Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisa Implementasi Tata Kelola Zakat Di LAZ Sidogiri Cabang Bondowoso Armawi, Armawi
KASBANA Vol 2 No 1 (2022): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/kasbana.v2i1.40

Abstract

Zakat dapat berfungsi sebagai salah satu sumber dana sosial-ekonomi bagi umat Islam. Artinya pendayagunaan zakat yang dikelola oleh Badan Amil Zakat tidak hanya terbatas pada kegiatan- kegiatan tertentu saja yang berdasarkan pada orientasi konvensional, tetapi dapat pula dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan ekonomi umat, seperti dalam program pengentasan kemiskinan dan pengangguran dengan memberikan zakat produktif kepada mereka yang memerlukan sebagai modal usaha. Fokus kajian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana Perencanaan Tata Kelola Zakat di LAZ Sidogiri Cabang Bondowoso?. 2. Bagaimana Pengorganisasian Tata Kelola Zakat di LAZ Sidogiri Cabang Bondowoso?. 3. Bagaimana Pelaksanaan Tata Kelola Zakat di LAZ Sidogiri Cabang Bondowoso?. 4. Bagaimana Pelaporan Tata Kelola Zakat di LAZ Sidogiri Cabang Bondowoso? Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan zakat yang dilakukan pada LAZ Sidogiri meliputi Perencanaan, Pengorganisasian, Penyaluran, dan Pelaporan Zakat. 1) Perencanaan pengelolaan zakat di LAZ Sidogiri cabang Bondowoso berdasarkan rencana yang telah dibuat secara Nasional oleh LAZ Sidogiri pusat dalam rapat kerja tahunan, salah satunya sentralisasi pengelolaan dana zakat dengan sistemik dari cabang Bondowoso ke pusat. LAZ Sidogiri sebagai pusat pengendali seluruh sistem yang ada, LAZ Sidogiri cabang Bondowoso dan cabang yang lain sebagai pelaksana. 2) Pengorganisasian, LAZ Sidogiri untuk memudahkan tugas dan menjalankan roda organisasi LAZ Bondowoso, dikendalaikan oleh lima orang pelakasana. Adapaun kelima orang tersebut meliputi: kepala cabang satu orang, admin cabang satu orang, dan funding offecer berjumlah tiga orang. Model perekrurtan yang dilakukan oleh LAZ Bondowoso meliputi: terlebih dahulu LAZ Sidogiri mengajukan calon anggota baru kepada LAZ Sidogiri pusat, setelah itu LAZ Sidogiri pusat akan menyetujui atau tidak. 3) Pelaksanaan, penyaluran dana zakat, di lapangan menunjukkan bahwa LAZ Sidogiri cabang Bondowoso tidak bisa langsung mencairkan dana dan memberikannya kepada para mustahik, melainkan terlebih dahulu harus konfirmasi dan pengajuan pencairan. Hal itu dikarenakan LAZ Sidogiri Cabang Bondowoso mengumpulkan dana zakat, dan dana zakat tersebut disetorkan ke LAZ Sidogiri pusat secara utuh, sebagai bentuk sentralisasi dana. 4) Pelaporan pengumpulan zakat di LAZ Sidogiri cabang Bondowoso mutlak menggunakan konsep Vertical Accountability yaitu hanya mempertanggung jawabkan semua pelaporan kepada LAZ Sidogiri pusat. Hal itu dikarenakan LAZ Sidogiri Bondowoso Secara legalitas berinduk kepada LAZ Sidogiri Pusat di Pasuruan
Analisa Implementasi Tata Kelola Zakat Di Laz Sidogiri Cabang Bondowoso Armawi, Armawi
KASBANA Vol 3 No 1 (2023): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/kasbana.v3i1.74

Abstract

Zakat can function as a source of socio-economic funds for Muslims. This means that the utilization of zakat managed by the Amil Zakat Agency is not only limited to certain activities based on conventional orientation, but can also be used for the economic activities of the people, such as in poverty alleviation programs and unemployment by giving productive zakat to those who need it as business capital. The focus of the study in this research is as follows: 1. How is Zakat Management Planning in LAZ Sidogiri Bondowoso Branch?. 2. How is Zakat Management Organized at LAZ Sidogiri Bondowoso Branch?. 3. How is the Implementation of Zakat Management at LAZ Sidogiri Bondowoso Branch?. 4. How is Zakat Management Reporting at LAZ Sidogiri Bondowoso Branch? The results of this study indicate that the management of zakat carried out at LAZ Sidogiri includes Planning, Organizing, Distribution, and Reporting Zakat. 1) Planning for zakat management at LAZ Sidogiri Bondowoso branch is based on a plan that has been made nationally by the central LAZ Sidogiri in the annual work meeting, one of them is the centralization of the management of zakat funds systematically from the Bondowoso branch to the center. LAZ Sidogiri as the center for controlling the entire existing system, LAZ Sidogiri Bondowoso branch and other branches as implementers. 2) Organizing, LAZ Sidogiri to facilitate the task and run the wheels of the LAZ Bondowoso organization, is controlled by five implementers. The five people include: one branch head, one branch admin, and three funding officers. The recruitment model carried out by LAZ Bondowoso includes: first, LAZ Sidogiri proposes a new member candidate to the central LAZ Sidogiri, after that the central LAZ Sidogiri will approve or not. 3) Implementation, distribution of zakat funds, in the field shows that LAZ Sidogiri Bondowoso branch cannot immediately disburse funds and give them to mustahik, but must first confirm and submit disbursement. This is because LAZ Sidogiri Branch Bondowoso collects zakat funds, and the zakat funds are deposited to the central LAZ Sidogiri as a whole, as a form of centralization of funds. 4) Reporting on zakat collection at LAZ Sidogiri, Bondowoso branch absolutely uses the concept of Vertical Accountability, which is only responsible for all reporting to the central LAZ Sidogiri. This is because LAZ Sidogiri Bondowoso is legally parented to LAZ Sidogiri center in Pasuruan
ANALISA MANAJEMEN PRODUKSI (Studi Rumah Produksi TAHU AZAM BAROKAH) Armawi, Armawi
KASBANA Vol 3 No 2 (2023): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/kasbana.v3i2.92

Abstract

Persaingan ekonomi dunia semakin meningkat, inovasi-inovasi baru bermunculan tiada henti. Seluruh dunia saling bersaing menunjukkan eksistensinya, tidak mau kalah dan tertinggal satu sama lain. Mc Kinsey Global Institute dalam laporannya, memprediksikan bahwasanya Indonesia akan menjadi negara dengan sektor kekuatan ekonomi terbesar dunia ke7 pada tahun 2030. Hal ini, diperkuat oleh paritas daya jual beli yang ditambah dengan Indonesia merupakan negara anggota G- 2019 negara dengan perekonomian terbesar dunia. Rumusan Masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: 1) Bagaimana pengelolahan tahu yang baik dan benar pada Rumah Industri Tahu Azam Barokah di Desa Bandilan Kecamatan Prajekan Kabupaten Bondowoso?. 2) Bagaimana pola pendistribusian Tahu Azam Barokah di Desa Bandilan Kecamatan Prajekan Kabupaten Bondowoso?. 3) Bagaimanakah cara mengembangkan produksi Tahu Azam Barokah di Desa Bandilan Kecamatan Prajekan Kabupaten Bondowoso agar dapat meningkatkan tarif ekonomi?. Adapun Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Mengetahui cara pengelolaan Tahu Azam Barokah di Desa Bandilan Kecamatan Prajekan Kabupaten Bondowoso. 2) Mengetahui tata kelola pendistribusian Tahu Azam Barokah di Desa Bandilan Kecamatan Prajekan Kabupaten Bondowoso. 3) Mengetahui cara perkembangan produksi Tahu Azam Barokah di Desa Bandilan Kecamatan Prajekan Kabupaten Bondowoso tentang peningkatan tarif ekonomi. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa di rumah produksi tahu azam barokah, usaha tahu tersebut tidak akan berjalan tanpa adanya modal dan tidak akan berdiri tanpa adanya kemauan dari t im manajer produksi atau yang biasa disebut dengan owner tahu azam barokah. Bisa dipastikan, bahwa memproduksi suatu usaha apapun tidak akan terlepas dari 4 faktor tersebut. Seperti tanah, jika tidak ada tanah yang subur untuk ditanami kedelai maka sebuah makanan yang bernama tahu ini tidak akan pernah ada. Karena bahan dasar dalam proses pembuatan tahu adalah kedelai. Selain itu, tanpa adanya tenaga kerja usaha tahu di azam barokah tidak akan berjalan. Karena, jika tidak ada yang bekerja maka tidak akan bisa memproduksi tahu, sekalipun bahan dan alatnya ada. Karena kekompakan tenaga kerja dalam suatu pekerjaan ini juga sangat dibutuhkan agar bisa didapatkan hasil yang maksimal. Selanjutnya, proses pendistribusian ini tentunya melalui beberapa jalur agar produk bisa sampai ke tangan konsumen. Adapun jalur-jalur distribusi tersebut, yaitu: a) Produsen – konsumen. b) Produsen – pengecer – konsumen. c) Produsen – pedagang besar – pengecer – konsumen. d) Produsen – agen – pengecer – konsumen. Di dalam proses pendistribusian tahu azam barokah menggunakan sistem atau saluran distribusi dari produsen ke konsumen. Sebagaimana menurut pengelola tahu azam barokah, bahwasanya sistem pemasaran usaha kami adalah sistem jemput, bukan sistem antar. Karena barang yang di antar itu murahan, sedangkan barang yang dijemput itu berkualitas. Oleh karena itu, sampai saat ini banyak konsumen yang membeli tahunya dengan datang langsung ke pabriknya. Maka hal tersebut termasuk saluran distribusi yang secara langsung dari produsen ke konsumen. Pengembangan produksi tahu di rumah produksi Tahu Azam Barokah sangat potensial untuk meningkatkan ekonomi masyarakat serta pendapatan keluarga dan rumah produksi tahu sendiri. Rumah produksi Tahu Azam Barokah juga mempunyai strategi dalam peningkatan ekonominya, yaitu dengan menjaga kepercayaan pelanggan atau konsumen dengan tetap mempertahankan kualitas dan kuantitas tahu. Selain itu dalam produksi tahu Azam ini, mereka sudah memproduksi berbagai macam tahu seperti tahu putih, tahu kuning, dan pizza tahu. Namun untuk saat ini produsen menghentikan proses pembuatan tahu kuning dan pizza tahu untuk sementara waktu, hanya bila ada pemesan saja mereka mengolahnya karena hal itu membutuhkan waktu yang cukup lama serta membutuhkan tenaga ekstra dalam pembuatannya.
Analisis Gadai Tanah Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Armawi, Armawi
Jurnal Riset Multidisiplin dan Inovasi Teknologi Том 3 № 01 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin dan Inovasi Teknologi
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jimat.v3i01.1438

Abstract

This research aims to discuss the practice of land pawning in Ramban Kulon village and its analysis from the perspective of Sharia Economic Law. Land pawn is a form of transaction that is allowed in Islam, but must fulfil certain conditions. This research uses normative legal research methods and legislative approaches, Ulama's hujjah and conceptual approaches. The results show that the practice of land pawning in Ramban Kulon Village is not fully in accordance with the principles of Sharia Economic Law, especially regarding the utilisation of pawned goods. Therefore, it is necessary to make adjustments and better understand the principles of Sharia Economic Law in the practice of land pawning.
Pendampingan Hukum Pada Pelaku UMKM Di Desa Cermee Berdasarkan UU NO 20 TAHUN 2008 Armawi, Armawi
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i1.4460

Abstract

Tujuan artikel ini adalah membahas tentang pengabdian pada masyarakat di desa cermee kabupaten bondowoso, kegiatan yang dilakukan melalui pendampingan hukum yang tertuang dalam UU No 20 Tahun 2008 pada pelaku UMKM masyarakat Desa cermee kabupaten bondwoso. Metode yang digunakan tentang pendampingan hukum pada UMKM pada masyarakat desa cermee kabupaten Bondowoso adalah dengan melakukan pendampingan, pendampingan yang dilakukan selama 1 bulan dengan melakukan pendekatan ABC (Asset Based Community Development) dilakukan melalui empat tahap utama: observasi, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat tentang hukum yang tertuang pada UU No 2 Tahun 2008 sebelum diadakannya pengabdian sebesar 33.53%, angka pemahaman meningkat setelah dilakukan pendampingan yang semula pemahaman sebesar 33.53% naik menjadi 57.6%.