Fedelina Rassa, Alida Nella
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program Implementasi Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Sadari pada Remaja Putri Anggarani, Anastasia Putu Martha; Fedelina Rassa, Alida Nella
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.14673

Abstract

ABSTRAK Salah satu cara untuk mengetahui adanya kelainan pada payudara adalah melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Deteksi dini kanker payudara dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri dapat membantu menemukan tanda-tanda kanker payudara secara dini sehingga pengobatan yang diberikan memberikan keberhasilan yang tinggi. Kondisi mitra saat ini adalah remaja putri di tempat mitra belum memiliki pengetahuan yang baik mengenai cara melakukan SADARI. Dengan kelompok masyarakat memahami pentingnya melakukan SADARI, diharapkan dapat terjadi pencegahan seorang wanita mengalami kanker payudara stadium lanjut. Kegiatan ini memberi dampak bagi mitra bahwa tingkat pengetahuan dan sikap mitra mengenai pemeriksaan payudara sendiri meningkat setelah mengikuti pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research. Sasaran program ini adalah 106 remaja putri di lingkungan STIKES St. Vincentius A Paulo Surabaya. Pendidikan kesehatan dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi dan redemonstrasi oleh peserta. Prosentase mitra yang berpengetahuan baik meningkat dari 72% menjadi 94%, sedangkan sikap positif meningkat (dari 39% menjadi 46%). Mitra meliki pengetahuan yang baik mengenai SADARI. Dengan ini diharapkan mitra dapat melakukan SADARI secara mandiri dan mitra dapat terhindar dari kanker payudara stadium lanjut Kata Kunci: Implementasi, SADARI, Remaja Putri  ABSTRACT A breast self-examination (BSE) is one method to determine whether the breasts are abnormal. Breast self-examination is a useful tool for early breast cancer identification. It can help identify breast cancer symptoms early on, resulting in extremely successful therapy. The current situation for the spouse is that young women are not well-versed in BSE at their location. It is intended that community groups will raise awareness of the value of BSE and help women avoid developing advanced breast cancer. This activity affects partners in that after attending health education, partners' knowledge and attitudes about breast self-examination rise. Participatory action research is the methodology employed. 106 young women in the STIKES St. Vincentius A. Paulo Surabaya are the program's target audience. Participants engage in lectures, demonstrations, and re-demonstration of health education techniques. The percentage of well-informed partners increased from 72% to 94%, while positive attitudes increased (from 39% to 46%). Partners are well-versed in BSE. It is believed that by doing this, partners will be able to independently do BSE and prevent advanced-stage breast cancer Keywords: Implementation, BSE, Young Women
Pelatihan Brain gym sebagai Metode Stimulasi Kognitif dan Motorik untuk Anak Usia 3-5 Tahun Anggarani, Anastasia Putu Martha; Fedelina Rassa, Alida Nella; Saputra, Agung Kurniawan
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Vol 6, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v6i2.21903

Abstract

Brain gym adalah bentuk latihan terstruktur yang dirancang untuk mengoptimalkan fungsi otak anak-anak melalui pola gerakan spesifik yang merangsang perkembangan kognitif. Program ini diimplementasikan untuk mengatasi kekurangan sumber daya pembelajaran spesifik bagi guru dan siswa di PG-TK Harapan Bunda, terutama untuk memperkaya aktivitas latihan yang sesuai dengan pendidikan usia dini. Solusi yang diterapkan meliputi serangkaian kegiatan pendidikan kesehatan yang komprehensif, seperti diskusi, pelatihan praktis, dan sesi bimbingan. Kegiatan-kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru serta siswa dalam menerapkan latihan brain gym. Sebanyak 18 siswa, dengan usia rata-rata 4,5 tahun, mengikuti sesi ini, dengan 44% laki-laki dan 56% perempuan. Aktivitas brain gym, yang berlangsung selama 30 menit, dilaksanakan di aula sekolah. Evaluasi menunjukkan bahwa semua siswa dapat mengikuti gerakan, dengan 90% melakukannya secara mandiri dan 10% memerlukan bimbingan minimal. Selain itu, sesi sosialisasi latihan otak diadakan untuk guru, dan panduan latihan berbasis video dikembangkan untuk mendukung praktik berkelanjutan. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi positif terhadap perkembangan motorik, kognitif, dan sosial anak-anak, menjadikannya metode yang berharga dan praktis untuk digunakan sehari-hari di lingkungan pendidikan anak usia dini.