Tujuan penelitian, mengetahui bagaimana perubahan pola komunikasi dalam keluarga di era teknologi digital di Desa Hakambololi, Kecamatan Poli-Polia, Kabupaten Kolaka Timur. Metode penelitian dalam penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian : Saling bergantung, anak-anak, mulai mengandalkan teknologi seperti ponsel untuk berkomunikasi. Utuh, penggunaan teknologi tidak seimbang mengakibatkan keutuhan keluarga bisa terganggu karena kualitas komunikasi langsung berkurang. Saling mempengaruhi, keluarga bergantung satu sama lain dalam penggunaan teknologi dalam keseharianya. Stabilitas, keluarga terganggu akibat paparan teknologi, seperti bercerita setelah makan malam, kini tergantikan kesibukan keluarga dalam penggunaan teknologi gadget. Mengatur diri sendiri, kepala keluarga berusaha untuk mengelola penggunaan teknologi secara bijaksana dengan membatasi penggunaan ponsel dan memprioritaskan interaksi langsung. Keterbukaan, keluarga kini cenderung kurang terbuka dalam komunikasi langsung dan lebih sering menggunakan media sosial sebagai alat untuk berkomunikasi. Perubahan, yang di terapkan orang tua adalah pengaturan waktu penggunaan ponsel terhadap anak-anak untuk menjaga keseimbangan antara manfaat teknologi dan interaksi langsung. Kompleksitas Interaktip, paparan tren media sosial mengadopsi bahasa dan gaya komunikasi yang berbeda dari orang tua dan teman-temannya yang kurang terpapar. Kesetaraan komunikasi anak dengan orang tua seperti teman sebaya, yang tercermin dari penggunaan bahasa sehari-hari yang tidak pantas dan kurang sopan, seperti frasa "okmi pale" dalam berkomunikasi.
Copyrights © 2024