Ikan kembung merupakan makanan laut yang beresiko adanya formalin sangat berbahaya pada manusia. Daun hati ungu memiliki warna pigmen merah yang dihasilkan dari senyawa flavonoid yaitu antosianin. Kandungan antosianin dapat dijadikan bahan pendeteksi alami formalin. Tujuan dari penelitian ini mengetahui keefektifitasan tanaman hati ungu untuk dijadikan alat pendeteksi kandungan formalin pada makanan dengan sampel ikan kembung. Metode penelitian ini adalah eksperimen yaitu pengujian formalin menggunakan pendeteksi bahan alami berupa larutan daun hati ungu dengan varian konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20% 25% dengan tujuan untuk mengetahui ke efektivitasan dari larutan daun hati ungu terhadap ikan kembung berformalin dan ikan kembung tidak berformalin. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan daun hati ungu bereaksi terhadap sampel ikan kembung berformalin dengan adanya perubahan warna, semula berwarna putih kecoklatan menjadi warna violet atau ungu lembayung. dikarenakan formalin yang terdapat pada sampel ikan kembung adalah larutan formaldehida yang bersifat asam, pH formalin berkisar antara 2,8-4,0. Ketika daun hati ungu ditambahkan ke larutan formalin, antosianin dalam daun hati ungu bereaksi dengan formaldehida yang menyebabkan perubahan warna menjadi violet. Sedangkan pada ikan kembung tidak berfomalin tidak terjadi perubahan warna. Oleh karena itu pengujian formalin pada ikan kembung menggunakan bahan alami dari daun hati ungu sangat efektif untuk mendeteksi kandungan formalin dan diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk diaplikasikan secara luas pada pengujian formalin dalam makan lainnya.