Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Kulit Bawang Merah dan Air Cucian Beras Sebagai Pupuk Organik Cair (POC) Wijaya, Andi Muthiah Sofiah; Ernida Mahmud; Andi Irga Satrawati Taslim
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.10149

Abstract

Utilization of shallot skin waste and rice washing water as liquid organic fertilizer (POC) in Pekalobean Village, Anggeraja District, Enrekang Regency. With the majority of the population working as farmers, the use of organic fertilizer is important to increase soil and plant fertility without damaging the environment. This community service activity involves training the Women Farmers Group on how to make POC from onion skin waste and rice washing water. The methods used include material exposure and direct practice, with the aim of reducing waste and increasing the economic value of these materials. The research results show that the POC produced contains important nutrients such as nitrogen, phosphorus and potassium, which can be easily absorbed by plants. It is hoped that this activity can provide motivation to the community to process household waste and reduce dependence on chemical fertilizers and pesticides.
Akselerasi Penanaman Padi Tiga Kali untuk Kemandirian Pangan di Kampung Isano Mbias, Merauke Widya Wahyuni Asnur; Marlia Rianti; Ernida Mahmud
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1844

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan merumuskan strategi akselerasi penanaman padi tiga kali (3x cropping) guna mencapai kemandirian pangan di Kampung Isano Mbias, Merauke. Menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), program kolaboratif ini melibatkan petani, Dinas Pertanian, PPL, dan Mahasiswa MSIB KEMENTAN untuk mengatasi kendala utama pada kualitas SDM petani, meskipun memiliki potensi lahan yang luas (5–10+ Ha). Rangkaian musyawarah intensif berhasil mentransfer pengetahuan teknis budidaya intensif (seperti pemupukan berimbang dan manajemen air), ditandai dengan peningkatan pemahaman yang sangat drastis (mencapai 100% pada topik IP300 berdasarkan post-test). Secara kualitatif, program ini sukses menumbuhkan motivasi kolektif, kolaborasi, dan kemandirian yang nyata, terwujud dalam inisiatif pembentukan kelompok tani baru untuk berbagi ilmu. Disimpulkan bahwa selain potensi peningkatan produktivitas 30% dari strategi teknis, pemberdayaan sosial dan integrasi nilai budaya lokal adalah fondasi esensial ketahanan pangan jangka panjang. Rekomendasi lanjutan difokuskan pada pembentukan Model Farm komunitas dan Protokol Mitigasi Bencana Pertanian yang adaptif.