Nur Hikmah Sari, La Ode M. Nasir, Hasdy Syahid Kasim
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perubahan Pola Komunikasi Dalam Keluarga Di Era Teknologi Digital Di Desa Hakambololi Kecamatan Poli-Polia Kabupaten Kolaka Timur Nur Hikmah Sari, La Ode M. Nasir, Hasdy Syahid Kasim
Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2024): EDISI SEPTEMBER
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian, mengetahui bagaimana perubahan pola komunikasi dalam keluarga di era teknologi digital di Desa Hakambololi, Kecamatan Poli-Polia, Kabupaten Kolaka Timur. Metode penelitian dalam penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian : Saling bergantung, anak-anak, mulai mengandalkan teknologi seperti ponsel untuk berkomunikasi. Utuh, penggunaan teknologi tidak seimbang mengakibatkan keutuhan keluarga bisa terganggu karena kualitas komunikasi langsung berkurang. Saling mempengaruhi, keluarga bergantung satu sama lain dalam penggunaan teknologi dalam keseharianya. Stabilitas, keluarga terganggu akibat paparan teknologi, seperti bercerita setelah makan malam, kini tergantikan kesibukan keluarga dalam penggunaan teknologi gadget. Mengatur diri sendiri, kepala keluarga berusaha untuk mengelola penggunaan teknologi secara bijaksana dengan membatasi penggunaan ponsel dan memprioritaskan interaksi langsung. Keterbukaan, keluarga kini cenderung kurang terbuka dalam komunikasi langsung dan lebih sering menggunakan media sosial sebagai alat untuk berkomunikasi. Perubahan, yang di terapkan orang tua adalah pengaturan waktu penggunaan ponsel terhadap anak-anak untuk menjaga keseimbangan antara manfaat teknologi dan interaksi langsung. Kompleksitas Interaktip, paparan tren media sosial mengadopsi bahasa dan gaya komunikasi yang berbeda dari orang tua dan teman-temannya yang kurang terpapar. Kesetaraan komunikasi anak dengan orang tua seperti teman sebaya, yang tercermin dari penggunaan bahasa sehari-hari yang tidak pantas dan kurang sopan, seperti frasa "okmi pale" dalam berkomunikasi.