ROMEINITA, ELFIRA
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBELAJARAN PAI BERBASIS ACTIVE LEARNING ZULHIJRA, ZULHIJRA; ATIFA, SITI THATIYYAH; ROMEINITA, ELFIRA; WAHYUNI, RETNO TRI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i4.3486

Abstract

This research aims to analyze the application of active learning in learning Islamic Religious Education (PAI) at SD Negeri 158 Palembang. Hopefully, this approach can improve students' motivation, interest, and learning outcomes. In this method, students are not only passive recipients of information, but also actively involved in the learning process. This article discusses the implementation of active learning-based PAI learning as well as the advantages and disadvantages that exist in the elementary school. The research method uses a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results reveal that the application of active learning in PAI learning is very effective. Grouping students with diverse academic abilities and learning styles increases their enthusiasm and motivation. Although student activeness sometimes creates an unconducive classroom atmosphere, this challenge can be managed well. The support of facilities and infrastructure also plays an important role in improving the effectiveness of learning. Students' enthusiastic response shows that this active learning activity succeeded in increasing their engagement. Active learning has great potential to improve the quality of PAI learning, helping students understand religious concepts more deeply and develop critical thinking and collaboration skills. The successful implementation of this method relies heavily on support from teachers, schools, and parents, so collaboration is essential. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran aktif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD Negeri 158 Palembang. Diharapkan, pendekatan ini dapat meningkatkan motivasi, minat, dan hasil belajar siswa. Dalam metode ini, siswa tidak hanya sebagai penerima informasi yang pasif, tetapi juga terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Artikel ini membahas tentang implementasi pembelajaran PAI berbasis active learning serta kelebihan dan kekurangan yang ada di SD tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan active learning dalam pembelajaran PAI sangat efektif. Pengelompokan siswa dengan kemampuan akademik dan gaya belajar yang beragam meningkatkan semangat dan motivasi belajar siswa. Meskipun keaktifan siswa terkadang menimbulkan suasana kelas yang tidak kondusif, namun hal tersebut dapat diatasi dengan baik. Dukungan sarana dan prasarana juga berperan penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Respon siswa yang antusias menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran aktif ini berhasil meningkatkan keaktifan mereka. Pembelajaran aktif memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI, membantu siswa memahami konsep-konsep agama secara lebih mendalam serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan berkolaborasi. Keberhasilan penerapan metode ini sangat bergantung pada dukungan dari guru, sekolah, dan orang tua siswa, sehingga kolaborasi menjadi hal yang sangat penting.
ISLAMIC MORAL VALUES ACCORDING TO BUYA HAMKA: IMPLICATIONS FOR CONTEMPORARY ISLAMIC EDUCATION Satra, Alihan; Romeinita, Elfira; Hidayah, Refiana Ayu Nurul; Rebagus, Handi
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1098

Abstract

This study explores the concept of Islamic moral values as articulated by Haji Abdul Malik Karim Amrullah, widely known as Buya Hamka—a prominent Indonesian Muslim scholar, cleric, and intellectual. In his thought, morality (akhlak) occupies a central role in Islamic education, with the ultimate aim of developing individuals who are not only intellectually competent but also spiritually and ethically grounded. Amid the current moral decline among the younger generation, revisiting Buya Hamka’s ethical framework provides significant insight into how Islamic values can address contemporary challenges. The study employs a qualitative library research method, collecting, analyzing, and interpreting data from Hamka’s primary works—such as Tafsir Al-Azhar, Lembaga Hidup, and Pribadi—as well as secondary sources including scholarly articles and conceptual literature. The findings reveal that Buya Hamka’s moral philosophy is built upon four foundational virtues: hikmah (wisdom), syaja’ah (courage), iffah (self-restraint), and ‘adalah (justice). These principles serve as a moral compass for shaping character, behavior, and educational approaches in both personal and societal contexts. The study also identifies effective methods of moral development proposed by Hamka, such as understanding, habituation, exemplary conduct, advice, storytelling, rewards, and attentiveness—with exemplary conduct being emphasized as the most effective strategy. The research concludes that Buya Hamka’s moral thought offers a comprehensive and timeless model for character education, rooted in the integration of knowledge (‘ilm), faith (iman), and moral action (akhlak), and remains highly relevant for contemporary Islamic educational practices. Penelitian ini mengkaji konsep nilai-nilai moral Islam sebagaimana dikemukakan oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullah, yang lebih dikenal sebagai Buya Hamka—seorang ulama, cendekiawan, dan intelektual Muslim terkemuka di Indonesia. Dalam pemikirannya, akhlak menempati posisi sentral dalam pendidikan Islam, dengan tujuan akhir membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan moral. Di tengah kemerosotan moral generasi muda saat ini, pemikiran etis Buya Hamka menjadi sangat relevan untuk memberikan solusi berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka kualitatif dengan menghimpun, menganalisis, dan menginterpretasikan data dari karya-karya utama Buya Hamka—seperti Tafsir Al-Azhar, Lembaga Hidup, dan Pribadi—serta didukung oleh literatur sekunder seperti artikel ilmiah dan karya konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fondasi pemikiran moral Buya Hamka bertumpu pada empat nilai utama: hikmah (kebijaksanaan), syaja’ah (keberanian), iffah (pengendalian diri), dan ‘adalah (keadilan). Nilai-nilai ini menjadi kompas moral dalam membentuk karakter, perilaku, dan pendekatan pendidikan dalam konteks individu maupun sosial. Studi ini juga mengidentifikasi berbagai metode pembinaan akhlak yang dikemukakan oleh Hamka, seperti pemahaman, pembiasaan, keteladanan, nasihat, cerita, ganjaran (tsawab), dan perhatian—dengan keteladanan sebagai metode paling efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep moralitas Buya Hamka menawarkan model pendidikan karakter yang komprehensif dan tak lekang oleh waktu, yang mengintegrasikan ilmu, iman, dan akhlak, serta sangat relevan bagi praktik pendidikan Islam kontemporer.