Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN PEMBERIAN KUNYIT ASAM DAN JUS WORTEL DALAM MENGATASI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI PMB K KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Nisa, Khoerun; Ghaida K Pangestu; Hidayani, Hidayani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8831

Abstract

Angka kejadian dismenore pada remaja di Puskesmas Haurpanggung Kabupaten Garut berdasarkan laporan pada tahun 2022 tercatat sebanyak 648 remaja yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Haurpanggung dengan keluhan mengalami dismenore. Dismenore berdampak buruk bagi remaja putri, yaitu rasa letih, sakit di daerah bawah pinggang, perasaan cemas dan tegang, pusing kepala, bingung, mual muntah, diare, kram perut dan sakit perut serta gangguan aktivitas. Salah satu upaya non farmakologi penanganan dismenore dapat dilakukan dengan terapi komplementer herbal yaitu mengkonsumsi ekstrak kunyit asam dan jus wortel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemberian kunyit asam dan jus wortel dalam mengatasi dismenore pada remaja putri. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan pada intervensi kunyit asam terjadi penurunan intensitas nyeri dismenore dari kunjungan pertama sebesar 6 menjadi 0 pada kunjungan kedua dan ketiga. Hal yang sama juga terjadi pada intervensi jus wortel yaitu penurunan intensitas nyeri dismenore dari kunjungan pertama sebesar 6 menjadi 0 pada kunjungan kedua dan ketiga sehingga disimpulkan terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian kunyit asam dengan jus wortel terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri yang terjadi pada kunjungan kedua dimana pemberian kunyit asam lebih cepat mengatasi nyeri. Diharapkan tenaga kesehatan khusunya bidan mampu membantu tenaga kesehatan khusunya bidan dalam melakukan asuhan pada remaja putri dengan menggunakan terapi non farmakologi dalam mengatasi nyeri saat haid serta menjadi masukan yang berguna dalam meningkatkan pelayanan kebidanan.
PERBANDINGAN PEMBERIAN KOMPRES LIDAH BUAYA DAN KOMPRES AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH BALITA PASCA IMUNISASI DPTHIB DI PMB I KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Mulyani, Ima Siti; Ghaida K Pangestu; Ageng Septa Rini
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8847

Abstract

Puskesmas Cibatu terdapat data kasus angka kejadian KIPI dengan mengalami demam pada tahun 2023 sebanyak 47,8%, sedangkan di PMB I yang merupakan jejaring dari Puskesmas Cibatu pada setiap bulannya rata-rata 24 bayi yang datang untuk melakukan imunisasi dan sebagian besar mengalami KIPI berupa demam setelah mendapatkan imunisasi. Hasil wawancara kepada 10 Ibu terdapat 50% mengatakan apabila anaknya demam setelah imunisasi maka diberi obat penurun panas dari petugas kesehatan. Salah satu upaya non farmakologi yang dapat dilakukan terhadap anak ketika mengalami demam yaitu kompres lidah buaya dan hangat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian kompres lidah buaya dan kompres air hangat terhadap penurunan suhu tubuh balita pasca imunisasi DPTHiB. Metode penelitian menggunakan rancangan peneletian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada bayi sebanyak 2 orang di PMB I yang mengalami demam pasca imunisasi. Hasil penelitian diperoleh suhu tubuh By. L sebelum diberikan kompres lidah buaya sebesar 38 0C dan sesudah diberikan kompres lidah buaya sebesar 370C. Sedangkan pada By. F sebelum diberikan kompres air hangat sebesar 38 0C dan sesudah diberikan kompres hangat suhunya sebesar 36,5 0C. Pemberian kompres air hangat lebih efektif dalam menurunkan suhu tubuh pada anak pasca imunisasi dibandingkan dengan pemberian kompres lidah buaya dengan selisih perbedaan 0,5. Diharapkan Ibu dan keluarga yang mempunyai anak dengan demam diharapkan mampu memberikan intervensi kompres lidah buaya dan melakukan kompres air hangat untuk menurunkan suhu tubuh anak dengan baik sebelum diberikan pengobatan lebih lanjut.