Berdasarkan data di Puskesmas Wanaraja pada tahun 2023 terdapat sebanyak 128 orang wanita lansia mengalami gangguan tidur yang disebabkan oleh cemas sebanyak 31 orang (24,2%), kebiasaan tidur larut malam sebanyak 36 orang (28,2%), sakit 20 orang (15,6%), sering terbangun 41 orang (32%). Dampak dari gangguan tidur pada lanjut usia apabila tidak ditangani dapat menurunkan kualitas hidup, demensia, suasana hati, produktivitas, dan kesehatan fisik. Salah satu terapi untuk meningkatkan kualitas tidur dapat menggunakan rendam kaki dan terapi murotal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberian air rendam hangat pada kaki dan terapi murotal terhadap peningkatan kualitas tidur lansia. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada bayi sebanyak 2 orang lansia yang mengalami gangguan tidur. Hasil penelitian menunjukkan pemberian rendam kaki efektif dalam meningkatkan kualitas tidur dengan skor PSQI sebelum diberikan rendaman kaki sebesar 14 dan sesudah diberikan rendaman kaki sebesar 3. Pemberian terapi murotal juga efektif dalam meningkatkan kualitas tidur dengan skor PSQI sebelum diberikan rendaman kaki sebesar 14 dan sesudah diberikan rendaman kaki sebesar 3. Tidak terdapat perbedaan antara pemberian air rendam hangat pada kaki dan terapi murotal terhadap peningkatan kualitas tidur lansia artinya rendaman kaki dan terapi murotal sama-sama efektif terhadap peningkatan kualitas tidur lansia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengatasi kualitas tidur pada lansia dengan menggunakan rendaman kaki dengan air hangat dan pemberian terapi murotal.