Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Menelisik Raos Tatag Sebagai Resiliensi Indigenous Khas Jawa Pada Dewasa Awal Korban Perceraian Orang Tua Putri, Zefanya Nezalita; Sarwono, Robertus Budi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.614

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada pengalaman individu dewasa awal yang menjadi korban perceraian orang tua, khususnya dalam konteks dinamika raos tatag. Berbeda dari konsep resiliensi Barat, "tatag" diartikan sebagai kesadaran untuk fokus menjalani hidup saat ini, melepaskan belenggu masa lalu, dan berani menerima kenyataan. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini melibatkan tiga subjek dewasa awal yang mengalami perceraian orang tua di masa kecil. Tujuan penelitian adalah memahami dinamika "raos tatag", pemaknaan perceraian, dan makna hidup subjek. Hasil menunjukkan bahwa pembentukan "raos tatag" melibatkan proses penerimaan dan dukungan. Subjek memaknai perceraian sebagai pelajaran hidup atau perjalanan. Kepemilikan "raos tatag" memungkinkan pengelolaan stres dan penemuan makna, meskipun beberapa dampak (seperti kesulitan percaya/komitmen) dapat tetap ada. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian resiliensi melalui kearifan lokal Jawa.
Pemaknaan Hidup Remaja dengan Pola Asuh Strict Parents Desperaldo, Alexander; Sarwono, Robertus Budi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 6 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i6.623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemaknaan hidup remaja yang hidup dengan pola asuh strict parents. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan mengetahui makna hidup yang dimiliki subjek yang hidup dengan pola asuh strict parents. Oleh karena itu, diperlukan metode penelitian kualitatif untuk mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Terdapat 2 (dua) subjek dalam yang sesuai dengan kriteria penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah transkrip wawancara, lalu diubah menjadi bentuk naratif dan transkrip verbatim; reduksi data; kategorisasi; sintesisasi; hipotesis kerja, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek dapat memaknai kehidupannya walaupun dengan pola asuh strict parents. Subjek pertama, dapat memaknai kehidupannya yaitu ketika dirinya dapat menerima kehidupannya meskipun dihadapkan dengan aturan-aturan yang ketat dari orang tuanya dan tetap menganggap kalau orang tuanya memiliki tujuan yang baik untuk dirinya, meskipun cara yang digunakan tidak disuka oleh subjek. Pada subjek kedua memaknai kehidupannya dengan bersyukur memiliki keluarga yang lengkap serta harmonis. Meskipun terkadang dirinya merasa tidak nyaman dengan cara orang tuanya dalam membatasi aktivitasnya.
Analisis Cara Pandang Anak Tunggal pada Parenting Otoriter (Strict Parent): Studi Fenomenologi Pasae, Gien Glorisa; Sarwono, Robertus Budi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 6 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i6.592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana anak tunggal menjalani strict parent dalam kehidupan sehari-hari, mengetahui bentuk-bentuk otoriter dari parenting orang tua yang diterapkan dalam kehidupan anak tunggal, mengetahui bagaimana cara anak tunggal memaknai parenting otoriter (strict parent). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Terdapat 2 (dua) subjek dalam yang sesuai dengan kriteria penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah transkip wawancara, lalu diubah menjadi bentuk naratif dan transkrip verbatim; reduksi data; koding; dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua individu memiliki pandangan yang negatif pada parenting otoriter (strict parent), kedua subjek menjalani strict parent berbeda-beda, namun dampak yang dirasakan keduannya sama. FS menjalani strict ibunya dengan iklash, sedangkan PS masih bisa berdiskusi dengan orang tuanya. Kedua subjek merasakan adanya batasan, tekanan, dan aturan yang berlebihan, meskipun kedua subjek mendapatkan parenting otoriter (strict parent) tetapi cara mereka memaknai hal tersebut berbeda, Subjek pertama (FS) memaknai dengan cara memendam perasaannya dan takut untuk mengungkapkan pendapatnya, sedangkan subjek kedua (PS) berani untuk mengungkapkan pendapatnya meskipun seringkali ditolak bahkan diabaikan oleh orang tuanya. Meskipun dalam cara memaknai berbeda, mereka tetap mendapatkan pola komunikasi yang buruk dari orang tua, sehingga keduanya merasakan pengalaman negatif meliputi tekanan, kurang percaya diri, dan sulit mengambil keputusan. 
Dinamika Penerimaan Diri pada Individu Korban Perceraian Orang Tua (Studi Fenomenologi) Rani, Diva Salsa Puspita; Sarwono, Robertus Budi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 6 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i6.681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui dan memahami bagaimana cara subjek berdamai dengan diri sendiri pada kondisi perceraian orang tua. (2) Mengidentifikasi dan menganalisis pembentukan penerimaan diri pada subjek korban perceraian orang tua. (3) Mendeskripsikan dan memahami aspek psikologis pada subjek yang berperan dalam membentuk penerimaan diri setelah perceraian orang tua terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa dengan kisaran usia 20-22 tahun dan berjumlah tiga (3) orang yang sesuai dengan kriteria penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini secara teoritis menggunakan cara yang dikembangkan oleh Moleong, yaitu dengan mengumpulkan data, reduksi data, coding yang dilakukan secara manual, dan penarikan kesimpulan.  Hasil penelitian menunjukkan perbedaan dalam proses penerimaan diri pada setiap individu korban perceraian orang tua. Terdapat subjek yang memilih untuk berfokus pada nilai-nilai hidup dan komunikasi efektif dengan orang tua, serta melihat pengalaman tersebut sebagai pembelajaran untuk masa depan. Strategi penerimaan yang cenderung pasif dan internal, seperti mengembangkan pola pikir “let it go”, serta mengalihkan emosi melalui hobi dengan bermain game dan musik menjadi salah satu pilihan bagi sebagian subjek yang juga menekankan penerimaan takdir dan menjadi lebih mandiri setelah hidup sendiri. Sementara itu, subjek lainnya memilih belajar menjadi individu yang lebih mandiri, mencari dukungan dari sahabat, dan melakukan aktivitas self-care untuk pemulihan, serta berusaha memaafkan diri sendiri.
Peran Konsep Diri Dalam Membentuk Kepercayaan Diri Mahasiswa Widyana, Alifa Inggit; Sarwono, Robertus Budi
SOLUTION Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sol.v5i1.6945

Abstract

: Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui ada tidaknya hubungan antara konsep diri dengan kepercayaan diri mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2020 Universitas Sanata Dharma, (2) Mengetahui seberapa baik konsep diri pada mahasiswa, (3) Mengetahui seberapa tinggi kepercayaan diri mahasiswa, (4) Mengetahui butir item skala konsep diri mana saja yang teridentifikasi rendah, (5) Mengetahui butir item skala kepercayaan diri mana saja yang teridentifikasi rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasi. Penelitian ini dilakukan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Bimbingan Konseling angkatan 2020 yang berjumlah 102 orang. Skala pertama yang digunakan adalah skala konsep diri dengan 32 item valid dan memiliki indek reliabilitas Alpa Cronbach sebesar 0,926. Skala konsep diri disusun berdasarkan aspek konsep diri yaitu : (1) Aspek Citra Diri, (2) Aspek Bahasa, (3) Aspek Umpan Balik dari Lingkungan, (4) Aspek pola asuh atau Praktet-Prakter Membesarkan Anak. Skala kedua yang digunakan adalah skala kepercayaan diri dengan 27 item valid dan memiliki indek reliabilitas 0,931. Skala kepercayaan diri disusun berdasarkan aspek kepercayaan diri yaitu: (1) Keyakinan Kemampuan Diri, (2) Optimis, (3) Bertanggung Jawab, (4) Rasional dan Realistis, (5) Objektif. Uji korelasi penelitian ini menggunakan Spearman Correlation yang dibantu menggunakan program JASP 0.17.0.0. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Tingkat konsep diri yang menjadi sampel penelitian ini cenderung pada kategori tinggi (50%), (2) Tingkat kepercayaan diri yang menjadi sampel penelitian ini cenderung pada kategori tinggi (64,7%) (3) Terdapat hubungan yang signifikan positif antara konsep diri dengan kepercayaan diri dengan nilai Spearman rho 0,606 dan nilai ρ-value ˂.001 yang artinya masuk dalam kategori sangat kuat
Tingkat Kematangan Emosi Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Angkatan 2022 Ananda, Elshadai Dora; Sarwono, Robertus Budi
SOLUTION Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sol.v4i2.6933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui tingkat kematangan emosi mahasiswa bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma angkatan 2022. (2) Mengidentifikasi butirbutir pengukuran item kuisoner tingkat kematangan emosi mahasiswa bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma angkatan 2022 yang perolehan skornya rendah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Angkatan 2022. Instrumen pengumpulan data berupa kuisioner menggunakan skala likert. Item tingkat kematangan emosi yang valid 38 item, sedangkan yang tidak valid 2 item. Indeks reliabilitas Alpha Cronbach sebesar 0,850. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) 33% atau 23 mahasiswa bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma angkatan 2022 memiliki kematangan emosi berada pada kategori sangat tinggi, (2) 61% atau 43 mahasiswa bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma angkatan 2022 memiliki kematangan emosi berada pada kategori tinggi, (3) 6% atau 4 mahasiswa bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma angkatan 2022 memiliki kematangan emosi berada pada kategori sedang. Hasil penelitian capaian skor ini menunjukkan bahwa: (1) kategori sangat tinggi sebanyak 38 (90%) item, (2) Item dalam kategori tinggi sebanyak 4 (10%) item.
Profil Wanita Pemimpin Dalam Organisasi Mahasiswa Di Universitas Sanata Dharma Merdikanti, Gabriella Gusmian; Sarwono, Robertus Budi
SOLUTION Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sol.v5i2.7877

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk: (1) Mengetahui gambaran peranan wanita pemimpin dalam kehidupan sosial, (2) Mengetahui gambaran seorang wanita pemimpin dalam menghadapi lingkungan sosialnya, (3) Mengetahui gambaran cara wanita pemimpin mengatasi permasalahan sosial dan membuktikan untuk bisa diterima, (4) Mengetahui gambaran kehebatan wanita pemimpin melalui karakteristiknya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dimana peneliti melakukan pengumpulan data lewat teknik wawancara dan observasi. Subjek penelitian ini adalah wanita pemimpin organisasi mahasiswa Universitas Sanata Dharma yang berjumlah 2 orang. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah melalui proses mereduksi data, display data, lalu menyimpulkan atau verifikasi data yang dikumpulkan dari objek penelitian ini. Hasil penelitian menggambarkan bahwa kedua subjek memiliki hasil yang berbeda dari keempat aspek dari penelitian ini. Aspek tersebut yaitu peran sosial wanita pemimpin, bias gender, gaya kepemimpinan, dan karakteristik wanita pemimpin. Keempat aspek tersebut adalah acuan bagi peneliti dan menghasilkan analisis data. Peran sosial kedua subjek sama-sama tinggi yang terlihat dari keaktifan di luar organisasi yang dipimpin. Kedua subjek masih akan membuktikan melalui hasil kinerjanya dalam memimpin terkait bias gender yang sering didengar dari sekitarnya. Membangun hubungan relasi dengan baik oleh anggota, senior dan pembimbing adalah hal penting dalam gaya kepemimpinan kedua subjek penelitian. Karakteristik kedua subjek dibangun melalui komunikasi yang baik dengan anggotanya.
Menggali Kompetensi Pribadi dan Sosial Konselor Melalui Analisis Tokoh Punakawan Semar (Studi Hermeneutika) Raharjo, Laurentia Gita Charisma Agung; Sarwono, Robertus Budi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 6 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i6.710

Abstract

Konseling merupakan interaksi yang bersifat pribadi dan dilaksanakan secara profesinal antara konselor dan konseli. Interaksi tersebut selain harus dilakukan secara profesional juga membantu konseli untuk memberikan dukungan, bimbingan, pemecahan masalah dan pengembangan diri. Sebagai tindakan yang bersifat profesional kegiatan layanan konseling harus dilakukan oleh konselor yang memiliki kompetensi pada bidangnya. Salah satu kompetensi yang perlu dikuasai oleh konselor selain memahami karaktristik konseli dan permasalahannya temasuk latar belakang yang turut membentuk pribadi konseli. Penelitian ini bertujuan mengidetifikasi nilai-nilai karakter Semar sebagai tokoh Punakawan dan relevansinya terhadap kompetensi pribadi dan sosial seorang konselor. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan hermeneutika Gadamer. Analisis tersebut dilakukan melalui tahab-tahab: pra-pemahaman, dialog dengan teks, fusi horizon, dan peran bahasa sebagai medium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Semar merupakan salah satu tokoh punakawan yang memiliki berbagai karakter positif, seperti kebijaksanaan, kejujuran, kesabaran, kerendahan hati, serta kepedulian terhadap sesama. Karakter-karakter tersebut memiliki relevansi terhadap kompetensi pribadi maupun sosial seorang konselor. Konselor dituntut untuk mampu hadir sebagai pribadi yang dewasa, sabar, empatik, dan mampu membina hubungan terapeutik dengan konseli dari berbagai latar belakang. Semar menunjukkan kemampuan ini dalam setiap perannya. Dengan demikian, tokoh Semar dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan layanan bimbingan dan konseling yang berbasis budaya.