Angka kejadian dismenore pada remaja di Puskesmas Haurpanggung Kabupaten Garut berdasarkan laporan pada tahun 2022 tercatat sebanyak 648 remaja yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Haurpanggung dengan keluhan mengalami dismenore. Dismenore berdampak buruk bagi remaja putri, yaitu rasa letih, sakit di daerah bawah pinggang, perasaan cemas dan tegang, pusing kepala, bingung, mual muntah, diare, kram perut dan sakit perut serta gangguan aktivitas. Salah satu upaya non farmakologi penanganan dismenore dapat dilakukan dengan terapi komplementer herbal yaitu mengkonsumsi ekstrak kunyit asam dan jus wortel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemberian kunyit asam dan jus wortel dalam mengatasi dismenore pada remaja putri. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan pada intervensi kunyit asam terjadi penurunan intensitas nyeri dismenore dari kunjungan pertama sebesar 6 menjadi 0 pada kunjungan kedua dan ketiga. Hal yang sama juga terjadi pada intervensi jus wortel yaitu penurunan intensitas nyeri dismenore dari kunjungan pertama sebesar 6 menjadi 0 pada kunjungan kedua dan ketiga sehingga disimpulkan terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian kunyit asam dengan jus wortel terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri yang terjadi pada kunjungan kedua dimana pemberian kunyit asam lebih cepat mengatasi nyeri. Diharapkan tenaga kesehatan khusunya bidan mampu membantu tenaga kesehatan khusunya bidan dalam melakukan asuhan pada remaja putri dengan menggunakan terapi non farmakologi dalam mengatasi nyeri saat haid serta menjadi masukan yang berguna dalam meningkatkan pelayanan kebidanan.