Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENGANYAM KEBAHAGIAAN MELALUI HARMONI KEBERSAMAAN PERMAINAN TRADISIONAL PULAU BELIMBING Risky Tri Larasati; Dilla Amulya Sari; Nur Anisa Ahira; Nathania Atikah; Dara Kasih Tri Rezeki; Ardina Albet Albeto; Nur Jibril; Elmustian, Elmustian
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 3 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v4i3.7374

Abstract

Salah satu aspek kebudayaan yang masih dipertahankan adalah permainan tradisional yang terus dilestarikan oleh masyarakat setempat.Permainan seperti lompat tali merdeka,engrang,bakiak,tarik upih,serimau atau catur melayu tidak hanya sekedar menjadi sarana hiburan,tetapi juga berfungsi sebagai alat pendidikan sosial, penguatan kerja sama, serta pembentukan karakter anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari permainan tradisional terhadap dinamika perkembangan sosial dan emoional generasi muda di Pulau Belimbing. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan etnografi,peneliti mengamati praktik budaya yang ada dan menganalisis nilai-nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional memberikan kontribusi yang signifikan dalam melestarikan nilai-nilai sosial dan kebudayaan yang akan mempererat tali persaudaraan antar warga.Aktivitas ini tidak hanya menyimpan kebahagiaan,tetapi juga memperkuat identitas budaya di tengah arus globalisasi.
MENGANYAM KEBAHAGIAAN MELALUI HARMONI KEBERSAMAAN PERMAINAN TRADISIONAL PULAU BELIMBING Risky Tri Larasati; Dilla Amulya Sari; Nur Anisa Ahira; Nathania Atikah; Dara Kasih Tri Rezeki; Ardina Albet Albeto; Nur Jibril; Elmustian, Elmustian
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 3 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v4i3.7374

Abstract

Salah satu aspek kebudayaan yang masih dipertahankan adalah permainan tradisional yang terus dilestarikan oleh masyarakat setempat.Permainan seperti lompat tali merdeka,engrang,bakiak,tarik upih,serimau atau catur melayu tidak hanya sekedar menjadi sarana hiburan,tetapi juga berfungsi sebagai alat pendidikan sosial, penguatan kerja sama, serta pembentukan karakter anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari permainan tradisional terhadap dinamika perkembangan sosial dan emoional generasi muda di Pulau Belimbing. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan etnografi,peneliti mengamati praktik budaya yang ada dan menganalisis nilai-nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional memberikan kontribusi yang signifikan dalam melestarikan nilai-nilai sosial dan kebudayaan yang akan mempererat tali persaudaraan antar warga.Aktivitas ini tidak hanya menyimpan kebahagiaan,tetapi juga memperkuat identitas budaya di tengah arus globalisasi.
Arketipe Dan Pencarian Makna Diri Dalam Antologi Puisi Hidup Tetap Berjalan Dan Kita Telah Lupa Alasannya Karya Ibe S. Palogai: Kajian Psikologi Sastra Carl Gustav Jung Larasati, Risky Tri; Aulia Hasanah; Ceria Wulandari; Nur Jibril; Elmustian, Elmustian
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.13650

Abstract

This study aims to reveal the psychological dimensions and symbolic values in the poetry anthology Hidup Tetap Berjalan dan Kita Telah Lupa Alasannya by Ibe S. Palogai through the analytical psychology framework of Carl Gustav Jung. Poetry is understood not merely as a product of the poet’s imagination, but also as an expression shaped by social conditions and layers of personal unconsciousness that generate collective symbols. Employing a descriptive qualitative method and intensive reading techniques, this research analyzes 40 poems in the anthology and categorizes them into Jung’s four archetypes: persona, shadow, anima, and self. The findings indicate that the shadow archetype is the most dominant, reflected in strong social criticism, existential anxiety, and inner tension toward modern realities. The persona archetype appears through distorted identity symbols and representations of social masks. The anima archetype is expressed in emotional closeness, dreams, and memories that signal a need for inner healing. Meanwhile, the self archetype emerges in the poet’s deep reflections on meaning, connectedness, and the pursuit of wholeness. Overall, the anthology can be interpreted as a psychological journey toward individuation—the process of understanding, integrating, and discovering the true self. This research offers a novel contribution to literary psychology studies as the first analysis to map all Jungian archetypes within this anthology.