Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia, terutama penyebabnya dikarenakan perdarahan, infeksi, hipertensi dalam kehamilan, serta komplikasi persalinan dan nifas. Salah satu solusi untuk menurunkan AKI dan AKB adalah dengan menerapkan Continuity of Care (COC), yaitu pelayanan kebidanan yang berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, hingga keluarga berencana. Asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. A dari masa kehamilan hingga keluarga berencana adalah tujuan utama dari laporan ini. Penulisan menggunakan metode studi kasus di PMB FK, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri dari November 2024 hingga Mei 2025 dengan pendekatan manajemen kebidanan berbasis SOAP. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta menerapkan etika asuhan. Pada masa kehamilan Ny. A mengalami anemia ringan dan diberikan terapi nutrisi dan tablet Fe. Persalinan dirujuk ke RSUD SLG karena Ketuban Pecah Dini (KPD) tanpa pembukaan, kemudian dilakukan tindakan sectio caesarea. Masa nifas dan masa neonatus berlangsung normal, dan ibu memilih metode kontrasepsi IUD. Asuhan kebidanan berkelanjutan efektif dalam mendeteksi dini komplikasi dan memastikan ibu menjalani masa kehamilan hingga KB dengan aman dan lancar. Kata kunci : Continuity of Care, ketuban pecah dini, sectio caesarea, asuhan kebidanan, anemia Abstract The maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR) in Indonesia are still high. They are mainly caused by bleeding, infection, hypertension during pregnancy, and complications during labor and the postpartum period. One effort to reduce the MMR and IMR is to implement continuity of care (COC), a continuous midwifery service that begins during pregnancy and continues through childbirth, the postpartum period, and the neonatal period, as well as family planning. This report aims to provide Mrs. A continuous midwifery care from pregnancy to family planning. This report uses a case study method at the FK Maternity Center in the Ngadiluwih District of Kediri Regency from November 2024 to May 2025 using a SOAP-based midwifery management approach. Data were collected through interviews, observations, documentation, and the application of care ethics. During her pregnancy, Mrs. A experienced mild anemia and received nutritional therapy and iron tablets. She was referred to SLG Hospital for delivery due to premature rupture of membranes (PROM) without dilation; a cesarean section was then performed. The postpartum and neonatal periods were normal, and the mother chose the IUD contraceptive method. Continuous midwifery care effectively detects complications early and ensures that mothers can safely and smoothly transition from pregnancy to birth control.