulsive type exhibit excessive behaviors. Interventions such as Applied Behavior Analysis (ABA) and Brain Gym have proven effective in enhancing children's social skills and concentration. Emotional support from parents and teachers significantly contributes to the success of the therapy. However, this study also identifies weaknesses, such as a lack of parental understanding of ADHD, which can hinder therapy progress. Close collaboration between therapists and parents is crucial to support the development of children with ADHD. The implications of this research emphasize the need for adequate education for parents and improved collaboration among all stakeholders to enhance the quality of life for children with ADHD. This study provides important insights into the challenges faced by children with ADHD and the strategies that can be implemented to help them reach their full potential in academic and social aspects.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS SLOW LEARNER DI SLB AUTIS LAB UM M Muhibullah; Ivana Eriska; Annisa Aqilah Haya; Tristiadi Ardi Ardani
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 1 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v5i1.1363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa berkebutuhan khusus kategori slow learner di SLB Autis Lab Universitas Negeri Malang (UM). Slow learner adalah anak-anak yang memiliki keterbatasan kognitif, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami dan menguasai materi pembelajaran dibandingkan anak seusianya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dan observasi untuk menggali informasi dari guru yang menangani siswa slow learner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan utama siswa slow learner meliputi pemahaman akademik yang rendah, kesulitan mengikuti instruksi kompleks, serta keterbatasan dalam interaksi sosial. Guru memainkan peran penting dengan menyesuaikan metode pembelajaran, seperti pengulangan materi, penggunaan media visual, dan pemberian instruksi sederhana. Selain itu, dukungan orang tua sangat diperlukan melalui bimbingan di rumah. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan holistik yang menggabungkan teori perkembangan kognitif, teori kecerdasan majemuk, dan dukungan emosional untuk membantu anak slow learner mencapai potensi optimal mereka. This research aims to analyze the learning difficulties of students with special needs in the slow learner category at the SLB Autism Lab, State University of Malang (UM). Slow learners are children who have cognitive limitations, so they take longer to understand and master learning material than children their age. This research uses qualitative methods with interviews and observations to gather information from teachers who work with slow learner students. The research results show that the main difficulties of slow learner students include low academic understanding, difficulty following complex instructions, and limitations in social interaction. Teachers play an important role by adapting learning methods, such as repeating material, using visual media, and providing simple instructions. Apart from that, parental support is very necessary through guidance at home. This research highlights the importance of a holistic approach that combines cognitive development theory, multiple intelligence theory, and emotional support to help slow learner children reach their optimal potential
PERAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT) DALAM PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL REMAJA: TINJAUAN SISTEMATIS PADA MENURUNAN KECEMASAN DAN PENGEMBANGAN STRATEGI KOPING ADAPTIF Nayla Fithratuzzahara; Tristiadi Ardi Ardani
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 3 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v5i3.1596

Abstract

The adolescent phase is a transitional period that is vulnerable to various psychological challenges, one of which is anxiety. Cognitive Behavior Therapy (CBT) is recognized as one of the effective psychotherapeutic approaches to address this issue by focusing on restructuring negative thought patterns and assumptions. This study aims to systematically review empirical evidence regarding the effectiveness of CBT in reducing the level of anxiety experienced by adolescents. The method used is a Systematic Literature Review of relevant research articles published within the last seven years (2017-2024). The analysis of twelve scientific articles consistently shows that CBT intervention can significantly reduce anxiety symptoms in adolescents across various contexts. In addition to reducing anxiety, the application of CBT has also been proven to help adolescents regulate emotions and transform negative perceptions into more positive ones, which can ultimately increase self-confidence. Fase remaja merupakan periode transisi yang rentan terhadap berbagai tantangan psikologis, salah satunya adalah kecemasan. Cognitive Behavior Therapy (CBT) diakui sebagai salah satu pendekatan psikoterapi yang efektif untuk menangani masalah ini dengan berfokus pada restrukturisasi pola pikir dan asumsi negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis bukti-bukti empiris mengenai efektivitas CBT dalam menurunkan tingkat kecemasan yang dialami oleh remaja. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review) terhadap artikel penelitian yang relevan dan dipublikasikan dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir (2017-2024). Hasil analisis dari dua belas artikel ilmiah yang dikaji secara konsisten menunjukkan bahwa intervensi CBT secara signifikan dapat menurunkan gejala kecemasan pada remaja dalam berbagai konteks. Selain mereduksi kecemasan, penerapan CBT juga terbukti membantu remaja dalam meregulasi emosi dan mengubah persepsi negatif menjadi lebih positif, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan diri.
IMPLIKASI TEORI PSIKOANALISIS (FREUD) TERHADAP FENOMENA TRAUMA DAN KONFLIK PSIKOLOGIS DALAM ISU KESEHATAN MENTAL GLOBAL: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR Puja Maudy Lawinsky; Tristiadi Ardi Ardani
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 3 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v5i3.1599

Abstract

This literature review aims to analyze the implications of Freud’s psychoanalytic theory for understanding trauma and psychological conflict within the context of global mental health. Using a qualitative approach through literature review, this study examines academic publications discussing the concept of repression and the clinical application of free association as an intervention for trauma recovery. The findings indicate that the mechanism of repression plays a crucial role in the emergence of neurotic symptoms originating from unresolved traumatic experiences. Free association therapy enables individuals to identify and express repressed unconscious material, facilitating healing through reflective awareness. Moreover, the integration of free association and Cognitive Behavioral Therapy (CBT) enhances therapeutic outcomes free association explores the emotional roots of conflict, while CBT supports cognitive restructuring toward adaptive thinking. Within the scope of global mental health, psychoanalytic approaches such as free association remain relevant in addressing the increasing prevalence of trauma related to social, economic, and humanitarian crises. This study underscores the importance of revitalizing classical psychoanalysis as both a theoretical and practical foundation for developing culturally sensitive and holistic psychotherapeutic models. Penelitian ini merupakan tinjauan literatur yang bertujuan untuk menganalisis implikasi teori psikoanalisis Freud terhadap fenomena trauma dan konflik psikologis dalam isu kesehatan mental global. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini mengkaji berbagai jurnal dan sumber akademik yang membahas konsep represi dan penerapan teknik asosiasi bebas sebagai intervensi klinis terhadap trauma. Hasil analisis menunjukkan bahwa mekanisme represi berperan penting dalam pembentukan gejala neurotik yang bersumber dari pengalaman traumatis yang tidak terselesaikan. Terapi asosiasi bebas membantu individu mengidentifikasi dan mengekspresikan materi bawah sadar yang sebelumnya ditekan, sehingga memfasilitasi proses penyembuhan melalui kesadaran reflektif. Selain itu, integrasi antara asosiasi bebas dan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) terbukti memperkuat efektivitas intervensi, di mana asosiasi bebas menggali akar konflik emosional, sedangkan CBT mengarahkan restrukturisasi kognitif untuk membangun pola pikir adaptif. Dalam konteks kesehatan mental global, pendekatan psikoanalitik seperti asosiasi bebas tetap relevan dalam menghadapi meningkatnya kasus trauma akibat krisis sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya revitalisasi psikoanalisis klasik sebagai landasan teoritis dan praktis bagi pengembangan terapi lintas budaya yang lebih komprehensif dan manusiawi.