Hasanah, Hikmah Amalia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Narasi Perkawinan Paksa dalam Pers Perempuan Tahun 1900an-1930an Hasanah, Hikmah Amalia
Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah Vol 8, No 2 (2024): Historia Madania Jurnal Ilmu Sejarah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hm.v8i2.38475

Abstract

Penelitian ini mengkaji analisis narasi perkawinan paksa dalam pers perempuan pada awal abad ke-20, dengan fokus pada majalah dan surat kabar seperti Poetri Hindia, Soenting Melajoe, Isteri, Sedar, dan Pedoman Isteri. Melalui metode sejarah yang mencakup heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi, serta analisis wacana deskriptif Michael Halliday dan pendekatan sosiologi komunikasi, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana media pers perempuan menggambarkan dan menentang praktik perkawinan paksa yang terkait dengan isu-isu seperti poligami dan perkawinan anak. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun praktik ini telah menjadi adat yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat kolonial karena faktor ekonomi dan status sosial, pers perempuan secara aktif mengkritiknya, terutama setelah kongres perempuan, dengan menyerukan penghapusan perkawinan paksa dan mendorong perempuan untuk memperjuangkan hak mereka. Selain itu, kritik juga diarahkan pada kesalahpahaman mengenai konsep wali mujbir, yang sering disalahartikan sebagai hak orang tua untuk memaksakan perjodohan, padahal intervensi ini lebih mencerminkan budaya dan karakter pribadi daripada ajaran agama.
Analisis Narasi Perkawinan Paksa dalam Pers Perempuan Tahun 1900an-1930an Hasanah, Hikmah Amalia
Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah Vol. 8 No. 2 (2024): Historia Madania Jurnal Ilmu Sejarah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hm.v8i2.38475

Abstract

Penelitian ini mengkaji analisis narasi perkawinan paksa dalam pers perempuan pada awal abad ke-20, dengan fokus pada majalah dan surat kabar seperti Poetri Hindia, Soenting Melajoe, Isteri, Sedar, dan Pedoman Isteri. Melalui metode sejarah yang mencakup heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi, serta analisis wacana deskriptif Michael Halliday dan pendekatan sosiologi komunikasi, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana media pers perempuan menggambarkan dan menentang praktik perkawinan paksa yang terkait dengan isu-isu seperti poligami dan perkawinan anak. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun praktik ini telah menjadi adat yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat kolonial karena faktor ekonomi dan status sosial, pers perempuan secara aktif mengkritiknya, terutama setelah kongres perempuan, dengan menyerukan penghapusan perkawinan paksa dan mendorong perempuan untuk memperjuangkan hak mereka. Selain itu, kritik juga diarahkan pada kesalahpahaman mengenai konsep wali mujbir, yang sering disalahartikan sebagai hak orang tua untuk memaksakan perjodohan, padahal intervensi ini lebih mencerminkan budaya dan karakter pribadi daripada ajaran agama.