Saskia Damayanti, Ashar Hasyim, Nana Adriana Hutari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Komunikasi Interpersonal Pada Mahasiswa Baru Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara Saskia Damayanti, Ashar Hasyim, Nana Adriana Hutari
Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2024): EDISI SEPTEMBER
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian mengetahui peran komunikasi interpersonal Pada Mahasiswa Baru Program Studi Ilmu Komunikasi Universita Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara. Penelitian ini mengunakan Teori Juhari Window (1955). Jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengunakan (4) konsep Teori Johari Window dapat dijelaskan sebagai berikut: (1) Wilayah Terbuka (Open Area), mahasiswa baru di Program Studi Ilmu Komunikasi menunjukkan pendekatan dalam interaksi sosial. Beberapa mahasiswa aktif mengevaluasi dan memperbaiki cara mereka berkomunikasi dengan teman baru. Mereka juga seringkali tidak menyadari perilaku atau kebiasaan tertentu, seperti berbicara terlalu cepat atau melamun di kelas, yang dapat memengaruhi efektivitas komunikasi dan interaksi sosial mereka. (2) Wilayah Buta (Blind Area) mereka Cenderung menyimpan informasi pribadi atau sensitif untuk melindungi hubungan sosial mereka dan menghindari dampak negatif dari pengungkapan tersebut. (3) Wilayah Tertutup (Unknown Area), dalam melakukan komunikasi mereka berhati-hati dalam memilih topik yang akan dibahas, menghindari isu yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan atau merusak hubungan. (4) Wilayah Tertutup, keterlibatan dalam organisasi, berperan penting dalam proses penemuan diri dan pengembangan pribadi mahasiswa Ilmu Komunikasi. partisipasi dalam organisasi seperti PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) berfungsi sebagai katalisator untuk mengungkap potensi yang sebelumnya tidak disadari oleh mahasiswa.