Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN BUKU SAKU TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SAFETY RIDING : STUDI KASUS DI SMK MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA Lestari, Desy Anif; Arianto, Machfudz Eko
Jurnal Cakrawala Promkes Vol 2, No 2 (2020): AUGUST
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/promkes.v2i2.1779

Abstract

Driving safety knowledge is the initial provision that must be possessed before driving on the highway. The purpose of this study was to determine the effect of the provision of safety riding pocketbooks on increasing student knowledge. The research design used in this study was pre-experimental, with one group pretest-posttest design. The sampling technique used was the total population with a large sample of 76 vocational students. The data obtained were analyzed using the Wilcoxon alternative test. Before given the safety riding pocketbook of the 20 most questions with the correct answer that is question number 17 as many as 73 respondents (90.6%), while after being given the safety riding pocketbook of the 20 most questions with the correct answer that is question number 18 as many 76 respondents (100%). The average pretest score is 14.75, while the posttest average value is 17.24, and there is a difference in the average deviation of 2.66 with a p-value of 0,000. It can be concluded that it is statistically significant, and there is an increase in student knowledge after being given a pocketbook. There is a difference in the average safety riding knowledge before. After being given a pocketbook to students of class X and XI majoring in TBSM (Motorcycle Engineering and Business) Vocational school Muhammadiyah 3, Yogyakarta with the p-value is 0,000.
Manajemen Risiko K3 di Wisata Gua Pindul, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Saptadi, Julian Dwi; Arianto, Machfudz Eko; Habibi, Althof Nafis
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v6i2.358

Abstract

Aktivitas wisata Gua Pindul Yogyakarta, tidak lepas dari potensi bahaya dan risiko kecelakaan yang dapat menimbulkan kerugian kepada semua pihak. Aspek keselamatan di wisata Gua Pindul mengarah pada sarana prasarana di semua aktivitas wisata, kondisi lingkungan dan keselamatan manusia yang ditujukan kepada pemandu wisata dan wisatawan, serta prosedur pada saat melakukan kegiatan/atraksi wisata. Aspek Kesehatan wisatawan adalah kondisi kesehatan wisatawan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas wisata. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui manajamen risiko keselamatan dan kesehatan kerja di wisata Gua Pindul.  Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian adalah manajemen wisata Gua Pindul (Pokdarwis Dewa Bejo), tim SAR, Pemandu wisata dan wisatawan. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menggunakan bantuan lembar observasi lapangan.  Terdapat 10 jenis bahaya K3 dan 14 jenis risiko pada wisata Gua Pindul. Hasil penilaian risiko K3 didapatkan hasil bahwa risiko tenggelam, terseret arus banjir, tergigit dan terkena racun hewan liar masuk dalam tingkat risiko sangat tinggi (Extreme). Pengendalian risiko K3 yang telah dilakukan yaitu safety induction sebelum wisata, menyediakan pelampung, menghentikan wisata saat hujan deras dan adanya hewan liar. Analisis manajemen risiko K3 di wisata Gua Pindul belum pernah dilakukan. Upaya pengendalian dari pihak manajemen sudah ada namun belum optimal
POSTUR KERJA, KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA PRODUKSI DI AREA TFD (TALL FORM DRIER) 500 PT SARIHUSADA GENERASI MAHARDHIKA YOGYAKARTA (UNIT I) Salma Annisa, Nur Mayra; Arianto, Machfudz Eko
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 3 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v7i2.9696

Abstract

Work posture is a series of activities carried out by workers in carrying out their work, so work posture can be used as a determining point for the effectiveness of a job. Production workers carry out their work with bending, lifting and repetitive movements for long periods of time. So that workers experience complaints of pain in the skeletal muscles or commonly referred to as symptoms of Musculoskeletal Disorder. Complaints of Musculoskeletal Disorder (MSDs) felt by workers can be caused by several factors such as odd work postures and smoking habits in production workers. This study aims to determine the relationship between work posture, smoking habits in production workers. This study aims to determine the relationship between work posture, smoking habits and complaints of Musculoskeletal Disorder (MSDs) in production workers in the 500 TFD (Tall Form Drier) area of PT Sarihusada Generasi Mahardhika Yogyakarta (Unit I). This type of research is a quantitative study with a cross sectional study design. The sample used in this study were 40 respondents to production workers, with the sampling technique using totality sampling. The instrument used to measure complaints of Musculoskeletal Disorder (MSDs) and smoking habits in workers is to use the Nordic Body Map sheet, while to analyze work posture is the Workplace Ergonomic Risk Assessment (WERA) observation sheet. Data analysis using fisher exact test. The results of the study based on bivariate analysis showed that there was a relationship between work posture (p value of 0.026 Ë‚ 0.05) and smoking habits (p value of 0.002 Ë‚ 0.05) with complaints of Musculoskeletal Disorder (MSDs). Conclusion There is a statistical relationship between work posture and smoking habits with complaints of Musculoskeletal Disorder (MSDs) among production workers in the 500TFD (Tall Form Drier) area of PT Sarihusada Generasi Mahardhika Yogyakarta (Unit I).
Penyuluhan Hipertensi Pada Masyarakat di Dusun Dawe Desa Watuagung, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri Saptadi, Julian Dwi; Arianto, Machfudz Eko; Dhaifullah, Muhammad Fakhruddin; Zulhayudin, Muhammad Fadillah
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 4 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i4.114

Abstract

Latar belakang:  Kasus kesehatan pada masyarakat atau suatu kelompok di daerah pedesaan maupun kota tidak luput dari yang namanya penyakit, kasus kesehatan pada masyarakat memiliki berbagai macam permasalahan kesehatan yang tentunya tidak sama, maka hal tersebut tentunya harus segera diatasi dan menentukan prioritas permasalahan kesehatan yang tertinggi di daerah tersebut. Hipertensi merupakan masalah kesehatan prioritas yang ditemukan di lokasi pengabdian. Tujuan: Mengetahui suatu masalah kesehatan tertinggi di suatu daerah dan memberikan solusi terbaik guna untuk perbaikan yang bermanfaat dan juga penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih paham dalam pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi. Metode: metode yang digunakan dalam pengabdian adalah kuantitatif dengan desain studi yang digunakan adalah studi deskriptif, yang dilakukan dengan hasil wawancara dan observasi. Hasil: dari hasil pengabdian ditemukan bahwasannya kasus tertinggi di dawe RT 004 RW 004 yaitu Hipertensi maka dengan ditemukan hal tersebut dilakukan intervensi dengan cara penyuluhan mengenai hipertensi. Kesimpulan: memberikan solusi terbaik untuk pencegahan kenaikan dan terkena hipertensi dengan adanya penyuluhan dan juga untuk masyarakat di dusun dawe RT 004 agar senantiasa melakukan check tekanan darah seminggu sekali di pelayanan kesehatan. Kata kunci: hipertensi, penyakit tidak menular, penyuluhan __________________________________________________________________________________ Abstract Background: Health cases in the community or a group in rural or urban areas do not escape the name of disease, health cases in the community have various kinds of health problems which are certainly not the same, then this must be addressed immediately and find the highest priority health problems in the area. Hypertension is a priority health problem found in community service locations. Objective: To find out the highest health problem in an area and to provide the best solution for useful improvements as well as counseling and outreach to the public so that they have a better understanding of the prevention and control of hypertension. used in the research is quantitative with the study design used as a descriptive study, which was conducted with the results of interviews and observations. Method: The method used in this research is quantitative with the study design used as a descriptive study, which was conducted with the results of interviews and observations. Result: From the results of the study, it was found that the highest case was in Dawe RT 004 RW 004, namely Hypertension. Conclusion: provide the best solution for preventing the increase and getting hypertension by providing counseling and also for the community in Dawe hamlet RT 004 to always check blood pressure once a week in health services. Keywords: hypertension, non-communicable disease, counseling
Penyelenggaraan Pos Upaya Kesehatan Kerja Terintegrasi di Desa Wisata Kasongan, Bantul- D.I. Yogyakarta Agustin, Helfi; Arianto, Machfudz Eko; Rifai, Muchamad
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol9.Iss3.1454

Abstract

Two hundred and twenty-two public health centers have organized Basic Occupational Health and Safety (BOHS) in Yogyakarta province in 2022. Based on previous research, most of the implementation of the BOHS of community health centers is not yet running and specific. One of the BOHS for tourism sector workers is the “Kasongan Sehat”, in the Kasongan Tourism Village. This qualitative research aims to analyze the implementation of the BOHS in the “Kasongan Sehat”. The research subjects were occupational health trainers at the Community Health Center level, cadres, pottery industry workers in Kasongan, and hamlets selected using purposive sampling. In-depth interview and observation data collection techniques. The analysis uses the content analysis method. Research findings; The basis for administering the BOHS is Bantul Regent's regulation number 42 of 2015. This post has implemented an integrated BOHS by Minister of Health Regulation number 100 of 2015, which can be seen from the combination of their activities and management. Activities have been running regularly; including measuring blood pressure, body weight, first aid, and providing referrals to community health centers. The Community Health Center has distributed facilities and infrastructure and held first aid training for treating wounds for cadres. In general, occupational health service activities by cadres at the “Kasongan Sehat” have not been implemented comprehensively, due to a lack of training on OHS and the BOHS has just been revitalized after being stagnant after the 2006 Yogya earthquake. Specific training and guidance on BOHS are needed for supervisors as well as cadres.
EDUKASI PERILAKU AMAN PADA PEKERJA HOTEL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGUNTAPAN III KABUPATEN BANTUL PROVINSI YOGYAKARTA Arianto, Machfudz Eko
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v2i1.1028

Abstract

Menurut International Labour Organization (ILO) pada tahun 2013 terdapat 2 juta orang meninggal dunia dan 270 juta orang cidera akibat kecelakaan kerja yang terjadi di dunia per tahununya. Hal ini disebabkan banyaknya perkembangan industri padat karya yang menyebabkan pekerja lebih banyak terpapar oleh potensi bahaya ( ILO, 2013). Menurut H.W. Heinrich terjadinya kecelakaan kerja dipengaruhi oleh 2 (dua) penyebab langsung yaitu unsafe action (tindakan tidak aman) dan unsafe condition (kondisi tidak aman). Tindakan tidak aman adalah suatu tindakan yang tidak memenuhi keselamatan sehingga berisiko menyebabkan kecelakaan kerja.penulisan ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan APD pada pekerja hotel diwilayah kerja puskesmas banguntapan III kabupaten Bantul provinsi Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah metode MCUA (Multiple Criteria Utility Assessment), MCUA tersebut adalah suatu metode yang memperhitungkan bobot dan skor dan pemecahan masalah menggunakan metode SWOT ( Strength, Weakness, Opportunity, Threat) dengan prinsip mengurangi atau mengeliminasi faktor risiko. Hasil yang didapatkan adalah 100% faktor risiko kecelakaan kerja disebabkan karena perilaku tidak aman kurangnya penggunaan APD diwilayah perhotelan Puskesmas Banguntapan III Kabupaten Bantul. Intervensi yang dilakukan saat pengabdian yaitu berupa pemberian poster sehingga membantu pekerja dalam memahami tentang pentingnya penggunaan APD. Kata kunci : 1) Perilaku Tidak Aman 2) Kecelakaan kerja 3) APD
Pengembangan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja melalui Peningkatan Keterampilan Pemadaman Kebakaran bagi Pekerja di Objek Wisata Tebing Breksi, Kabupaten Sleman Arianto, Machfudz Eko
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v2i2.1972

Abstract

Pariwisata termasuk tempat usaha yang sangat rentan mengalami keterpurukan pada saat terjadi bencana seperti pandemic atau bencana lainnya. Pandemi covid-19 adalah kasus kesehatan masyarakat yang paling actual di tempat wisata,  namun pariwisata di Indonesia telah memiliki masalah kesehatan masyarakat jauh sebelum pandemi Covid-19. Beberapa masalah yang sering muncul namun sifatnya kasuistik adalah penyakit diare, hepatitis A, malaria, DBD, HIV/AIDS. Selain itu masalah kecelakaan dan kebakaran di tempat wisata juga berdampak terhadap reputasi pariwisata. Pada   bulan   Agustus   2017 terjadi kebakaran  di  kawasan  wisata  dekat Pantai   Carita   Pandeglang. Pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi kepada pengelola wisata tentang cara pemadaman kebakaran. Metode yang digunakan adalah metode Ceramah (teori) dan Praktik. Hasil yang didapatkan seluruh peserta belum paham cara memadamkan kebakaran dengan menggunakan APAR dan karung goni. Intervensi yang dilakukan saat pengabdian yaitu berupa pelatihan dengan pemberian teori dan praktik, hal ini dilakukan supaya pengetahuan dan keterampilan tentang pemadaman kebakaran menjadi lebih baik.
Edukasi Kesehatan Tentang Pencegahan Hipertensi di RT 03 RW 44 Dusun Gebang, Kelurahan Wedmartani, Ngemplak, Sleman, DIY Saptadi, Julian Dwi; Arianto, Machfudz Eko
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v3i2.2726

Abstract

Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Hipertensi adalah gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah diatas nilai normal. Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang membutuhkan perhatian karena dapat menyebabkan kematian utama di Negara-negara maju maupun Negara berkembang. Prevalensi penderita hipertensi di Indonesia terus terjadi peningkatan. Seiring berjalannya waktu, penyakit hipertensi tidak hanya disebabkan oleh faktor keturunan. Menjalankan pola hidup tidak sehat merupakan faktor terbesar penyebab penyakit hipertensi. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatakan pengetahuan masyarakat tentang cara pencegahan hipertensi agar tekanan darahnya tetap terkontrol. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah dengan melakukan community diagnosis untuk mengetahui tentang informasi kesehatan yang ada di RT 03 RW 44 Dusun Gebang. Hasil: kelompok sasaran mulai memahami tentang apa itu hipertensi dan mulai rajin dalam melakukan pengecekan kesehatan di pelayanan kesehatan yang ada.  
EDUKASI HIPERTENSI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN MASYARAKAT RT 37 & 39 RW 11 KELURAHAN MUJA-MUJU Arianto, Machfudz Eko
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v3i2.2829

Abstract

Hipertensi merupakan tekanan darah tinggi abnormal yang dapat menjadi penyebab terjadinya penyakit kardiovaskular. Kebiasaan dan pola hidup masyarakat di perkotaan yang kurang baik dapat memicu terjadinya penyakit hipertensi. Oleh karena itu pengetahuan tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat seperti pengaturan makan, aktivitas fisik serta meninggalkan kebiasaan buruk merokok dan konsumsi alkohol dapat menjadi alternatif pemecahan masalah hipertensi di perkotaan.  Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberi edukasi tentang bahaya hipertensi sebagai upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah melalui ceramah dan tanya tanya jawab serta diskusi tentang perilaku hidup sehat untuk mencegah hipertensi. Tujuan atau sasaran pengabdian yaitu masyarakat RT 37 dan 39, RW 11, Kelurahan Muja-Muju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta bersama para stakeholder terkait seperti kader posyandu, ketua takmir dan rt setempat. Pada saat kegiatan pengabdian dilaksanakan para tamu undangan dan hadirin dapat berpartisipasi secara aktif saat penyuluhan berlangsung.
EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG MELALUI MEDIA POSTER DI RT 05 DUSUN GEBANG, SLEMAN, DIY Saptadi, Julian Dwi; Arianto, Machfudz Eko
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v4i1.3697

Abstract

Penyakit jantung koroner adalah kondisi ketika arteri koroner tersumbat oleh timbunan lemak. Penyakit ini menimbulkan keluhan berupa nyeri dada, sesak nafas, dan gejala serangan jantung. Tujuan dari pengabdian ini adalah agar dapat memberikan edukasi kepada masyarakat dan mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan jantung melalui poster. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah melalui Musyawarah Masyarakat Desa dengan metode Brainstorming menggunakan media poster. Kesimpulan, terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penyakit jantung koroner di RT 05 Dusun Gebang.