Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

GAMBARAN KEWARGANEGARAAN EKOLOGIS Marissa Putri; Cecilia Tiara Putri; Fifian Prahayuningtyas; Petsuien Thalitakum Gontha Umboh; Raja Oloan Tumanggor
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.161

Abstract

Tanggung jawab adalah salah satu aspek terpenting yang harus dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Dengan adanya rasa tanggung jawab, masyarakat dapat bersatu untuk berupaya mengubah sesuatu yang lebih baik lagi dari bangsa ini. Salah satu yang dapat diubah saat ini adalah kondisi ekologi DKI Jakarta yang sedang berada pada fase berbahaya. Saat ini Indonesia, khususnya DKI Jakarta, sedang mengalami kerusakan lingkungan. Hal tersebut perlu adanya kesadaran masyarakat untuk bertanggung jawab memulihkan keadaan DKI Jakarta yang rusak menjadi lebih baik lagi. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif metode deskriptif dengan mengumpulkan 2 subyek yang berdomisili DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara dengan tujuan untuk mengetahui gambaran tanggung jawab kewarganegaraan terhadap ekologi di DKI Jakarta. Hasil dari wawancara tersebut menunjukkan bahwa kedua subyek telah sama-sama memiliki aspek kesadaran serta rasa kecintaan atau kesukaan akan lingkungan sekitar. Meski begitu, masih terdapat kelemahan dalam diri masing-masing subyek dalam aspek keberanian.
PENTINGNYA WAWASAN NUSANTARA DALAM MEMPERSATUKAN KEBERAGAMAN BANGSA INDONESIA Gloria Julyta; Muhammad Ardell Taqi Riyanto; Siti Hanum Pujilasti; Najmadizha Aurel; Ardaffa Azra Kalandoro; Raja Oloan Tumanggor
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 1 No. 01 Agustus (2024): Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ)
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wawasan Nusantara bisa diintegrasikan dalam kurikulum untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan pemahaman tentang pentingnya keberagaman sejak dini kepada generasi muda.Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Wawasan Nusantara dapat menjadi landasan bagi masyarakat Indonesia untuk memahami dan menghargai keberagaman budaya, suku, dan agama di dalam negeri dan untuk mengetahui implementasi Wawasan Nusantara berkontribusi terhadap terciptanya harmoni dan persatuan di tengah perbedaan yang ada dalam masyarakat Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Wawasan Nusantara memiliki kontribusi signifikan terhadap terciptanya harmoni dan persatuan di tengah perbedaan di masyarakat Indonesia. Melalui pendidikan, dialog sosial, dan dukungan kebijakan pemerintah, diharapkan masyarakat dapat menghargai keberagaman sebagai bagian integral dari identitas nasional. Implementasi Wawasan Nusantara tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan inklusif.
PERSATUAN DALAM KEBERAGAMAN: STUDI TENTANG INTERAKSI SOSIAL ANAK-ANAK DI PANTI ASUHAN PARAPATTAN JAKARTA TIMUR Tia Meilani Putri; Raja Oloan Tumanggor; Christine Erinna Noviyanthi; Stevy Virginia Medah; Cindy Octavia Tanjaya; Angeline Michelle Bidara
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v7i3.7222

Abstract

Penelitian ini mengkaji interaksi sosial di antara anak-anak Panti Asuhan Parapattan, Jakarta Timur, yang memiliki keragaman suku dan budaya. Dengan pendekatan kualitatif dan studi kasus, observasi dilakukan terhadap 40 anak yang berpartisipasi dalam seminar dan kegiatan bakti sosial terkait persatuan dalam keberagaman. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa meskipun anak-anak berasal dari latar belakang yang berbeda, mereka berhasil membangun lingkungan yang saling menghormati dan mendukung. Pendidikan mengenai keberagaman serta kesempatan untuk berbagi pengalaman terbukti memperkuat keterampilan sosial seperti empati dan kerja sama. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga lain dalam mengelola keberagaman secara inklusif dan positif.
PERSATUAN DALAM KEBERAGAMAN: PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP TOLERANSI DAN INTEGRASI SOSIAL DI INDONESIA Tia Meilani Putri; Raja Oloan Tumanggor; Christine Erinna Noviyanthi; Stevy Virginia Medah; Cindy Octavia Tanjaya; Angeline Michelle Bidara
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i7.7249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap toleransi dan integrasi sosial di Indonesia. Media sosial, sebagai platform komunikasi yang luas, memiliki peran penting dalam mempengaruhi dinamika sosial masyarakat Indonesia yang multikultural. Melalui kajian literatur, penelitian ini menemukan bahwa media sosial dapat berfungsi sebagai sarana untuk memperkenalkan perspektif baru dan meningkatkan pemahaman tentang keberagaman. Namun, media sosial juga dapat memperburuk polarisasi sosial, terutama terkait dengan penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan konten yang provokatif. Beberapa inisiatif positif, seperti kampanye digital dan komunitas online yang mendukung keberagaman, telah terbukti mampu memperkuat toleransi dan integrasi sosial. Namun, tantangan besar tetap ada, terutama dalam hal pengawasan konten dan penyebaran informasi yang salah. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan literasi digital, pengawasan lebih ketat terhadap konten media sosial, serta mendorong interaksi antar kelompok sosial yang berbeda untuk menciptakan ruang digital yang inklusif dan mendukung integrasi sosial yang harmonis.
SOSIALISASI PENGABDIAN MASYARAKAT (PKM) DI SMA 1 HANG TUAH JAKARTA SELATAN Della Putri Cherlya Utami; Angelica Cou; Yohana Intan Simbolon; Nelda Rachel; Raja Oloan Tumanggor
Jurnal Humaniora dan Sosial Sains Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan ini, digunakan media presentasi berupa PowerPoint (PPT) untuk mempermudah pemahaman dan membuat penyampaian materi lebih menarik. Materi yang disampaikan berkaitan dengan pengembangan diri, teknologi, dan isu-isu sosial yang sedang berkembang di masyarakat. Setelah pemaparan materi, sesi tanya jawab diadakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih mendalami topik yang telah dijelaskan serta mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan siswa dan memberikan mereka pengetahuan yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Melalui sesi interaktif ini, diharapkan terjadi pertukaran informasi yang dapat memperkaya pemahaman mereka mengenai berbagai isu penting di era digital saat ini. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan antara universitas dengan masyarakat sekitar, dalam hal ini pihak sekolah, untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap pentingnya pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memotivasi siswa agar lebih aktif dalam mengembangkan potensi diri dan menjadikan mereka lebih siap menghadapi tantangan di dunia nyata. Melalui materi yang relevan, diharapkan siswa dapat memperoleh keterampilan yang berguna, baik di bidang akademik maupun sosial. Selain itu, interaksi dalam sesi tanya jawab memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang topik yang mereka minati.
GAMBARAN PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT TERHADAP DINAMIKA SOSIAL DI INDONESIA Theresa; Regent Wijaya; Jose Conary; Chintia Stevani; Massimiliano Di Matteo; Raja Oloan Tumanggor
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i2.635

Abstract

Pancasila merupakan dasar ideologi dan filosofi bangsa Indonesia yang penting untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman. Sebagai sistem filsafat, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai pedoman moral dan etika, tetapi juga mencerminkan pemahaman yang luas tentang kehidupan masyarakat. Namun, Pancasila menghadapi berbagai tantangan akibat globalisasi, modernisasi, dan ketimpangan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana Pancasila dapat diaktualisasikan dalam menghadapi dinamika sosial saat ini. Metode yang digunakan adalah kajian literatur untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Pancasila dalam konteks sosial Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan sangat penting untuk memperkuat penerapan Pancasila. Selain itu, upaya dialog antar komunitas dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk merumuskan strategi menghadapi tantangan yang ada. Dengan langkah-langkah ini, Pancasila diharapkan tetap relevan sebagai pedoman moral dan etika dalam menjaga kesatuan bangsa.
HUBUNGAN ANTARA SMARTPHONE ADDICTION DENGAN ADAPTASI SOSIAL SISWA DI SD X Sirilus Andika Mambang Semahai Empula; Raja Oloan Tumanggor
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i2.661

Abstract

Smartphone dapat didefinisikan sebagai perangkat seluler yang memiliki kemampuan seperti komputer. Orang yang terlalu sering menggunakan smartphone dapat mengalami kecanduan smartphone, kondisi di mana seseorang menjadi terlalu tergantung pada ponsel, mengakibatkan kehilangan kontrol diri dan kecemasan psikologis. Penggunaan smartphone yang berlebihan juga dapat menyebabkan perasaan tidak peduli terhadap lingkungan sosial. Adaptasi adalah kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Proses di mana seorang individu atau kelompok mengubah tindakan mereka untuk sesuai dengan lingkungan sosial mereka disebut sebagai adaptasi sosial. Adaptasi sosial juga dapat disebut sebagai penyesuaian diri terhadap lingkungan. Partisipan dalam penelitian kali ini adalah anak-anak dengan rentang usia 9-12 tahun. Anak-anak pada tahap ini sudah belajar mengenai keterampilan sosial dan akademis melalui kegiatan dalam kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara smartphone addiction dengan adaptasi sosial siswa di SD X. Metode penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik ini termasuk kedalam metode non-probability sampling. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dan dianalisis dengan metode korelasi Spearman. Dengan menggunakan metode uji korelasi Spearman Correlation pada level alpha 0.05, ada hubungan negatif yang signifikan antara smartphone addiction dan adaptasi sosial, r(df) = -0.216, p<0.001 Semakin tinggi skor smartphone addiction, semakin rendah skor adaptasi sosial. Hubungan negatif artinya semakin tinggi smartphone addiction, maka semakin rendah adaptasi sosialnya. Begitupun sebaliknya jika smartphone addiction semakin rendah, maka semakin tinggi adaptasi sosial.
GAMBARAN PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT TERHADAP DINAMIKA SOSIAL DI INDONESIA Theresa; Regent Wijaya; Jose Conary; Chintia Stevani; Massimiliano Di Matteo; Raja Oloan Tumanggor
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i2.635

Abstract

Pancasila merupakan dasar ideologi dan filosofi bangsa Indonesia yang penting untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman. Sebagai sistem filsafat, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai pedoman moral dan etika, tetapi juga mencerminkan pemahaman yang luas tentang kehidupan masyarakat. Namun, Pancasila menghadapi berbagai tantangan akibat globalisasi, modernisasi, dan ketimpangan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana Pancasila dapat diaktualisasikan dalam menghadapi dinamika sosial saat ini. Metode yang digunakan adalah kajian literatur untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Pancasila dalam konteks sosial Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan sangat penting untuk memperkuat penerapan Pancasila. Selain itu, upaya dialog antar komunitas dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk merumuskan strategi menghadapi tantangan yang ada. Dengan langkah-langkah ini, Pancasila diharapkan tetap relevan sebagai pedoman moral dan etika dalam menjaga kesatuan bangsa.
HUBUNGAN ANTARA SMARTPHONE ADDICTION DENGAN ADAPTASI SOSIAL SISWA DI SD X Sirilus Andika Mambang Semahai Empula; Raja Oloan Tumanggor
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i2.661

Abstract

Smartphone dapat didefinisikan sebagai perangkat seluler yang memiliki kemampuan seperti komputer. Orang yang terlalu sering menggunakan smartphone dapat mengalami kecanduan smartphone, kondisi di mana seseorang menjadi terlalu tergantung pada ponsel, mengakibatkan kehilangan kontrol diri dan kecemasan psikologis. Penggunaan smartphone yang berlebihan juga dapat menyebabkan perasaan tidak peduli terhadap lingkungan sosial. Adaptasi adalah kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Proses di mana seorang individu atau kelompok mengubah tindakan mereka untuk sesuai dengan lingkungan sosial mereka disebut sebagai adaptasi sosial. Adaptasi sosial juga dapat disebut sebagai penyesuaian diri terhadap lingkungan. Partisipan dalam penelitian kali ini adalah anak-anak dengan rentang usia 9-12 tahun. Anak-anak pada tahap ini sudah belajar mengenai keterampilan sosial dan akademis melalui kegiatan dalam kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara smartphone addiction dengan adaptasi sosial siswa di SD X. Metode penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik ini termasuk kedalam metode non-probability sampling. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dan dianalisis dengan metode korelasi Spearman. Dengan menggunakan metode uji korelasi Spearman Correlation pada level alpha 0.05, ada hubungan negatif yang signifikan antara smartphone addiction dan adaptasi sosial, r(df) = -0.216, p<0.001 Semakin tinggi skor smartphone addiction, semakin rendah skor adaptasi sosial. Hubungan negatif artinya semakin tinggi smartphone addiction, maka semakin rendah adaptasi sosialnya. Begitupun sebaliknya jika smartphone addiction semakin rendah, maka semakin tinggi adaptasi sosial.
PSIKOEDUKASI PENGENALAN KEKAYAAN BANGSA SEJAK DINI DI SD KRISTEN ALETHEIA Gloria Julyta; Muhammad Ardell Taqi Riyanto; Siti Hanum Pujilasti; Najmadizha Aurel Shafira; Ardaffa Azra Kalandoro; Raja Oloan Tumanggor
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 1 No. 02 November (2024): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menghadapi perkembangan zaman yang terus berkembang, para anak-anak harus dibekali dengan wawasan kebangsaan dan pemahaman akan kekayaan bangsa sejak dini. Salah satu upaya strategis untuk mencapai tujuan ini adalah melalui pendidikan psikososial dan kultural di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pengenalan kekayaan bangsa kepada siswa Sekolah Dasar Kristen Aletheia. Dengan mengembangkan psikoedukasi mengenai kekayaan bangsa memiliki potensi besar untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dan kepedulian terhadap pelestarian budaya di kalangan anak-anak. Kegiatan psikoedukasi dilakukan dengan metode pembelajaran interaktif, termasuk permainan kelompok, dan permainan edukatif. Melalui pendekatan yang edukatif, interaktif, dan berbasis pengalaman, program ini mampu mengenalkan kekayaan budaya dan alam Nusantara secara mendalam, sehingga membangun rasa bangga terhadap identitas bangsa.