Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi Serangan Teror Terhadap Bandar Udara Hartanto, Dwipo; Kowaas, Samuel; Legowo, Yanuar Adi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13194

Abstract

Bandara merupakan infrastruktur vital yang berperan penting dalam menghubungkan suatu wilayah dengan dunia luar, Bandara Internasional yang ada di Indonesia merupakan salah satu tempat yang rawan terjadinya aksi terorisme. Dalam penelitian ini akan dilakukan sebuah analisis mengenai bagaimana dan apa yang diperlukan dalam menangani, mengantisipasi, dan menanggulangi ancaman terorisme yang mungkin dapat terjadi di Bandara yang ada di Indonesia. Penulis akan menggunakan pendekatan Crime Prevention Through Environmental Design (CPTED) dalam melakukan telaah terhadap manajemen keamanan di Bandara. Seluruh aspek CPTED harus berjalan secara beriringan, saling menguatkan dan melengkapi satu sama lain. Langkah-langkah keamanan berdasarkan CPTED di Bandara dilakukan untuk mengurangi terjadinya tindak pidana terorisme dan menciptakan lingkungan bandara yang lebih aman. Dengan menggunakan prinsip-prinsip CPTED untuk memperkuat dan mengatur keamanan di Bandara nantinya diharapkan dapat tercipta Bandara yang aman dan tangguh dalam menghadapi ancaman Terorisme.
Strategic Intelligence Analysis on the Urgency of Establishing a Cyber Force in Indonesia Suwandi, Suwandi; Suhardi, Suhardi; Prasetiyono, Budi; Surjatmodjo, Dwi; Legowo, Yanuar Adi
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 6 No. 3 (2026): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v6i3.3093

Abstract

This article examines the urgency of establishing an Indonesian Cyber Force from a strategic intelligence perspective. Cyber threats against national strategic infrastructure continue to escalate, as reflected in billions of detected cyber traffic anomalies in 2025 and the hacking of the Temporary National Data Center (PDNS) in 2024. This study aims to analyze the institutional, regulatory, and cyber defense capacity gaps Indonesia faces amid increasingly asymmetric and difficult-to-attribute threats. A descriptive-analytical qualitative method with a normative-empirical orientation was applied through policy document analysis, statutory review, and in-depth interviews with expert informants in intelligence, defense, and cybersecurity. The results indicate a strategic gap between the escalation of multidimensional cyber threats and the current institutional readiness of Indonesia's defense. The study concludes that establishing a Cyber Force is a logical consequence of the shifting non-conventional threat paradigm. The primary recommendation is a phased approach starting from the consolidation of a unified cyber command to the evolution into an independent fourth branch within the Indonesian National Armed Forces to ensure digital sovereignty and adaptive national resilience.