Smartphone dapat didefinisikan sebagai perangkat seluler yang memiliki kemampuan seperti komputer. Orang yang terlalu sering menggunakan smartphone dapat mengalami kecanduan smartphone, kondisi di mana seseorang menjadi terlalu tergantung pada ponsel, mengakibatkan kehilangan kontrol diri dan kecemasan psikologis. Penggunaan smartphone yang berlebihan juga dapat menyebabkan perasaan tidak peduli terhadap lingkungan sosial. Adaptasi adalah kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Proses di mana seorang individu atau kelompok mengubah tindakan mereka untuk sesuai dengan lingkungan sosial mereka disebut sebagai adaptasi sosial. Adaptasi sosial juga dapat disebut sebagai penyesuaian diri terhadap lingkungan. Partisipan dalam penelitian kali ini adalah anak-anak dengan rentang usia 9-12 tahun. Anak-anak pada tahap ini sudah belajar mengenai keterampilan sosial dan akademis melalui kegiatan dalam kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara smartphone addiction dengan adaptasi sosial siswa di SD X. Metode penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik ini termasuk kedalam metode non-probability sampling. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dan dianalisis dengan metode korelasi Spearman. Dengan menggunakan metode uji korelasi Spearman Correlation pada level alpha 0.05, ada hubungan negatif yang signifikan antara smartphone addiction dan adaptasi sosial, r(df) = -0.216, p<0.001 Semakin tinggi skor smartphone addiction, semakin rendah skor adaptasi sosial. Hubungan negatif artinya semakin tinggi smartphone addiction, maka semakin rendah adaptasi sosialnya. Begitupun sebaliknya jika smartphone addiction semakin rendah, maka semakin tinggi adaptasi sosial.