Safety driving suatu perilaku yang memiliki keterampilan dalam mengemudi aman dengan tujuan untuk meminimalisir serta menghindari adanya insiden lalu lintas. Masalah yang ditemukan pengetahuan driver taksi pandawa terhadap perilaku safety driving tergolong kurang baik. Hal ini terlihat dari perilaku driver yang masih melanggar aturan lalu lintas seperti melaju kecang dengan kecepatan 80km/jam, menerima panggilan telepon kerika sedang mengemudi, tidak menggunakan safety belt dan juga mengalami kecelakaan ringan hingga berat seperti enabrak trotoar, menabrak pohon, bahkan menabrak pengguna jalan lainnya. Mengetahui hubungan perilaku keselamatan mengemudi (safety driving) pada driver Pandawa Taksi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah driver taksi Pandawa berjumlah 60 orang dan menggunakan data primer. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan chi square test. Berdasarkan hasil yang didapatkan ada hubungan antara pengetahuan driver taksi pandawa dengan perilaku safety driving (P-Value 0.000). Fasilitas sarana driver terhadap perilaku mengemudi aman sebanyak 31 driver (51.7%) yang sesuai. Sehingga ada hubungan antara fasilitas dan sarana terhdapa perilaku safety driving pada driver taksi Pandawa. Hubungan dukungan keluarga dengan perilaku safety driving (P-Value 0.016) dinyatakan ada hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan perilaku safety driving pada driver taksi Pandawa.